Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Tinggalkan Harada!


__ADS_3

Untuk pertama kalinya aku dan Harada berangkat sendiri - sendiri. Biasanya dia selalu lengket seperti lem. Sejak ciuman itu dia lebih menempel.


Harada juga benar - benar melakukan kata - katanya, melatih ku berciuman. Isshh... dia ini benar - benar membuat ku kewalahan beberapa hari ini.


"Jangan lupa kita latihan menembak hari ini," kata sebelum aku masuk mobil.


"Aku ingat," jawabku kesal. Karena sejak tadi Harada tidak membiarkan ku pergi.


"Aku akan kembali sebelum makan siang. Pergilah ke apartemen. Aku akan menjemputmu disana," katanya lagi.


"Ish... kenapa kamu khawatir sekali? Aku akan baik - baik saja. Aku hanya pergi ke kampus bukan berperang," keluhku.


Harada mengacak rambutku gemas. "Baiklah. Berikan aku ciuman," dia manik.


"Apa? Tidak! Kamu terus saja memintanya. Sudah sejak pagi kamu menciumku," Sejak bangun tadi entah berapa kali dia sudah menciumku. Begitu dia melihatmu keluar kamar, dia sudah menodong ku dengan ciuman. Belum lagi saat menyiapkan sarapan, dia mencuri - curi kesempatan untuk mencium pipi ku atau pucuk kepalaku.


Bukan Harada namanya jika mendengarkan kata - kataku. Dia merengkuh pinggang ku, membuat tubuh kami menempel. Memberikan ku ciuman panjang yang memabukkan karena pada akhirnya aku menikmatinya.


Mengalungkan tanganku di tengkuknya, menerima dan membalas ciuman Harada. Melupakan saat ini kami sedang di garasi. Sampai akhirnya aku melepaskan tautan bibir kami.


"Hubungi aku jika ada apa - apa," Dia menangkup pipiku. Meraba pipiku dengan ibu jarinya. Sesuatu yang manis menurut ku. membuatku merasa disayang.


"Kalau perlu akan aku sebut namamu tiga kali, agar kamu bisa langsung muncul dihadapanku." Harada terkekeh.


Harada membukakan pintu untukku lalu menutupnya kembali setelah aku benar - benar sudah nyaman dengan posisi duduk ku.


"Hati - hati" pesannya.



Gadis mengajakku menikmati jajanan pinggir jalan. Namanya cilok. Memanfaatkan waktu tanpa Harada aku setuju. Lagipula aku belum benar - benar menikmati kota ini.



"Apa ini?" aku mengangkat satu tusuk. Bola - bola seperti bakso hmyang ditusuk seperti sate.


"Cilok, Ngel. Enak coba deh..."

__ADS_1


Dengan ragu aku mencoba makanan ini. Texturnya kenyal seperti tteokbokki. Hanya saja kalau tteokbokki dimakan dengan saus gochujang pedas, cilok dimakan dengan saus kacang.


"Enak, kan?" Gadis tersenyum melihatku menikmati cilok ku.


Kami menikmati cilok sambil membicarakan hubungan Gadis dan Jason. Aku juga pada akhirnya aku juga menceritakan tentang pernikahan ku dengan Harada yang tinggal dia minggu lagi.


"Wah... selamat ya Angel," Gadis memberiku pelukan.


"Datang ya..." pintaku. Bisa dibilang Gadis satu - satunya temanku selain ibu- ibu tetangga. Tapi aku tidak bisa mengundang mereka, karena sepengetahuan mereka aku dan Harada sudah menikah.


Tiba - tiba ada dua pria berbadan besar duduk di hadapan kami. Mungkin mereka juga mau cilok. Itu yang aku pikirkan.


Setelah menghabiskan cilok kami, aku mengajak Gadis pulang. Harada dan Eomma sejak tadi sudah bergantian menelepon ku.


Dua pria besar itu juga ikut bangkit dan berjalan di belakang kami. Aku mulai curiga.


Benar saja, mereka menghalangi ku ketika hendak masuk ke dalam mobil. "Ikut kita yuk, neng," dia mengedipkan sebelah matanya.


Laki - laki itu menarik paksa tanganku. Gadis juga mendapatkan perlakukan yang sama.


"Awww!" laki - laki itu mengaduh. Cengkraman tangannya terlepas. Seorang lagi yang menyadari temannya terkena pukulan ku, melepaskan Gadis.


"Wah... gue suka nih... cewek agresif. Ayo lah neng abang layanin, nanti gantian yah..." kata - katanya membuatku merinding. Tapi aku berusaha mengendalikan diriku.


Aku sudah memasang fighting position ku. Dia berhasil menghindari pukulan ku.


Aku berhasil menangkis pukulannya dengan tangan kiri, yang aku balas dengan menendang perut menggunakan lutuku. Memberikan beberapa pukulan lagi di wajahnya. Aku berhasil menjatuhkan di gondrong ini.


"Aaahhh!" Aku melupakan laki - laki yang lain. Sialnya sekarang dia menarik rambutku. Menyeretku dan mendorongku hingga membentur mobil.


Aku berhasil tetap fokus pada serangannya walaupun kepalaku sedikit berputar. Menghindari tangannya, aku mendekati tubuhnya meninju hidungnya hingga mengeluarkan darah.


Laki - laki gondrong mulai serius sekarang. Ia mengeluarkan pisau lipat. Memainkan pisau itu ditangannya.


Aku berhasil menghindar di serangan pertama. Serangan kedua aku tangan dengan kedua telapak tangan mengapit pisau yang menyerang perutku.


Tanpa diduga si gondrong ini menggerakkan pisaunya hingga menggores telapak tanganku. Dia menendang ku kemudian. Menusuk perut kiriku.

__ADS_1


Perutku kebas, sakitnya baru terasa beberapa detik kemudian. Aku menekan luka ku agar darahnya tidak banyak keluar.


Si gondrong dan temannya menyerangku dengan membabi buta. Pengelihatan ku mulai kabur, aku sudah tersungkur di tanah.


"Jauhi Harada atau kamu akan lebih parah dari pada ini!" seseorang masih menendang ku entah di gondrong atau temannya.


Akhirnya mereka pergi.


Gadis mendatangi sambil menangis. Berteriak meminta pertolongan. Tak lama orang mulai berkerumun. Aku bisa merasakan tubuhku terangkat sebelum akhirnya semua menjadi gelap.


Pov Author


Sejak penculikan di mall waktu itu, Harada memang tidak pernah tenang meninggalkan Angel tanpa pengawalan walaupun trauma nya sudah membaik.


Muay Thai Angel memang cukup baik, tapi karena tidak pernah terlibat perkelahian langsung spontanitas dan insting Angel belum terasah.


Tapi hari ini Harada terpaksa membiarkan Angel pergi sendiri dan meminta Jason mengawasi tunangannya karena ia harus bertemu Ling Ling. Seseorang yang anak membawanya bertemu Ratna.


Harada sejak tadi menelepon Angel karena


Jason tidak berhasil menemukannya di kampus.


Bukannya mendengar suara Angel, Harada justru mendengar tangis Gadis.


"Harada- san, Angel..."


Harada bisa menebak sesuatu yang buruk terjadi pada Angel, jadi tidak Gadis tidak akan menangis seperti itu.


"Dimana kalian?" Gadis memberikan alamatnya pada Harada. Harada naik ke motor besarnya, mengendarai kuda besi itu dengan kecepatan penuh.



***Like, komen, dan gift ya say...


VOTE! kalau berkenan, berkenan dong yah...


Siap-siap melihat kemarahan Haradsebetah ini 😣😣***

__ADS_1


__ADS_2