
Pov Author
Hiraku melempar ponselnya karena sejak semalam ia tidak berhasil menghubungi orang yang ia tugaskan untuk menculik Angel.
"Ada apa papa?" Matsu baru saja kembali ke mansion Ozawa. Kiyoshi mengumpulkan semua orang hari ini.
"Sepertinya orang suruhan papa gagal menculik Angel. Mereka menghilang seperti ditelan bumi," Jawab Hiraku geram.
"Kenapa papa ceroboh sekali. Bagaimana bisa Blue atau Madin sampai tahu ini ulah papa?" Matsu menuangkan wiski, mengisi gelasnya dengan beberapa potong es batu.
"Jangan khawatir anggota Kuroi Kage dilatih untuk setia sampai mati," Kata Hiraku dengan yakin.
"Ada apa si Tua Kiyoshi mengumpulkan kita semua?"
Hiraku menaikkan pundak nya, "Ayolah kita turun. Entah apalagi yang direncanakan oleh tua bangka itu," Hiraku merangkul pundak anak kesayangannya berjalan bersama ke ruang keluarga
Kiyoshi yang sudah melihat seluruh anggota berkumpul berdiri bersiap memberi pengumuman pada mereka semua. "Malam ini, kita akan bertemu dengan keluarga Richard Lee. Kalian semua tentu tahu siapa Richard Lee,"
"Wah... sepertinya ini kabar baik," Andy terlihat bersemangat, tetapi tidak dengan Matsu Hiraku. Mereka berharap Kiyoshi tidak membuat keputusan yang merugikan mereka dan mengancam keadaan mereka.
"Kamu benar," Kiyoshi menjentikkan jarinya. "Malam ini aku akan melamar putri Richard, Angel untuk menjadi istri Harada,"
Bbrrhhh...
Sheryl yang duduk disamping Andy menyemburkan minumannya. "Hati-hati," Andy memberikan tissu pada Sheryl.
Sheryl melirik Matsu sekilas, Matsu mengangguk samar mengkode agar Sheryl tetap tenang.
"Kenapa mendadak, ojisan?" Hagia - Ayah Andy menyuarakan pendapatnya.
"Aku dan Madin sudah merencanakan ini sejak lama," Kilah Kiyoshi. "Kebetulan Richard dan keluarganya sedang ada disini, jadi aku mempercepat acara lamaran ini,"
"Bersiaplah. Aku dan Harada akan ke rumah Madin terlebih dahulu. Kita bertemu di hotel nanti malam," Harada mengikuti langkah kaki kakeknya meninggalkan Mansion.
"Papa bagaimana ini? Jika Harada menikah lebih dulu dari pada Andy, bisa dipastikan Harada menggantikan posisi Si Tua Kiyoshi. Tidak akan mudah bagi kita untuk mengendalikan Ozawa," Matsu berjalan mundar - mandir di kamar Hiraku.
"Matsu tenanglah. Mereka tidak akan langsung menikah bukan? Kita masih punya waktu sampai hari pernikahan. Kita akan lakukan sesuatu untuk membatalkan pernikahan itu. Kita punya banyak amunisi," Hibur Hiraku.
"Kamu benar, papa," Matsu menyeringai licik. Tentu saja dia akan memanfaatkan semua kekuatan yang ia punya, Sheryl dan masa lalu Angel.
*****
Kedua keluarga berkumpul di restoran yang sudah disewa oleh keluarga Ozawa. Anak buah Pandawa dan juga Ozawa berjaga - jaga diarea hotel khususnya restoran. Jangan sampai acara ini berantakan.
Kursi disusun menjadi dua kelompok. Untuk keluarga Lee dan Gustav juga untuk keluarga Ozawa.
__ADS_1
Richard dan keluarganya sudah menempati posisi mereka menunggu kedatangan keluarga calon besan mereka.
Angel tampil sederhana dengan balutan dress merah. Wajah cantiknya hanya dipoles make up tipis. Walaupun sederhana tidak membuat Angel kehilangan pancaran kecantikan alaminya.
Madin menyambut kedatangan calon besan nya. Seluruh keluarga kecuali Aito - adik Kiyoshi yang sedang berada di Jepang. Andy juga membawa Sheryl bersamanya.
Seperti sehati Harada juga memakai setelah jas berwarna merah, sama dengan Angel. Ia terlihat gagah dengan rambut yang diikat rapi kebelakang.
Kedua keluarga saling menyapa dan berkenalan. Sudah lama sejak terakhir kali keluarga Ozawa bertemu Richard.
Madin yang pertama kali memberi sambutan. Kemudian disusul oleh Kiyoshi.
"Keluarga Ozawa sudah mengenal dengan dekat dengan keluarga Gustav, bahkan Harada adalah murid sang Alfa sendiri," Puji Kiyoshi.
"Richard Lee juga bukan orang baru bagi keluarga kami. Dia adalah sahabat putra Kami Hideyoshi," lanjutnya.
"Malam ini, aku mewakili putraku untuk melamar Angel Lee sebagai istri dari cucuku Harada Ozawa," Kiyoshi menunjuk ke arah Harada.
Harada yang namanya disebut, bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Kiyoshi. Begitu pun dengan Angel, ia berjalan mendekati Madin.
"Angel Lee, hari ini di hadapan seluruh anggota keluarga kita, aku ingin meminta mu untuk menjadi pendamping hidupku. Menjadi teman, sahabat, pacar, istri, kritikus, penyemangat untukku. Aku tidak sempurna tapi aku tahu kita akan punya kehidupan yang sempurna seperti kedua orang tua kita," ucap Harada tulus.
"Jadi, Angel maukah kamu menikah dengan ku?" Lanjutnya.
Mendapat anggukan kepala dari Angel, Harada menyematkan cincin solitaire dengan warna rose gold bertabur berlian.
Suasana ruangan meriah dengan tepuk tangan anggota keluarga yang datang kecuali Sheryl dan Matsu.
Sheryl kesal karena Harada memilih orang lain. Membayangkan Harada bersama gadis lain membuat Sheryl murka.
Matsu dan Hiraku tentu saja harus memutar otak mencari cara lain untuk mencegah Harada mengambil alih Ozawa.
"Aku tidak rela Harada menjadi milik orang lain," bisik Sheryl yang sedang duduk disamping Matsu.
"Aku juga. Kita harus memikirkan cara untuk menggagalkan pernikahan ini. Jangan sampai kekuasaan Ozawa jatuh ke tangan Harada," balas Matsu.
Secara bergantian anggota keluarga memberikan selamat pada Angel dan Harada. Termasuk Sheryl dan Matsu.
__ADS_1
"Selamat atas pertunangan kalian," Matsu memberikan senyum terbaiknya. "Semoga lancar hingga hari pernikahan," sambungnya penuh arti.
"Matsu-san. Sudah aku duga kalian saling mengenal," tidak menjawab begitu Harada.
"Harada," Angel menarik jas Harada dengan kuat saat mendengar suara itu. Angel bahkan menempelkan dirinya pada Harada, menunduk tidak mau mengangkat wajahnya.
Harada yang menyadari perubahan sikap Angel, justru berdiri didepan Angel, menghalangi Hiraku melihat Angel. "Ojisan," Harada membalas uluran tangan Hiraku.
"Ada apa dengan tunanganmu?" Hiraku berusaha melihat wajah Angel lebih jelas.
Angel yang merasa suara Hiraku sangat dekat, menarik jas Harada semakin kuat. "Tunanganmu seperti sedang ketakutan," tebak Hiraku.
"Bukan, Ojisan. Riasan nya berantakan. Aku akan mengantarkannya ke toilet dulu," Harada merangkul pundak Angel, memapahnya ke toilet.
Harada merasakan tubuh Angel bergetar. Ia tahu Angel sedang ketakutan, tapi tidak menanyakan apapun.
Harada memastikan Angel masuk ke dalam toilet bahkan menunggu di depan pintu toilet.
Sepuluh menit waktu yang terlalu lama untuk berada didalam toilet. Harada memutuskan untuk masuk ke dalam.
Angel duduk di lantai sambil memeluk kedua lututnya. Wajahnya pucat, keringat sudah membasahi rambutnya.
"Ayo bangun," Harada membantu Angel berdiri. membimbing Angel turun ke meja resepsionis. Harada menyewa kamar untuk mereka berdua.
"Istirahat lah, kamu tidak mungkin kembali kesana dengan keadaan seperti ini." kata Harada lembut sambil mengusap pucuk kepala Angel.
"Jangan pergi, aku takut dia kembali," pinta Ang dengam memohon.
"Aku tidak akan pergi. Tidurlah. Aku akan minta Aunty membawakan pakaian gantimu."
Harada memendam pertanyaan untuk dirinya sendiri. Dia akan mencari tahu jawabannya. Dan jika kecurigaannya benar, Harada tidak akan mengampuni orang itu.
Udah meleleh sama kata-kata Harada terus dibikin kesel sama Hiraku😡😡
.
.
like, komen dan gift ya gaes...
vote boleh lah... emak Terima dengan tangan terbuka😅😅
.
.
__ADS_1
sejauh ini part mana favorit kalian?