Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Aku Menemukanmu


__ADS_3

Kaki Angel terikat rantai, luka - luka ditubuhnya ada yang mulai mengering ada juga yang mulai bernanah. Gadis suka sekali menyiksanya dengan menggores punggung Angel dengan pisau.


Angel yang terikat tampak nyedihkan. Hanya mengenakan b*ra dengan punggung penuh luka. Wajahnya memar karena banyak bekas tamparan.


GPS tracker yang ia sembunyikan berhasil ditemukan oleh Gadis saat ia mengeledah tubuh Angel.


Sunggu Angel tidak menyangka Gadis polos yang sering jadi bahan ejekan di kampus memiliki perangai lain yang menyeramkan.


Kalau Matsu dan Hiraku membutuhkannya untuk mengancam Harada agar menyerahkan kepemimpinan Ozawa pada mereka, Gadis menyiksa Angel karena sakit hatinya.


"Kamu tahu Gadis, yang bukan milikmu tidak akan pernah menjadi milikmu walaupun kamu merebutnya," jawab Angel lemah setelah mendengar cerita Gadis tentang Harada.


"Harada sudah melupakanmu!" Gadis tidak suka dibantah.


"Tidak apa. Berarti dia bukan untuk ku. Tapi sebaiknya kamu mencari tahu apa Harada memang diciptakan semesta untukmu," kata Angel sedikit meledek.


PLAK!


Gadis menampar Angel. "Diam!" hardik nya. Dia benar - benar membenci Angel. Sebaiknya dia mencari tahu apakah Harada memang menyukainya, karena Harada memang belum pernah menyatakan perasaannya pada Gadis.


Entah sudah berapa lama Angel berada didalam sana. Ia sendiri tidak tahu. Tidak ada cahaya matahari sama sekali yang masuk ke ruang ini membuat Angel yakin dia ada di ruang bawah tanah.


Angel meringis saat salah satu luka dipunggunga terasa nyeri. Ia sebisa mungkin menghemat energinya, karena juga sudah bebas nanti Angel akan menghabiskan tenaganya untuk membuat mereka membayar ini dengan setimpal.


Selama disekap Angel tidak menangis ataupun memohon untuk dilepaskan. Ia yakin Harada akan datang menolongnya. Jika saat itu tiba ia sendiri yang akan membalas perbuatan Gadis dan Matsu padanya, juga pada Mimi.


Suatu saat Gadis datang menemuinya dengan tangan berlumuran darah dan potongan bagian tubuh kucing. Melempar potongan itu pada tubuhnya.


"Itu Mimimu!" Kata Gadis datar tanpa jijik dan rasa bersalah sama sekali. " Itu hukuman baginya karena berani cari perhatian pada Harada! Berikutnya giliran mu!" Katanya waktu itu.


Bangkai Mimi dibiarkan begitu saja diruang itu membuat ruang itu berbau busuk. Angel hanya menjauhkan potongan tubuh Mimi darinya sambil berjanji akan membalas perbuatan Gadis pada Mimi.


Walaupun Mimi hanya hewan tapi Mimi kesayangannya dan Harada. Dia yakin Harada pun akan marah jika mengetahui ini.


*****


Gadis mengunjungi perusahaan Ozawa. Setelah pembicaraannya dengan Angel kemarin, Gadis sangat penasaran dengan perasaan Harada.


Selama ini Harada sangat sopan. Sangat menjaga batasannya. Walaupun Gadis mengenakan pakaian seksi dan sedikit terbuka Harada tidak tergoda. Jangankan mencium, memegang tangan Gadis pun Harada tidak pernah.


Hari ini Gadis akan mengujinya.


Gadis datang ke perusahaan Ozawa dengan pakaian ketat dan minim. Dia yakin Harada akan tergoda.


Gadis naik ke lantai Harada dengan lift setelah mendapat ijin dari resepsionis.


Mata Harada membulat karena melihat penampilan Gadis yang berlebihan menurutnya.

__ADS_1


Gadis mendekati Harada da duduk di pahanya. Mengalungkan tangannya dileher Harada. "Apa kamu sibuk?" tanyanya dengan sensual.


"Tidak," Jawab Harada sambil tersenyum, kemudian dengan sengaja memeluk pinggang Gadis. "Ada apa mencariku?"


"Apa aku tidak cantik?" tanya Gadis sambil memainkan jarinya di dada Harada.


"Siapa yang mengatakan kamu tidak cantik?" Harada lebih memilih bertanya dari pada menjawab pertanyaan Gadis.


"Lalu kenapa tidak pernah menyentuhku? Apa aku tidak membuatmu tertarik? Tidak sexi?"


Harada menghela napasnya. "Bukan begitu. Kamin memang didik seperti itu menghormati wanita. Jangan menyentuhnya sampai tiba waktunya nanti." Harada mencoba tersenyum.


Gadis kembali merasa dipuja okeh Harada. " Kamu boleh tanya Sheryl bila kamu tidak percaya. Andy tidak pernah menyentuhnya sebelum mereka menikah." Jelas Harada.


"Jadi kamu serius dengan ku? Kita akan menikah?" Gadis sumringah. Harada hanya tersenyum. Dia tidak mau berjanji walaupun sebuah kebohongan. Karena ia sangat memegang teguh janjinya.


"Sebelum itu terjadi, aku harus bertemu keluargamu bukan? Paling tidak aku harus tahu rumahmu. Menjemput dan mengantarmu pulang sampai rumah seperti pasangan lainnya,"


Gadis kembali melayang. Dia semakin yakin kalau Harada serius dengannya. "Baiklah, setelah ini antar aku pulang. Bagaimana?"


"Setuju. Sekarang turunlah agar aku bisa bekerja. Aku tidak bisa konsentrasi bila dekat denganmu," Gadis menurut, ia pindah duduk disofa dan membiarkan Harada bekerja dengan tenang.


*****


Tidak ada yang mencolok di rumah Gadis. Semuanya tanpak normal seperti rumah yang lain kecuali rumah ini sangat sepi.


"Iya, sayang. Orang tuaku sudah meninggal." Sahutnya.


Sampai akhirnya Harada melihat satu pintu tertutup yang tidak diperlihatkan oleh Gadis. "Kamu melewatkan pintu yang itu sayang," Harada memancing.


Gadis tersipu, pertama kalinya Harada memanggilnya dengan sebutan sayang. "Itu hanya gudang,"


Harada yakin ada sesuatu di ruangan itu. Dia melihat ada bercak merah di gagangnya.


Sementara Angel yang berada didalam sana, berusaha membuat suara berisik karena mendengar samar suara Harada.


"EEMMM!!! EEEMMM!!!" Angel mengoyang - goyang kan rantai yang mengikatnya, mengetuk - ngetuk kakinya ke lantai.


Harada menengang. Ia yakin mendengar suara dari dalam sana. Entah apa itu, dia harus memastikannya.


Harada sudah tidak perduli lagi. Ia harus tahu apa yang ada didalam sana.


Tanpa pikir panjang, Harada menuju pintu keluar tidak memperdulikan Gadis yang memanggil namanya.


Tujuan utama Harada adalah mobil. Mengambil kata nanya. Lalu kembali masuk.


"Sayang kenapa kamu membawa pedang? Ada apa?" Gadis mulai ketakutan. "Apa yang akan kamu lakukan?"

__ADS_1


BUGH! pukulan di tengkuk Gadis membuatnya pingsan.


Harada berlari menuju pintu yang disebut gudang oleh Gadis.


Terkunci.


DOR! DOR! Harada menembak gagang pintu dengan pistol yang terselip dibalik jasnya. Sekali dobrak pintu itu terbuka.


"EEMM!! EEMM!!"


Harada berjalan mendekati sumber suara. Berlari mendekati gadis yang sudah membuatnya kehilangan separuh jiwanya dua minggu ini.


Tanpa rasa rasa jijik Harada memeluk gadis itu. "Maaf aku datang terlambat," katanya dengan suara bergetar. Memeluk erat Angel seakan takut gadis itu menghilang lagi.


Harada mengurai pelukannya melepaskan plester yang menutupi mulut Angel. Ya Harada akhirnya menemukannya.


Tangis Angel pecah melihat Harada, dia datang. Harada datang untuknya. Dengan lembut Harada menghapus air mata Angel dengan jari nya.


"Kenapa lama sekali," Angel cemberut yang sambut kekehan Harada.


Harada melepas jasnya, menyelimuti tubuh Angel yang hanya mengenakan br*a.


"Menjauh," Titahnya. Angel bergeser. Membiarkan Harada menebaskan pedangnya pada rantai yang mengikat kakinya.


Tanpa rasa jijik Harada menggendong Angel yang tubuhnya sudah kotor dan dipenuhi luka sayatan. Memandang gadis itu penuh kerinduan.


"Aku pasti akan mendapat hukuman yang berat," candanya sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Harada.


"Itu sudah pasti sayang," mencium pucuk kepala Angel dan membawanya ke mobil.



***like


komen


gift


tiket gaesss....


udah follow IG emak? Belum yuk difollow @bydarl.2021


makasi buat yang udah mampir di lapaknya Angel - Harada mengikuti alurnya dengan sabar.


Semoga kehaluan emak bisa menghibur yah...


yang mau tanya-tanya boleh dikomen... tanya apapun yang penting sopan yah***...

__ADS_1


__ADS_2