
Keputusan sudah di ambil, Harada dan Angel akan menikah akhir minggu ini. Pada hari itu juga, Kiyoshi akan mengumumkan pada semua keluarga besar Ozawa, kerabat dan rekan bisnis jika Harada akan menggantikan Kiyoshi memimpin dan bertanggung jawab pada klan Ozawa.
"Kenapa kalian tidak pulang?' Tanya Harada tidak memperdulikan mata - mata yang melotot kearahnya.
Andy berdiri, memberikan tangannya pada Sheryl dan menarik istrinya pelan. " Aku akan pulang. Mataku bisa sakit melihat kemesraan mereka."
"Ajak istrimu bermesraa," balas Harada.
"Itu yang akan aku lakukan. Di kamar." Andy menekankan kata dikamar sambil meraih pinggang Sheryl melangkah meninggalkan kamar Angel.
"Ck! Kalian para anak muda membuat kami iri," Sahut Richard sambil bangkit.
"Appa mau kemana?" Tanya Harada.
"Melakukan hal tidak boleh kalian lakukan," Jawab Richard seraya membantu Alana berdiri. "Jangan macam-macam. Tunggu hingga akhir minggu!" ancam nya.
"Ayo," Blue juga ikut mengajak Marlin pergi. "Ayo kita lakukan hal yang belum boleh Harada lakukan," goda nya membuat Harada mendesah kasar.
"Kuatkan dirimu, bro. Aku yakin rumah sakit punya banyak stok sabun," Blue menepuk pundak Harada sambil tergelak sebelum keluar kamar diikuti oleh yang lainnya.
Kini tinggal Harada dan Angel berdua, benar - benar berdua. Saling menautnya jemari mereka. Angel bersandar pada dada Harada, mendengar detak jantung nya yang menenangkan. Sedang Harada memeluk pundak Angel.
"Katakan padaku, pernikahan seperti apa yang kamu inginkan?"
"Eemm.. aku ingin pernikahan dengan suasana buka sakura,"
"Kamu ada mendapatkannya," Harada mengecup kepala Angel. "Aku akan merindukanmu saat kamu pulang ke apartemen nanti."
"Aku juga."
Hening.
"Sayang, aku ingin bertemu Gadis," Kata Angel kemudian.
"Benarkah? Apa yang akan kamu lakukan padanya?" Tangan Harada menyusup kebalik pakaian Angel.
Plak! Angel memukul tangan pria gondong itu. "Hanya sedikit, kenapa kamu pelit sekali sayang," Harada cemberut.
__ADS_1
"Kamu sudah memegang tadi pagi saat membersihkan ku," wajah Angel merona.
"Baiklah, kamu menang. Aku tidak mau berakhir dengan sabun." Harada mengembalikan tangannya ke posisi semula. "Jadi katakan apa yang akan kamu lakukan pada Gadis?"
"Tergantung jawaban yang ia berikan saat aku bertemu dengannya nanti, sayang. Kamu tahu saat dia melukai punggungku dia tertawa, seolah itu adalah hal yang menyenangkan," Angel bergidik ngeri mengingat bagaimana Gadis menikmati saat ia melukai tubuhnya.
"Bahkan saat dia membuang potongan tubuh Mimi, tidak terlihat penyesalan ataupun kesedihan dimatanya," tambah Angel lagi.
"Sepertinya orang seperti itu sulit untuk berubah," Harada tidak akan percaya semudah itu pada Gadis. "Bayangkan jika ini terjadi lagi pada orang lain?"
"Kamu benar," Angel setuju.
"Sekarang tidur lah, besok kamu sudah bisa pulang bukan? Kamu harus tidur dirumah satu malam setelah itu baru ke apartemen,"
"Sepertinya aku akan menerima hukuman ku besok," goda Angel.
"Aku akan membuatmu memohon ampun padaku," Harada membelai rambut Angel, membiarkan gadis itu tidur diatas dadanya.
Tadinya Sheryl merasa senang lihat sikap Andy di rumah sakit. Bagi Sheryl itu sudah cukup mesra karena biasanya Andy sangat dingin dan cuek.
Tetapi ternyata Sheryl salah. Saat mereka sudah berada di luar rumah sakit sikap Andy kembali seperti biasa.
"Babe... " Sheryl mencoba kembali menggandeng tangan Andy, tapi dengan cepat Andy menepis nya.
Andy langsung masuk ke mobil tanpa membukakan pintu untuk Sheryl padahal biasanya Andy selalu bersikap seperti seorang gentleman.
Sheryl mendesahkan napasnya. Kini ia menyadarinya yang dilakukan suaminya tadi hanyalah sandiwara di depan keluarga besarnya.
Sepanjang perjalanan tidak ada satupun diantara mereka yang mengeluarkan suara. Tidak ada lagi Andy yang menggengam tangan Sheryl sepanjang perjalanan seperti apa yang Andy lakukan dulu.
"Babe, apa benar Harada yang akan menjadi ketua Ozawa setelah dia menikah?" tanya Sheryl ketika mereka berdua sudah berada dikamar.
Andy yang sedang melepaskan jasnya, seketika itu menatap ke arah Sheryl tapi tidak memiliki jawab.
__ADS_1
"Apa kamu akan membiarkan itu terjadi? Maksudku, ini tidak adil. Sudah seharusnya kamu yang memegang kendali. Kamu yang menikah terlebih dahulu,"
"Aku bukan orang yang haus akan kekuasaan," jawab Andy sinis.
"Ini bukan tentang itu babe, tapi tentang keadilan. Ini tidak adil, Harada menikah belakangan tapi kenapa dia yang menjadi pemimpin?"
"Kami diajarkan sejak kecil untuk menempatkan keluarga diatas segala. Kamu tahu berapa besar Klan Ozawa yang ada di Jepang? Diperlukan tanggung jawab yang besar jika memegang kekuasaan sebesar itu dan Harada yang mampu melakukannya," jawab Andy. Ini kata - kata terpanjang Andy selama pernikahan mereka yang memasuki minggu ke dua.
"Tapi babe ---"
"Kamu tidak akan bisa mempengaruhi ku Sheryl. Tidak akan!" bentak Andy karena mengerti kemana arah pembicaraannya.
"Aku bukan kamu dan Matsu yang sangat menginginkan kekuasaan Ozawa!" bentaknya lagi.
"Dengar babe, aku tahu apa yang aku katakan itu salah. Seharusnya aku tidak bekerja sama dengan Matsu. Sungguh aku menyesal," Sheryl memeluk Andy dari belakang.
Andy berdecih. "Kamu pikir aku tidak tahu kamu bertemu dengan lelaki itu tadi siang?" Andy mencengkram kasar tangan Sheryl dan melepaskan diri dari pelukan Sheryl.
Sheryl melotot, tidak menyangka pertemuan nya dengan Matsu siang tadi diketahui oleh Andy.
"Sejak dulu aku tahu kalian sering bertemu dan Matsu juga menyentuhmu. Aku mengikuti kata hatiku untuk tetap menikahi mu dan akan berusaha untuk membuatmu benar - benar mencintaiku."
"Aku menjaga mu tetap suci karena aku menghormati mu tapi ternyata kamu memberikannya pada Matsu." Ejek Andy.
"Aku laki - laki yang memegang teguh kata - kata. Aku berjanji menikahi mu makan itu yang aku lakukan. Tapi mendengar kamu dan bajingan itu ingin menghancurkan keluargaku, jangan harap aku tinggal diam," Andy menata Sheryl dengan tajam hingga membuatku wanita itu takut.
"Andy sakit," Sheryl meringis kesakitan karena Andy mencengkram tangannya dengan sangat kuat.
"Urus calon bayimu dengan baik! Jangan sampai dia menyesal memiliki orang tau seperti kalian," sarkas Andy kemudian masuk ke kamar mandi.
Sheryl masih membatu tidak menyangka Andy mengetahui semuanya.
***nungguin ya?? maafkan emak baru bisa up karena RL kemarin sibuk.
follow IG emak @bydarl.2021
like komen gift dan vote nya yah...
__ADS_1
Terima kasih***