Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Yakuza


__ADS_3

PoV Author


-Seoul, Korea Selatan-


Alana dan Richard baru saja selesai dengan kegiatan panas mereka. Alana masih mencoba mengatur napasnya. Menyeka sisa - sisa keringat yang membasahi keningnya.


Richard menyusup masuk ke dalam selimut, memeluk tubuhku istrinya yang masih polos.


"Appa..."


"Apa yang mengganggu pikiran mu sayang? Katakan" Richard menyandarkan kepala Alana dibahunya. Membelai rambut hitam Alana yang terurai.


"Aku tidak yakin dengan rencana Uwak. Bagaimana kalau Angel marah pada kita?"


"Apa dulu kamu marah ketika aku meminta mu menikah demi Angel?" Alana menggeleng, kemudian memukul dada suaminya.


"Bodohnya aku mempercayaimu. Seharusnya aku tahu Angel hanya alasanmu saja." Richard terkekeh mendengar keluhan istrinya.


"Apa kamu akan menerima ku jika aku tidak membawa nama Angel?"


"Ck! Tentu saja tidak! Siapa yang mau dengan orang tanpa ekspresi seperti mu?" Alana mengingat bagimana dulunya Richard sangat dingin. "Kenapa kita jadi membahas masa lalu? Kita sedang membicarakan Angel."


"Dengar, Harada pria yang baik. Keluarganya juga baik. Tidak akan ada masalah. Kita hanya harus menjelaskan pada Angel." Richard berusaha menenangkan istrinya.


"Bisakah kita berangkat lebih awal. Besok atau lusa jadi kita punya waktu untuk menjelaskan ini pada Angel."


"Lakukan apa yang kamu mau, sayang. Kamu tahu aku tidak akan pernah mengatakan tidak untuk mu."


"Ish siapa bilang?!" Alana tidak terima. "Kamu selalu bilang tidak bila aku hanya minta satu ronde."


Richard tergelak. "Itu salahmu nyonya Lee. Kenapa kamu terlalu menggoda?" Richard mencium bibir Alana yang sedang cemberut.


"Baiklah, hari ini aku mengabulkan permintaan mu. Satu ronde." Alana tersenyum senang.


"Satu ronde lagi." Richard tersenyum lebar. Tangannya mulai bergerak aktif memberikan sentuhan pada Alana.


"Sudah ku duga satu ronde tidak akan mungkin terjadi." cicit Alana.


-Ozawa Inc, Ruang Kerja Matsu-


Matsu membaca informasi yang ia dapat tentang Angel. Kemarin ia mendatangi kampus Harada dan melihat Harada mengantarkan Angel.


Setelah itu ia meminta orangnya untuk mencari informasi tentang Angel. "Kamu yakin hanya ini?" Orang kepercayaannya tidak mendapatkan banyak informasi tentang Angel.


"Dia cucunya Madin? Tidak mungkin anak Marlin. Setahuku Madin hanya punya satu anak, Marlin dan dia menikah dengan Blue. Anak mereka masih kecil-kecil."

__ADS_1


"Sepertinya informasi tentang Angel sengaja ditutupi, tuan." terang orang yang berdiri di seberang mejanya.


"Yah... Gustav pasti melindungi gadis ini." Matsu dibuat semakin penasaran. Dia meminta anak buahnya untuk mengantarnya ke kampus Angel.


*****


"Apa yang kamu lakukan?" Aku memandang Yakuza gondrong ini dengan sinis. Sejak tadi dia tidak berhenti mengikutiku.


"Mengikutimu apa lagi?" aku harus menemui beberapa dosen hari ini untuk mengejar ketinggalan ku, dan Harada seperti anak ayam yang mengikuti induknya.


"Untuk apa?!" Aku bersedepak sambil meneliti wajah Harada, jangan - jangan saat latihan tadi aku menendak kepalanya terlalu keras.


"Menjagamu tentu saja. Apa lagi memangnya." dia menjawab dengan santai dan tanpa dosa.


Padahal sudah membuatku kesal setengah mati. Dosen-dosen yang aku temui gemetar dan takut saat memberiku tugas tambahan.


"Aish... aku bisa menjaga diriku sendiri. Pergi sana. Jangan membuatku malu." Dia menggeleng.


Aku membuang napas kasar. Kepalaku benar-benar perlu didinginkan.


"Sudah selesai?" tanyanya. Tidak menunggu jawabanku, Harada menarik tanganku, memaksaku mengikutinya.


Membukakan pintu untuk ku bahkan memakaikan sabuk pengaman. Entah sudah seperti apa wajahku saat ini karena napasku sudah tercekat di tenggorokan.


"Ada apa? Kenapa wajahmu pucat seperti tembok?" Orang ini tidak PEKA!


"Kau mau membunuhku? Hah?" Aku ingin sekali melempari Yakuza ini. Dia selalu melakukan apapun seenaknya.


"Kamu akan terbiasa, sayang." senyumnya membuatku semakin sebal.


Angelnya lagi ketakutan gaes, tolong seseorang jewer Harada๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚



Harada membawaku ke rumah kakek. Setelah berbincang sebentar dengan kakek dan uwak dia meninggalkan ku. Ada perlu katanya Itu bagus, aku juga malas melihatnya.


Kakek dan Aunty senyum-senyum melihat perdebatan kami yang seperti Tom dan Jerry. Tadinya aku mau pulang dengan mobilku sendiri tapi Harada tidak setuju.


Dia tetap akan menjemputku nanti. Bukan apa-apa aku jadi gak bisa ke mana-mana. Tergantung dengan Harada dan itu menyebalkan.


Solusinya seseorang akan mengantarkan mobil ke rumah, tapi kalau aku pergi Harada harus tetap jadi bayanganku alias ngintilin aku.


"Biar Harada yang menganterin kamu ke mana-mana. Nanti juga kamu terbiasa sama dia," Kakek mencoba menengahi.


Harada menjemput setelah jam makan malam. Dia datang dengan tersenyum lebar sambil membawa pesananku.

__ADS_1



"Kucingmu," Harasa menyerahkan kucing berwarna putih Abu-Abu. Kucing yang lucu.


"Beginikan caramu meminta maaf? Besok-besok aku akan minta berlian," aku menerima kucing lucu itu.


"Aku tidak minta maaf, hanya membelikan apa yang kamu mau," jawabnya sambil duduk disebelah Kakek.


"Kalian seperti sepasang kekasih sekarang," kakek ikut menimpali.


"Dia membuatku menjadi istrinya, kek," Candaku membuat semua orang yang ada di ruangn keluarga tergelak.


"Sudah punya nama untuk kucingmu?" tanya Harada.


"Aku ingin memberinya nama Sheryl tapi aku takut kamu akan jatuh cinta pada kucingku," Harada mencibirkan bibirnya.


"Mimi."


Aku dan Aunty masih ngobrol di ruang tamu, sementara Harada ikut ke ruang kerja bersama kakek dan Uwak yang baru saja datang.


"Ayo pulang," Ajak Harada setelah satu jam berada di ruang kerja. Kami benar-benar sudah seperti suami istri bukan?


Aku menurut, aku memang sudah sangat lelah dan ingin sekali tidur.


"Ini bukan jalan pulang. Kita mau kemana?"


"Apartemen," jawabnya singkat. "Sejak siang ada yang mengikuti kita. Entah kamu atau aku sasarannya. Kita tidak bisa pulang ke rumah terlalu beresiko," Harada sesekali melirik spion mungkin memastikan apa ada yang mengikuti kami.


Di basement apartemen, Harada membukakan pintu untukku. Dia waspada sekali. Meyakini keadaan aman, dia kebagian belakang mobil dan mengambil sesuatu.



"Ayo," sekarang Harada nampak menyeramkan. Harada kaku dan menyebalkan benar-benar mengeluarkan aura Yakuza nya.


***emak melekan gaes buat kalian.


like dong sama komen di gaskeun.


Mawar ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


.


.


yang anaknya lagi ujian selamat berjuang, kita sama bun.

__ADS_1


ig @bydarl.2021***


__ADS_2