
"Kemari kamu!" Harada sibuk mengejar istrinya di dalam kamar setelah mengetahui Dae-Ho hanya mengerjai nya saja.
"Sayang, sudah aku lelah." Angel memegangi perutnya. Mencoba mengatur napasnya yang tersengal karena menghindari suaminya.
Harada menuangkan air ke dalam gelas yang ada dinakas, menyerahkan gelas itu pada istrinya. "Minum dulu," Harada mengecup pucuk kepala istrinya yang duduk di tepi ranjang.
"Jadi benar laki-laki itu hanya membohongiku?" ujarnya memastikan lagi. "Kamu tidak akan menemuinya?"
"Ka... kamu terlalu berlebihan, sayang," ucapnya tersenggal. "Cemburu sama buruknya seperti Appa."
"Tidak! Aku bisa lebih buruk lagi."
"Jangan berlebihan! Bukankah seharusnya suami istri saling percaya?" Angel menatap manik hitam suaminya. "Aku suka kamu cemburu, artinya kamu sangat mencintaiku --"
"Memang!" potong Harada.
"Tapi cemburu buta juga tidak baik. Seperti mencekik leherku, membuatku susah bernapas."
Harada membawa Angel masuk ke dalam pelukannya. "Aku hanya takut kehilanganmu."
"Jika aku mau, aku sudah melakukannya saat kamu terbaring tidak berdaya di rumah sakit. Sudah kita kesini untuk berlibur bukan? Jangan merusak suasana baby moonku."
*****
__ADS_1
Harada dan Angel berjalan beriringan di pasar malam Dongdaemun. Pasar malam ini memang khusus untuk snack, dan buka di waktu yang sangat malam.Tak heran jika tutupnya pasar ini pun ketika akan menjelang pagi atau dini hari.
Angel cemberut karena dipaksa memakai jaket tebal saat musim panas seperti sekarang ini. Suhu udara mencapai 25°c dimalam hari membuat Harada khawatir istrinya masuk angin.
"Kamu ingin makan apa?"
"Tteokbokki," jawab Angel sambil menunjuk salah satu kedai.
Tteokbokki adalah masakan tumis pedas yang biasanya terdiri dari lontong berbentuk silinder, sambal merah manis, dan bakso ikan.
Bungeoppang adalah kue khas Korea Selatan berbentuk ikan yang diisi dengan kacang merah. Kulit terluarnya dibuat dengan adonan sederhana yang terdiri dari telur, tepung terigu, pengembang, gula pasir, dan air. Itu dituangkan ke dalam cetakan berbentuk ikan, dan sesendok pasta kacang merah halus atau kasar kemudian ditempatkan di tengah.
"Kamu yakin, sayang?" tanya Harada ragu, pasalnya Angel baru saja memakan tteokbokki. Angel mengangguk dengan semangat.
Setelah mengantri beberapa saat akhirnya Harada berhasil membelikan Bungeoppang untuk Angel.
"Hati-hati, masih panas," ujarnya saat menyerahkan papper bag yang berisi Bungeoppang. "Enak?" tanya Harada yang melihat istrinya menyantap makanan itu dengan semangat.
__ADS_1
"Enn... nauk... kamu mau?" tawarnya? Harada menggeleng. Semangkuk tteokbokki saja sudah membuatnya kenyang.
"Ada lagi yang kamu inginkan, sayang?" Angel menggeleng. Menyandarkan kepalanya pada lengan suaminya.
Ian senang seperti ini, berdua dengan Harada menikmati malam dan bintang. "Ayo lihat bintang," ajaknya.
Mereka mencari tempat yang agak terbuka untuk duduk. Menikmati hitamnya langit dan terangnya bintang.
"Aku jadi ingat saat kita melihat bintang di apartemen. Kamu baru patah hati." Angel terkekeh.
"Iya. Tapi aku menemukan penggantinya yang jauh lebih baik." Ia mengecup pucuk kepala Angel.
"Aku harap Andy juga akan segera menemukan penggantinya."
"Aku juga."
Satu cepat berlalu, kini keduanya bersiap untuk kembali ke Jakarta. Harada tidak bisa terlalu lama meninggalkan perusahaan saat Andy tidak ada.
"Eomma akan kesana menjelang kamu melahirkan." Alana memeluk putrinya. Ia dan Richard mengantar anak dan menantunya ke bandara.
"Tentu. Aku mau ditemani oleh Eomma."
Angel kemudian berhambur memeluk Richard. "Aku akan merindukan Appa."
__ADS_1
"Appa juga akan merindukanmu."
Mereka saling melambaikan tangan sebagai perpisahan.