
"Kenapa kita pulang kesini?" tanya Angel pada Harada. Mereka tiba di mansion Ozawa setelah pulang dari rumah sakit.
"Membiasakan dirimu berada di rumah. " Harada memeluk pundak Angel, menuntun gadis itu masuk ke dalam.
"Kenapa gugup? Ini bukan pertama kalinya kamu kesini bukan?"
"Ya dan waktu itu pun aku sama gugupnya dengan hari ini." Harada terkekeh. Angel sudah diterima oleh seluruh keluarga tapi ia masih saja gugup.
Alicia menyambut kedatangan mereka berdua dengan hangat. "Kamu antar Angel ke kamar, dia pasti lelah," kata Alicia pada putranya.
"Kamar siapa?" tanya Angel saat masuk ke dalam kamar.
"Kamar kita." Harada memeluk Angel dari belakang. Menempelkan pipinya pada pipi Angel. "Kamu suka?"
Kamar bernuansa karamel yang menenangkan dan hangat membuat penghuninya betah. Ranjang king size yang yang besar dan nyaman.
"Eemm terlalu maskulin." Angel mengedarkan pandangannya kesetiap sudut kamar.
"Kamu bisa lakukan apapun pada kamar ini," Harada mengecup leher Angel membuat gadis itu meremang.
"Aku akan mengganti dengan warna pink," ujarnya.
"Tidak masalah. Yang terpenting bukan warnanya tapi apa yang kita lakukan didalam sini." Kecupan Harada berpindah pada pundak Angel.
Mata Angel terpejam menikmati kecupan lembut Harada. Ini harus dihentikan sebelum mereka kehilangan akan sehat mereka.
"Jangan teruskan jika kamu tidak ingin berakhir dengan sabun," Desahan Angel lepas, ketika tangan Harada sudah mengusup masuk kedalam pakaiannya.
__ADS_1
"Bantu aku melakukannya,"
"Angel melotot. " Apa maksudmu?"
"Ssstt jangan khawatir dan nikmati saja." Harada membalikkan tubuh Angel hingga mereka kini saling berhadapan.
Harada menyambar bibir mungil Angel. Memberikan ciuman lembut tapi membuat Angel terbuai.
Ciuman lembut berubah menjadi ciuman panas. Angel mengalungkan tanganya pada leher Harada sementara tangan Harada menyusup kedalam kebalik pakaian Angel.
Angel melingkarkan kakinya ditinggal Harada saat berada dalam gendongan calon suaminya itu tanpa melepaskan ciuman mereka.
"Harada, jangan sekarang." ucap Angel di sela - sela ciuman panas mereka.
"Aku tidak akan melakukannya sekarang, tapi kita butuh pelepasan. Percayakan padaku. Aku tidak akan memasuki mu sebelum waktunya." Harada kembali ******* bibir Agel.
Seperti janjinya Harada tidak memasuki Angel. Mereka hanya saling memberikan sentuhan dan gesekan hingga Angel mencapai pelepasannya. Kegiatan mereka berakhir ketika Harada menumpahkan cairan kental diperut mulus Angel.
"Setelah tiga hari aku tidak akan membuang - buang kalian lagi, calon anakku." ucapnya sembari turun dari atas tubuh Angel. Mengecup panjang di kening wanitanya.
"Istirahatlah." Angel memeluk Harada, mencari posisi ternyaman nya, ditidur dengan menggunakan tangan Harada sebagai bantalnya.
Makan malam di mansion Ozawa berlangsung meriah karena menyambut kepulangan Angel dan juga kehamilan Sheryl.
Andy dan Harada saling pandang saat Kiyoshi dengan bangga mengumumkan akan ada generasi penerus yang segera lahir di tengah - tengah mereka.
Sheryl merasa jantungnya dihujani ratusan pisau mendengar Kiyoshi dan keluarga lainnya ikut bahagia atas kehamilannya. Ia hanya menunduk sedih.
__ADS_1
Harada mengucapkan selamat secara langsung pada Andy setelah makan malam. Memeluk dan menggoda sepupunya. "Luar biasa, benar - benar bibit unggul," kata Harada penuh dengan sindiran.
"Jangan menggodaku. Cepatlah menikah dan cetak anak yang banyak jadi anakku tidak akan kesepian di rumah sebesar ini," balas Andy.
"Kenapa aku merasa Sheryl tidak bahagia atas kehamilannya." Harada dan Angel sudah berada di kamar, duduk di balkon sambil melihat bintang. Angel duduk di paha Harada sambil memeluk leher pria gondrong itu.
"Eemm... biarkan lah sayang. Jangan terlalu kepo urusan orang dan jangan men-judge seseorang tanpa tahu alasan mereka." Tangan Harada yang memeluk pinggang Angel sudah menyusup masuk dan mencari dua bagian kesukaannya.
"Katamu tidak ingin membuang - buang calon anak mu lagi," sindir Angel
"Kamu terlalu cantik untuk di diamkan sayang." Harada menghentikan tanganya bermain di tempat kesukaannya itu. Ia memeluk pinggang Angel dari balik baju. Ia senang kulit mereka saling bersentuhan.
"Jadi besok kita akan menemui Gadis?"
"Eemm..." Harada membenamkan wajahnya di dada Angel meresapi irama detak jantung Angel yang terdengar seperti sedang lomba lari.
Angel sedang memikirkan dengan baik apa yang akan ia lakukan pada Gadis besok.
emak ijin promo yah...
link bisa cek d IG emak @bydarl.2021
__ADS_1