Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Hari Berkabung


__ADS_3

Ozawa berduka.


Andy ditemani Miwa dan Alicia mengantarkan Sheryl ke peristirahatan terakhirnya.


Andy sudah tidak lagi menangis, tapi ia seperti cangkang kosong. Tidak memiliki jiwa.


Suara Sheryl masih terus terdengar di telinganya.


"An, baju mu ada diatas ranjang."


"Kenapa pakai dasi yang ini? Tidak cocok dengan kemejamu."


"Jangan lupa minum vitaminmu."


"Jangan tidur terlalu malam."


"An, teh hijau mu sudah siap."


"Kemarilah, biar aku keringkan rambutmu."


Dua bulan ini Sheryl mengurusnya dengan sangat baik. Ia tidak pernah mengeluh, tidak pernah marah walaupun Andy bersikap dingin padanya. Sheryl selalu tersenyum didepan Andy, padahal tidak jarang Andy mendapati Sheryl menangis.


Kemarin adalah hari pertamanya menyentuh Sheryl setelah hampir tiga bulan menikah. Mereka baru akan memulai kehidupan rumah tangga yang normal, tapi semua sudah harus berakhir.


Miwa terus menggengam tangan putranya, memberikan kekuatan pada Andy untuk menghadapi ini semua. Sedangkan Alice memeluk pundak Andy. Andy sudah seperti putra sendiri, tentu ia akan menemani Andy melewati waktu terberatnya.

__ADS_1


Peti jenazah dimasukkan ke liang lahat. Andy menatap lubang yang makin lama semakin penuh dengan tanah. Mengubur cintanya.


"Ini yang terbaik, An. Yakinlah Sheryl sudah bahagia dan tenang."


Andy menatap nanar gundukan basah yang basa di depannya. "Mom, pulanglah."


"An... "


"Miwa, Ayo. Andy akan baik - baik saja. Dia butuh waktu. Miwa menurut. Ia mengikuti langkah Alicia meninggalkan Andy di makan Sheryl.


" Dulu, aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Harada saat mengira Angel sudah pergi. Kali ini aku merasakannya sendiri. Hanya saja kamu tidak akan kembali seperti Angel."


"Beristirahat lah dengan tenang, sayang. Aku akan menjalani hidupku dengan baik seperti janjiku padamu."


*****


Angel menghubungi Miwa menanyakan keadaan Andy. Memohon maaf karena tidak bisa menghadiri pemakamanan Sheryl.


[Tidak apa - apa Angel. Terima kasih atas perhatian mu] kata Miwa sebelum mereka menghadiri percakapan.


"Sayang kamu mau sesuatu?" Angel menyimpan ponselnya dinakas, berjalan mendekati ranjang suaminya.


"Aku butuh kamu. Kemari dan beri aku pelukan." Harada merentangakan tangannya.


Angel masuk ke pelukan Harada dengan hati - hati tidak ingin menyentuh lehernnya yang sedang menggunakan penyangga dan kelapanya.

__ADS_1


"Aku merindukkan kulitmu." Harada membelai lengan Angel.


"Jangan macam - macam sayang, aku tidak mau bertanggung jawab kalau samurai kecilmu mencari sarungnya. Jangan harap!" tolak Angel sembari turun dari ranjang. Angel tahu Harada sangat sensitif dengan hal - hal seperti ini. Bahkan Harada bisa tiba - tiba bergairah hanya karena Angel tidak sengaja menghembuskan napas di dekat telinganya.


"Ck! Lihat saja sayang, jika aku sudah sembuh aku tidak akan membiarkan mu turun dari ranjang," keluhnya.


Perhatian mereka beralih pada pintu yang terbuka. Nampak Andy berdiri diambang pintu. Keadaannya kacau siapapun dapat melihat itu.


"Antarkan aku ke markas," pintanya dengan tatapan datar.


"An, kemarilah." Harada meminta sepupunya itu. mendekat. Meraih tangan Andy menggengamnya erat.


"Aku tahu kamu marah, tapi tenangkan diri mu dulu. Istirahat lah hari ini, besok Angel akan mengantarkan mu kesana," kata Harada. "Matsu milikmu. Dia tidak akan mati sebelum kamu perintahkan."


Mendengar perkataan Harada, Andy berbalik badan meninggalkan ruang rawat Harada begitu saja dengan tatapan kosong.


"Sayang, aku akan mengantarnya pulang. Kamu tidak masalah bukan?" Angel tidak tega. Tidak yakin apakan Andy bisa sampai di mansion dengan selamat.


"Pergilah."


Angel menyambar tasnya. Berlari keluar untuk menyusul Andy yang sudah jauh didepannya.


Ia memeluk lengan Andy begitu berhasil mensejajarkan langkahnya. Memberikan semangat pada adik iparnya.


Tidak perlu kata - kata, yang Andy butuhkan saat ini adalah semua orang bersamanya, memberikan semangat untuk dirinya.

__ADS_1


__ADS_2