Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Biarkan Seperti Ini Sebentar


__ADS_3

Matahari merangkak naik, mengganti malam dengan pagi. Angel hanya tidur beberapa jam, ia tidak berani memejamkan mata terlalu lama. Takut Harada tiba - tiba bangun dan membutuhkannya.


"Selamat pagi sayang," sapanya pada Harada yang masih berbaring lemah belum ada pergerakan sama sekali.


Angel melipat selimut yang dibawakan oleh Andy semalam. Ya semalam Andy datang ke rumah sakit memastikan keamanan Harada.


"Aku akan mandi sebentar. Tidak akan lama." Angel memberi kecupan pada kedua pipi Harada.


Ia bergegas ke kamar mandi. Melakukan ritual mandinya dengan cepat. Angel tidak ingin saat Harada bangun ia tidak ada disisinya.


Setelah lebih segar, Angel kembali ke sisi Harada. "Apa kamu tidak lelah tidur terus? Tidak ingin menyapaku? Memberikan ciuman selamat pagi seperti yang biasa kamu lakukan?"


"Biasanya aku kesal kamu mencium ku sebelum sikat gigi, tapi hari ini aku merindukannya." Mata Angel memenas.


Suster datang dengan membawa beberapa baskom. Mereka akan menyeka Harada.


"Biar saya yang melakukannya," kata Angel.


"Aku tahu kamu tidak suka disentuh wanita lain." Angel membasahi handuk kecil, memerasnya hingga setengah basah.


Mengelap bagian tubuh Harada yang tidak tertutup perban dengan hati - hati. "Mereka menyakitimu sayang? Jangan khawatir, aku akan menemukan mereka." Sekujur tubuh Harada memar.


Mata Angel kembali memanas, "Maafkan aku, sayang," katanya karena sudah menangis di depan Harada. "Aku cuman istri yang tidak tahan melihat suaminya seperti ini. Jadi biarkan aku menangis sebentar. Dada ku sesak menahan tangisku sejak semalam," isaknya.

__ADS_1


Setelahnya Angel membersihkan tubuh Harada sambil terisak. "Sudah," katanya sambil menyeka air mata yang mengalir di pipinya. "Terima kasih sudah menemaniku menangis."


*****


"Kamu tidak tidur semalaman, kenapa sudah bangun?" Andy menatap Sheryl yang sejak tadi sudah memperhatikannya.


"Aku tidak bisa tidur," keluh Sheryl.


"Aku tahu, jadi tidurlah lagi. Ini masih terlalu pagi. Nanti anak kita ikut kelelahan,"


"Aku takut Matsu nekad," sahutnya.


"Dia tidak akan bisa melakukan apapun." Andy membelai punggung Sheryl, mencoba menenangkan istrinya.


"Tidak akan. Kita akan mendidiknya dengan baik," Hibur Andy.


"Andy, peluk aku," Pinta Sheryl. "Aku tahu mungkin kamu tidak mau menyentuhku, mungkin kamu jijik denganku, tapi sekali saja peluk aku."


Andy membawa Sheryl masuk ke pelukannya. "Kamu ini bicara apa? Aku tidak menyentuhku karena aku tidak mau kamu merasa terpaksa. Tidak mau kamu merasa aku memanfaatkan posisiku sebagai suami untuk menjamahmu."


Sheryl menangis dipelukan Andy. "Kenapa kamu begitu baik?"


"Cium aku. Cium aku seperti bagaimana kamu dulu sering mencium ku," Pintanya lagi.

__ADS_1


Andy menatap Sheryl sejenak, melihat mata Sheryl yang terpejam Andy membenamkan ciuman pada bibir Sheryl.


Ciuman mereka menjadi semakin panas keran Sheryl membalas ciuman Andy. Tangan Andy menyusup ke balik baju Sheryl meraba punggung istrinya.


"Boleh kah?" katanya. Mendapat anggukan, Andy meneruskan kegiatannya yang tertunda. Menjelajahi lekukan tubuh Sheryl dengan tangannya. Meraba setiap inci wanita yang ia tunggu cintanya.


Lenguhan panjang Sheryl terdengar ketika Andy memasuki wanita itu. "Daddy akan pelan - pelan," di kecupnya perut Sheryl yang sudah tampak membuncit.


Andy dengan hati - hati memompa tubuhnya tidak ingin melukai janin yang ada didalam rahim Sheryl.


Peluh membanjiri tubuh mereka, napas mulai memburu, desahan memenuhi kamar mereka yang biasanya sepi hingga Andy mendapatkan pelepasannya.


Andy merangkak turun dari tubuh Sheryl. Menghapus air mata disudut mata istrinya. "Maafkan aku, seharusnya kamu menjadi yang pertama,"


"Yang terpenting sekarang aku jadi yang terakhir dan satu - satunya," Sahut Andy.


"Aku janji."


"Aku harus ke rumah sakit bertemu dengan Angel dan Ecco. Jangan pergi kemana pun hari ini,"


"Tidak akan. Aku akan menurut." Sheryl mengencangkan pelukannya. "Biarkan seperti ini sebentar saja,"


"Tentu saja."

__ADS_1


Maaf hari ini pendek2 ya...


__ADS_2