
Harada mengobati bibir Angel yang terluka. Mengolesi saleb pada bibir Angel dengan hati - hati.
Kejadian yang menimpa Angel tentu membuat khawatir Alicia dan Miwa. Jelas orang yang menyerang Angel bukan perampok tapi ingin membawa Angel.
"Mom, jangan khawatir aku tidak apa-apa." Angel berusaha menenangkan mertuanya.
"Tidak apa-apa bagaimana. Kamu terluka." Alicia memperhatikan bibir Angel.
"Hanya luka kecil, Mom." hibur Angel.
"Mom, aku akan menyiapkan bodyguard untuk kalian semua. Jangan keluar rumah sendirian," kata Harada. Matsu ini tidak bisa dianggap remeh. Dia punya Kuroi Kage bersamanya. Orang - orang yang siap mati untuk pemimpinnya.
Harada menatap Angel dengan sendu. Angel tahu suaminya sedang merasa bersalah. Diambilnya tangan Harada yang masih sibuk mengolesi bibir Angel. Memberikan kecupan pada tangan kekar Harada.
"Jangan merasa bersalah. Aku tidak apa-apa bukan?"
"Aku selalu membuatmu dalam bahaya," aku nya.
"Hei... aku nyonya muda Ozawa. Aku siap untuk itu. Bukankah karena itu kamu dulu menerima perjodohan ini? Kamu sudah melatih ku dengan baik sebulan ini. Aku tidak celaka," kata Angel lembut.
Ia merentangkan tangannya. Harada masuk ke pelukan Angel. Memeluk istrinya dengan erat seolah takut Angel akan pergi dari sisinya.
Angel mengusap punggung Harada, menenangkan suaminya itu. "Jangan khawatir. Aku tidak apa-apa."
"Mulai sekarang berhati-hatilah," Angel mengangguk.
*****
__ADS_1
Sejak kejadian penyerangan Angel, Harada dan Andy memperketat keamanan untuk keluarga mereka apa lagi yang tinggal di mansion hanya wanita. Alicia, Miwa, Sheryl dan Angel.
Harada dan Andy makin gencar mencari keberadaan Matsu. Sebelum Matsu tertangkap keselamatan keluarga mereka terancam.
Harada mengendarai motor besarnya hendak pulang ke rumah setelah seharian di kantor. Memeriksa beberapa berkas yang menjadi tanggung jawabnya.
BOM!!
Tiba - tiba motornya meleda membuatnya terpental beberapa meter dari motornya.
Puluhan orang mendekati Harada yang terluka cukup parah karena efek ledakan dan benturan saat itu terpental tadi.
Dengan kekuatan yang masih tersisa, Harada menekan nomor darurat di ponselnya kemudian membuang ponselnya kesembarang arah bersiap menghadapi puluhan orang.
"Matsu tikus pengecut sialan! Apa dia tidak punya keberanian menghadapi ku sendiri?!" Teriaknya sambil berusaha bangkit.
Sebisa mungkin Harada melawan tapi dengan tenaga dan lukanya saat ini, Harada sudah pasti tidak mampu.
*****
[Angel, Harada diserang. Dia di rumah sakit sekarang.]
Tubuh Angel melorot ke lantai. Detak jantungnya terasa berhenti, sesak.
[Blue sedang dalam perjalanan menjemputmu. Tunguu dia] Kata Andy yang masih sayup - sayup terdengar ditelinga Angel.
Tak lama Sheryl masuk ke kamar Angel tanpa mengetuk pintu. Memeluk Angel yang sedang syok.
__ADS_1
"Dia akan baik - baik saja," katanya menguatkan Angel.
Angel bergeming. Tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi suaminya sekarang.
"Menangislah." kata Sheryl.
Alicia dan Miwa menyusul masuk ke kamar Angel.
"Blue sudah di bawah," Alicia mendekati menantunya. Ikut memeluk Angel. "Harada laki - laki yang kuat dia pasti bisa melewati ini," Mereka saling menguatkan.
"Ayo kita berangkat," Ajak Alicia.
Angel bahkan dia mengganti pakaiannya. Hanya memakai cardigan untuk menutupi lengannya yang terbuka karena sedang memakai tank top.
Blue memeluk Angel, menguatkan keponakannya itu. Ia tahu ini tidak mudah. Mereka baru dua bulan menikah dan harus dihadapkan pada situasi seperti ini.
"Bagaimana Harada?" Lirih Angel.
"Dia akan kuat selama kamu kuat. Jadi kuatkan dirimu, berikan dia dukungan," Nasehat Blue. Angel mengangguk. Tentu ia akan kuat. Ia harus meyakinkan Harada untuk kuat dan berjuang bukan hanya demi dirinya tapi juga demi calon anak mereka.
Sebenarnya malam ini Angel ini memberikan kejutan untuk Harada tapi justru ia yang syok mendengar kabar dari Harada.
siapkan banyak tissu gaes...
kita masuk ke puncak konflik
__ADS_1
siapkan hati kalian yah....