
Setelah pulang makan malah Harada tidak langsung tidur. Ada satu hal yang harus ia lakukan terlebih dahulu.
Harada menghubungi Ecco minta video CCTV saat Angel dilecehkan dulu. Harada sedang berusaha mencari jalan untuk memecahkan masalah ini.
Seluruh orang di rumah Wong dulu sudah diamankan Madin. Anak buah Wong dan Codet sebagian sudah menjadi anggota Pandawa, keluarga mereka juga diawasi.
Para pelayan di rumah itu, hidupnya dijamin oleh Madin. Mereka hanya pelayan yang tidak tahu apa - apa. Jadi hanya laki - laki yang disebut Harada sebagai Mr. X dan wanita yang bersamanya yang lolos.
Mereka berdua pergi sebelum Madin dan Richard sampai ke rumah itu.
Dari cara berpakaiannya Harada yakin wanita itu bukan istri Mr. X bisa jadi hanya kekasih tidak mungkin hanya wanita pemuas ranjang Mr. X
Anggap saja Mr. X sulit dilacak karena dia orang dengan kekuasan, kemungkinan besar lebih mudah melacak si wanita.
Kenapa Alfa bisa melewatkan ini?
Harada mencetak foto Mr. X dan Mrs. X. Dia menyebarkan kedua wajah yang tidak terlalu jelas pada anak buahnya.
Sebelum hari pernikahannya, ia sudah harus mendapatkan titik terang, jangan sampai dirinya membawa Angel ke dalam kandang singa.
Ditatap nya pintu kamar Angel sejenak. Amarahnya kembali naik mengingat apa yang Angel terima. Tetapi sedetik kemudian Harada tersenyum mengingat tingkah kekanakan Angel, pertengkaran kecil mereka selalu bisa membuat Harada bahagia pada akhirnya.
Harada mengantarkan Angel ke apartemen untuk bertemu dengan orang tuanya. Setelah berbasa - basi Harada pamit.
__ADS_1
Ia sudah mendapatkan alamat para pelayan yang bekerja di rumah Wong, jadi hari ini dia akan mendatangi beberapa orang yang lokasi rumah tidak terlalu jauh.
Dia harus kembali sebelum makan siang, karena akan makan siang dengan keluarga Angel.
Namanya Pak Tan. Kepala pelayan di rumah Wong. Setelah ditangkap oleh Pandawa, dia menjalani hidupnya sebagai guru bahasa Mandarin.
"Harada-san," Pak Tan membungkuk menyambut kedatangan Harada.
"Saya ingin bicara," Ujar Harada datar.
"Anda masih ingat kejadian empat belas tahun yang lalu di rumah Wong? Saat Pandawa menyerang?" Kini mereka sudah duduk saling berhadapan.
"Saya tidak akan bisa lupa, Harada-san,"
Ingatan Pak Tan kembali pada kejadian 14 tahun yang lalu. Saat Tuan Wong dan Nyonya Sarah menyekap ibu dan anak, yang akhirnya itu tahu mereka adalah Alana dan Angel.
"Memang ada tamu yang datang. Dua orang," Pak Tan mendapatkan kembali ingatannya.
"Tapi saya tidak pernah tahu siapa nama laki - laki itu. Setiap kali dia datang, Tuan Wong memanggilnya dengan sebutan Ketua. Seorang lagi wanita. Ratna. Dia salah satu wanita Wong." tambahnya.
"Pria itu seperti apa wajahnya?"
"Entahlah Harada-san, saya tidak bisa mengingat dengan pasti. Yang pasti dia orang Jepang."
__ADS_1
"Ratna ini dimana aku bisa menemuinya?" Harada semakin penasaran.
"Anda tahu Harada-san orang terakhir memberikan informasi ini pada Madin, berakhir dengan kepala terpenggal. Jadi saya tidak akan membahayakan hidup saya,"
"Kalau begitu kamu tinggal memiliki Pak Tan, kepala mu akan ditebas oleh ku atau orang yang tidak kami kenal," Harada meletakkan pedangnya diatas meja. Sontak saja Pak Tan gemetar.
"Harada-san, Madin sudah berjanji tidak akan menyakiti kami --" ucapnya ketakutan
"Aku tinggal mengatakan kamu berkhianat. Jadi tentukan pilihan mu, Pak Tan. Aku tidak suka menunggu,"
Pak Tan meminjam ponsel Harada menghubungi seseorang dan bicara dalam bahasa Mandarin yang tidak Harada mengerti. Setelah itu Pak Tan mengetikkan sesuatu pada ponsel Harada.
"Rahasiakan aku pernah bertanya, maka kamu akan selamat. Aku pun menganggap hari ini tidak pernah bertemu denganmu," Harada membaca pesan yang ditulis Pak Tan. Sebuah alamat.
Tidak mungkin bagi Harada untuk pergi ke alamat yang Pak Tan berikan. Sudah hampir makan siang, jadi Harada memutuskan untuk kembali ke apartemen.
***bab terakhir hari ini, pendek aja yah...
lanjut lagi besok.
yg sudah like, komen, kasi gift dan vote makasi yah...
tampol like, komen, gift dan vote yang banyak yah... biar sampe ngap nih Angel dan Harada.
__ADS_1
follow ig @bydarl.2021***