
"Kamu makan apa?" Harada sedang memainkan ponselnya ketika aku keluar dari kamarku.
"Steak," ku jawab dengan cepat. Karena memang saat ini aku sedang kelaparan.
"Baiklah." Jari Harada bergerak lincah dilayar ponselnya.
"Apa rencanamu untuk mendekati tetangga kita?" Aku memperhatikan rumah yang ada diseberang jalan sana. Ada sebuah mobil terparkir di carport.
"Belum. Ada ide?"
Aku meletakkan tangan ku pada sandaran tangan di sofa sambil mengusap-usap bibirku. Kebiasaanku kalau sedang berpikir.
"Jangan lakukan itu!"
"Jangan lakukan apa?" Aku binggung dengan permintaan.
"Memainkan bibirmu."
"Siapa yang memainkan bibir?" Aku ga merasa memainkan bibirku.
"Sudahlah. Lupakan!" Harada bangkit dan duduk di teras. Menyalakan sebatang rokok dan menikmati angin malam yang cukup dingin.
"Wah tetangga baru, ya?" Seorang wanita berdiri didepan pagar sambil tersenyum. "Pasti pengantin baru, iya kan?" tebaknya.
Aku mendekati pagar, "Kenalin, saya bu Sugeng. Tuh, rumah saya yang pagernya hejo," sambil menunjuk rumahnya. Aku hanya membalas dengan senyuman.
"Mampir, Aunty?" Tawar ku sambil hendak membuka pagar.
"Eh... gak usah neng. Besok aja. Pengantin baru kalau malam gini mah sukanya berdua-duaan," uhuk... uhuk... Harada tersedak asap rokoknya sendiri mendengar penuturan Ibu Sugeng.
"Ya udah, neng. Ibu pulang dulu." Ibu Sugeng melambaikan tangan, aku membalas dengan membungkuk.
Aku meninggalkan Harada diluar, dia sedang menunggu kurir yang membawa makan malam kami.
Aku duduk di ruang tamu sambil berpikir cara halus untuk mendekati Elisabeth.
"Ah iya, itu saja."
[Aunty, makanan apa yang pas dibawa untuk tetangga baru?] Aku mengetik pesan untuk Aunty Marlin.
[Di Indo bawakan nasi kuning.] Tak lama Aunty membalas pesanku.
[Bisakan pesanan beberapa untuk tetangga Angel?]
[Serahkan pada Aunty.] Aku meletakkan ponselku ketika melihat Harada masuk dengan membawa beberapa paper bag.
__ADS_1
"Tunggu disana. Biar aku yang menyiapkan," Titahnya. Baiklah, itu lebih baik aku tak harus berdekatan dengan Harada di dapur.
"Ayo makan," Steak sudah tersaji di meja makan. Punya ku sudah terpotong rapi.
"Kamu yang potongan steak ku?" aku menuangkan saus diatas daging steak yang terlihat sangat nikmat.
"Jangan ge-er. Aku memang meminta restoran untuk menotongnya."
Seperti aku harus percaya itu, karena steak milik Harada juga sudah terpotong kecil-kecil. "Wine? Kamu sudah cukup umur untuk minum alkohol bukan?" ledek nya.
"Tentu saja." Mendengar jawabanku, Harada mengisi satu gelas lagi dengan anggur merah yang seperti juga ia pesan tadi.
"Aku sudah tahu cara untuk mendekati Elisabeth." Aku memasukkan sepotong daging ke dalam mulut. Mengunyah nya dengan lembut.
Aku menceritakan ide ku pada Harada dan ia setuju.
"We're gonna be a good team." puji nya.
Aku yang ragu, dengan trauma ku apa aku bisa bekerja sama dengan Harada?
"Percaya lah padaku. Lagi pula jika terjadi sesuatu pada mu Alfa sendiri yang akan memenggal kepalaku," ucapnya santai sambil menyesap wine-nya.
"Apa maksudmu?" Aku menatap Harada dengan tajam menunggu jawabannya.
"Tidak ada, aku hanya meminta mu untuk percaya padaku. Aku tidak akan melewati batasanku," jelasnya. "Aku menghormati wanita, jadi jangan takut padaku."
"Tahu apa?" Harada balik bertanya.
"Lupakan," lebik baik aku tidak memancing. apapun. Aku takut Harada akan banyak bertanya.
"Aku harus bertemu kakek setelah ini. Kamu mau ikut?" Aku menggeleng.
Angel siap-siap mau tidur, gengs
*****
PoV Author
Di waktu yang sama tetapi tempat yang berbeda, Sheryl sedang makan malam dengan anggota keluarga Ozawa yang lain.
Didalam tubuhnya memang mengalir darah Ozawa tapi sayangnya dia tidak diijinkan memakai marga Ozawa dibelakang namanya.
"Jadi Matsu-san ada apa kamu ingin bertemu dengan ku?" Sheryl menerka - nerka tujuan Matsu ingin menemuinya.
Matsu Himura, sepupu Harada. Sayangnya dia dan semua keturunan dari ayahnya dilarang menyematkan nama Ozawa dibelakang nama mereka.
__ADS_1
"Kamu terlihat sangat cantik malam ini, Sheryl."
"Tidak usah basa basi, katakan apa mau mu," cicit Sheryl.
"Wah... begini kah tingkah calon nyonya besar Klan Ozawa?" sindir Matsu. "Aku hanya ingin menawarkan bantuanku."
"Maksudmu?" Sheryl mulai tertarik.
"Kamu bisa mendapatkan Andy dan Harada sekaligus. Kekayaan, kekuasaan dan cinta. Semuanya." Tawaran Matsu tentu terdengar menggoda bagi Sheryl.
"Apa yang kamu minta? Bantuan ini tidak mungkin gratis bukan?" selidik Sheryl
"Hanya kehancuran Ozawa," ujung bibir Matsu terangkat membentuk senyum licik.
Sheryl tidak langsung memberikan jawabannya. Dia harus berhati-hati pada Matsu.
"Kamu ragu? Aku tidak minta apapun dari Ozawa. Hanya kehancuran klan itu saja. Membayar rasa malu yang sudah diberikan padaku dan papa selama bertahun-tahun."
Sheryl memandang Matsu lamat-lamat. Mencoba mencari kebohongan dimatanya. Yakin Matsu jujur, Sheryl memberikan anggukan kepala.
"Kamu sudah pernah bertemu kekasih Harada?" tanya Matsu. "Kita harus mencegahnya menikah, jika tidak Harada akan menjadi pemimpin Ozawa. Selain itu bisa membuatmu kehilangan Harada." Matsu mencoba membuat Sheryl cemburu.
"Aku tidak yakin itu," Sheryl mengoyangkan telunjuknya. "Harada sangat mencintaiku. Tidak akan mudah baginya untuk tertarik pada wanita lain," Ucap Sheryl yakin.
"Baiklah juga menurutmu gadis itu bukan ancaman." Matsu menyesap wine nya.
"Akan sangat berbahaya jika Harada yang menjadi pemimpin Ozawa. Dia berbeda dengan Andy." guman Matsu dalam hati.
"Jadi siapa gadis yang Harada maksud malam itu?" Matsu mencoba mencari informasi.
"Hanya gadis pendatang. Mahasiswa baru." Jelas Sheryl. "Tenang saja, gadis itu tidak akan menjadi masalah."
Matsu menangguk samar. Tapi dalam hati ia akan mencari tahu tentang gadis ini. Jika memang dia bukan ancaman, mungkin gadis ini bisa dimanfaatkan untuk menghancurkan keluarga itu.
"Bagaimana pertemuan mu dengan Sheryl?" Hiraku menyambut kepulangan anaknya.
"Tidak masalah. Gadis bodoh itu setuju." Matsu duduk disebelah ayahnya.
"Bagus. Tidak lama lagi, kita akan menguasai Ozawa. Setelah itu tidak akan ada yang bisa menghentikan kita."
"Tentu, pa."
"Kamu lah yang pantas memimpin Ozawa. Kamu cucu tertua. Memang seharusnya Ozawa menjadi milik kita,"
***like dan komen gaes....
tabur mawar yang banyak buat Angel dan Harada. Okeh??
Udah follow IG emak blm? @bydarl.2021***
__ADS_1