
Di rumah sakit Harada mengumpat
Blue habis – habisan karena membiarkan istrinya pergi ke mansion seorang diri.
“Bagaimana bila sesuatu terjadi padanya?! Sialan! Kenapa kamu membiarkan
istriku pergi kesana sendiri?!”
Blue memilih diam dan menerima
segala umpatan Harada. “Yang waras ngaplah,” ejeknya sambil memainkan
ponselnya.
“Aku sedang marah padamu, sialan!
Jika sesuatu terjadi pada Angel aku bersumpah akan membuatmu tidak bisa
memuaskan Aunty Marlin seumur hidupmu!” makinya.
“Mau menonton film? Aku punya
film seru,” Blue menyerahkan ponselnya pada Harada.
“Aku sedang mengkhawatiran istriku sialan! Kenapa menyuruhku menonton
film.”
”Lihat dulu, kamu akan suka dengan pemeran utamanya.” Blue yang meletakkan
ponsel dihadapan Harada membuat Harada terpaksa melihat benda pipih itu.
”Angel?” Harada menoleh sesaat pada Blue.
”Aku mengirim Ecco kesana dan mainan barunya. Aku juga sudah mengirim
beberapa orang untuk membantu Angel, mereka akan bergerak jika dibutuhkan.”
jelas Blue.
Ecco menerbangkan drone nya disekitar Angel hingga Harada bisa melihat
dengan jelas bagaimana Angel melumpuhkan musuh-musuhnya dengan tembakan yang
selalu akurat. ”Wow!”
”Masih khawatir?!” tanya Blue sambil mengejek. ”Dia juga keponakanku, apa
kamu pikir aku akan membiarkannya menghadapi bahaya seorang diri?” Blue
mendudukan dirinya disofa, membiarkan Harada mengaggumi aksi istrinya lewat
layar ponsel miliknya.
*****
Kembali ke Mansion
Andy yang masuk ke mansion dari pintu utama sudah siap menghadapi Matsu.
Dengan sifat Matsu yang mudah marah, ia bisa memprovokasi sepupu tirinya itu
untuk bertarung one on one. Hanya itu kesempatannya untuk menang. Walaupun ia
tahu jika duel pedang, dirinya jauh di bawah Matsu, tetapi Andi tidak akan
menyerah semudah itu.
”Andy. Sepupuku.” Matsu menyambut kedatangan Andy. Ia duduk bersebelahan
dengan Sheryl di sofa.
Andy tidak memperdulikan sapaan Matsu. Ia mendekati Miwa dan Alicia yang
duduk dilantai dengan tangan terikat. ”Mom, Aunty kalian tidak apa – apa?” Andy
__ADS_1
meraba wajah ibunya, menghapus air matanya yang membasahi pipi Miwa.
”Tolong istrimu,” pinta Miwa.
”Tentu, Mom. Tunggulah disini.” Andy melangkahkan kakinya mendekati Matsu.
”Hai sayang, kamu tidak apa-apa?” pandangan Andy dipenuhi oleh istrinya
yang terisak. Ia berusaha menahan
emosinya agar tidak menyerang Matsu saat itu juga, tidakn ingin membahayakan
Sheryl yang sedang duduk bersama Matsu.
”Aku tidak apa-apa, An. Tolonglah Mommy.” Jawab
Sheryl.
“Apapun yang kamu inginkan tidak, kami tidak akan bisa memberikannya.
Seharunya kamu tidak membuat Harada terbaring di rumah sakit. Karena hanya dia
yang mampu meengabulkan keinginanmu.”
”Sayang sekali, aku sangat berharap kamu bisa membantuku.” Matsu
menempelkan ujung pedangnya pada perut buncit Sheryl.
Sheryl menegang. Ia memundurkan tubuhnya, tidak ingin pedang itu melukai
perutnya. ”Kamu gila! Kamu bisa melukai anakku!” hardik Sheryl.
”Kamu ingin aku membantu mu? Lalu apa yang akan aku dapatkan?” Andy melihat
Jason dan Angel dibelakang sana sedang melupuhkan anak buah Matsu. Ia tahu ia
harus memberi waktu pada Angel untuk mencari tempat yang tepat.
Matsu menatap Andy dengan lekat mencoba mencerna maksud kata – kata Andy. ”Kamu
bisa memiliki Sheryl,” katanya.
mencintai sekarang. Menunggu buah hati kami lahir. Aku tidak perlu dirimu untuk
membuat istriku menjadi milikku seutuhnya,” ejek Andy.
”Dia hanya bekasku!” Hardik Matsu. Ia cemburu. Tadinya Matsu ingin membuat Andy
kesal dan cemburu tetapi yang terjadi justru sebaliknya.
“Bekas? Benarkah? Mana ada bekas yang sebagus istriku? Aku akan berterima kasih padamu karena
kamu merelakan Shery untukku.” Andy menyunggingkan senyum mengejek.
Matsu bangkit dari duduknya karena emosi. Menyerang Andy dengan pedangnya,
dengan cepat Andy menghindar, pedang Matsu mengenai sofa.
Andy melirik Angel sekilas, Angel sudah ditempatnya. Senjatanya pun sudah
siap terarah pada Matsu, sekarang tinggal dirinya harus bisa membuat Matsu
ditempat terbuka agar Angel dengan mudah bisa membidik Matsu.
Andy mengambil pedang yang tergeletak di
lantai. Mengeluarkan pedang dari sarungnya dan bersiap dengan posisi bertahan.
TRANG! TRANG! Pedang saling beradu. Andy lebih banyak bertahan dan tidak
menyerang Matsu. ”Lawan aku bangsat!” seru Matsu sambil terus mengarahkan
pedangnya pada Andy. ”Aku akan membunuhmu karena sudah berani mengambil wanita
dan anakku!”
__ADS_1
SPASH!
”ANDY!” teriak Sheryl yang melihat
tangan Andy tergores pedang Matsu.
“Aku tidak apa – apa sayang. Ini hanya luka kecil.”
”Luka kecil? Kalau begitu aku akan membuat luka yang lebih besar!
Membunuhmu di depan istri dan ibumu!” Matsu semakin murka. Ia terus mengejar
Andy yang berjalan ketempat yang lebih luar dimana Matsu bisa terlihat jelas
oleh Angel tanpa terhalangi oleh sofa atau tubuh Alicia dan Miwa.
Matsu mengangkat pedangnya, setengah berlari mendekati Andy dengan pedang
yang siap menembas tubuh Andy.
DOR!
Sebuah peluru bersarang pada kaki Matsu yang membuat Matsu tersungkur jatuh
ke lantai. Darah merembes dicelana Matsu.
DOR!
Sebelah satu tembakan lagi mengenai kaki Matsu yang lain.
”Aaarrggg!” Matsu yang terjatuh dengan posisi tengkurap berusaha sekuat tenaga
membalik badannya, mencari – cari dimana si penembak berada. Saat itu juga
sebuat titip merah berada di dadanya.
Angel keluar dari tempatnya dengan senapan yang membidik jantung Matsu. ”Tetap
ditempatmu atau peluru ini benar – benar akan bersarang di jantungmu.” kata
Angel sambil menuruni anak tangga.
Satu tangannya masih mengarahkan senjata ke Matsu, Angel mendekati Miwa dan
Alicia. Dibantu Jason Angel melepaskan ikatan kedua wanita paruh baya itu. Andy
melihat situasi sudah terkendali berlari mendekati Sheryl.
Menangkup wajah istrinya, memberikan kecupan bertubi – tubi pada Sheryl. Kelegaan
jelas terpancar di wajahn Andy.
Matsu berusaha berdiri. Ia bertumpu pada pedangnya, mengeluarkan tanto
(pedang kecil mirip pisau) dari balik jaketnya. Mengeluarkan tanto dari
sarungnya dan melempar tantonya ke arah Andy.
”ANDY!” Sheryl yang lihat itu
mendorong Andy ke arah samping,
JLEB! Tanto tertancap pada perut
Sheryl. Tubuh Sheryl melorot ke lantai. Andy merangkak mendekati Sheryl
meletakkan kepala Sheryl dipangkuannya.
Angel menghampiri Matsu dan menendang perut pria itu. Memberikan pukulan
bertubi – tubi pada wajah Matsu. Mengeluarkan
sebuah pistol yang ada di pinggangnya.
DOR! Peluru melesat ke pundak
__ADS_1
Matsu membuat Matsu lemah tidak berkutik. “Kamu
tidak akan mati dengan mudah.” BUGH! Angel memukul tengkuk Matsu dengan gagang pistolnya hingga pingsan.