Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Kekalahan Matsu


__ADS_3

Di rumah sakit Harada mengumpat


Blue habis – habisan karena membiarkan istrinya pergi ke mansion seorang diri.


“Bagaimana bila sesuatu terjadi padanya?! Sialan! Kenapa kamu membiarkan


istriku pergi kesana sendiri?!”


Blue memilih diam dan menerima


segala umpatan Harada. “Yang waras ngaplah,” ejeknya sambil memainkan


ponselnya.


“Aku sedang marah padamu, sialan!


Jika sesuatu terjadi pada Angel aku bersumpah akan membuatmu tidak bisa


memuaskan Aunty Marlin seumur hidupmu!” makinya.


“Mau menonton film? Aku punya


film seru,” Blue menyerahkan ponselnya pada Harada.


“Aku sedang mengkhawatiran istriku sialan! Kenapa menyuruhku menonton


film.”


”Lihat dulu, kamu akan suka dengan pemeran utamanya.” Blue yang meletakkan


ponsel dihadapan Harada membuat Harada terpaksa melihat benda pipih itu.


”Angel?” Harada menoleh sesaat pada Blue.


”Aku mengirim Ecco kesana dan mainan barunya. Aku juga sudah mengirim


beberapa orang untuk membantu Angel, mereka akan bergerak jika dibutuhkan.”


jelas Blue.


Ecco menerbangkan drone nya disekitar Angel hingga Harada bisa melihat


dengan jelas bagaimana Angel melumpuhkan musuh-musuhnya dengan tembakan yang


selalu akurat. ”Wow!”


”Masih khawatir?!” tanya Blue sambil mengejek. ”Dia juga keponakanku, apa


kamu pikir aku akan membiarkannya menghadapi bahaya seorang diri?” Blue


mendudukan dirinya disofa, membiarkan Harada mengaggumi aksi istrinya lewat


layar ponsel miliknya.


*****


Kembali ke Mansion


Andy yang masuk ke mansion dari pintu utama sudah siap menghadapi Matsu.


Dengan sifat Matsu yang mudah marah, ia bisa memprovokasi sepupu tirinya itu


untuk bertarung one on one. Hanya itu kesempatannya untuk menang. Walaupun ia


tahu jika duel pedang, dirinya jauh di bawah Matsu, tetapi Andi tidak akan


menyerah semudah itu.


”Andy. Sepupuku.” Matsu menyambut kedatangan Andy. Ia duduk bersebelahan


dengan Sheryl di sofa.


Andy tidak memperdulikan sapaan Matsu. Ia mendekati Miwa dan Alicia yang


duduk dilantai dengan tangan terikat. ”Mom, Aunty kalian tidak apa – apa?” Andy

__ADS_1


meraba wajah ibunya, menghapus air matanya yang membasahi pipi Miwa.


”Tolong istrimu,” pinta Miwa.


”Tentu, Mom. Tunggulah disini.” Andy melangkahkan kakinya mendekati Matsu.


”Hai sayang, kamu tidak apa-apa?” pandangan Andy dipenuhi oleh istrinya


yang  terisak. Ia berusaha menahan


emosinya agar tidak menyerang Matsu saat itu juga, tidakn ingin membahayakan


Sheryl yang sedang duduk bersama Matsu.


”Aku tidak apa-apa, An. Tolonglah Mommy.” Jawab


Sheryl.


“Apapun yang kamu inginkan tidak, kami tidak akan bisa memberikannya.


Seharunya kamu tidak membuat Harada terbaring di rumah sakit. Karena hanya dia


yang mampu meengabulkan keinginanmu.”


”Sayang sekali, aku sangat berharap kamu bisa membantuku.” Matsu


menempelkan ujung pedangnya pada perut buncit Sheryl.


Sheryl menegang. Ia memundurkan tubuhnya, tidak ingin pedang itu melukai


perutnya. ”Kamu gila! Kamu bisa melukai anakku!” hardik Sheryl.


”Kamu ingin aku membantu mu? Lalu apa yang akan aku dapatkan?” Andy melihat


Jason dan Angel dibelakang sana sedang melupuhkan anak buah Matsu. Ia tahu ia


harus memberi waktu pada Angel untuk mencari tempat yang tepat.


Matsu menatap Andy dengan lekat mencoba mencerna maksud kata – kata Andy. ”Kamu


bisa memiliki Sheryl,” katanya.


mencintai sekarang. Menunggu buah hati kami lahir. Aku tidak perlu dirimu untuk


membuat istriku menjadi milikku seutuhnya,” ejek Andy.


”Dia hanya bekasku!” Hardik Matsu. Ia cemburu. Tadinya Matsu ingin membuat Andy


kesal dan cemburu tetapi yang terjadi justru sebaliknya.


“Bekas? Benarkah? Mana ada bekas yang sebagus istriku? Aku akan berterima kasih padamu karena


kamu merelakan Shery untukku.” Andy menyunggingkan senyum mengejek.


Matsu bangkit dari duduknya karena emosi. Menyerang Andy dengan pedangnya,


dengan cepat Andy menghindar, pedang Matsu mengenai sofa.


Andy melirik Angel sekilas, Angel sudah ditempatnya. Senjatanya pun sudah


siap terarah pada Matsu, sekarang tinggal dirinya harus bisa membuat Matsu


ditempat terbuka agar Angel dengan mudah bisa membidik Matsu.


Andy mengambil pedang yang tergeletak di


lantai. Mengeluarkan pedang dari sarungnya dan bersiap dengan posisi bertahan.


TRANG! TRANG! Pedang saling beradu. Andy lebih banyak bertahan dan tidak


menyerang Matsu. ”Lawan aku bangsat!” seru Matsu sambil terus mengarahkan


pedangnya pada Andy. ”Aku akan membunuhmu karena sudah berani mengambil wanita


dan anakku!”

__ADS_1


SPASH!


”ANDY!” teriak Sheryl yang melihat


tangan Andy tergores pedang Matsu.


“Aku tidak apa – apa sayang. Ini hanya luka kecil.”


”Luka kecil? Kalau begitu aku akan membuat luka yang lebih besar!


Membunuhmu di depan istri dan ibumu!” Matsu semakin murka. Ia terus mengejar


Andy yang berjalan ketempat yang lebih luar dimana Matsu bisa terlihat jelas


oleh Angel tanpa terhalangi oleh sofa atau tubuh Alicia dan Miwa.


Matsu mengangkat pedangnya, setengah berlari mendekati Andy dengan pedang


yang siap menembas tubuh Andy.


DOR!


Sebuah peluru bersarang pada kaki Matsu yang membuat Matsu tersungkur jatuh


ke lantai. Darah merembes dicelana Matsu.


DOR!


Sebelah satu tembakan lagi mengenai kaki Matsu yang lain.


”Aaarrggg!” Matsu yang terjatuh dengan posisi tengkurap berusaha sekuat tenaga


membalik badannya, mencari – cari dimana si penembak berada. Saat itu juga


sebuat titip merah berada di dadanya.


Angel keluar dari tempatnya dengan senapan yang membidik jantung Matsu. ”Tetap


ditempatmu atau peluru ini benar – benar akan bersarang di jantungmu.” kata


Angel sambil menuruni anak tangga.


Satu tangannya masih mengarahkan senjata ke Matsu, Angel mendekati Miwa dan


Alicia. Dibantu Jason Angel melepaskan ikatan kedua wanita paruh baya itu. Andy


melihat situasi sudah terkendali berlari mendekati Sheryl.


Menangkup wajah istrinya, memberikan kecupan bertubi – tubi pada Sheryl. Kelegaan


jelas terpancar di wajahn Andy.


Matsu berusaha berdiri. Ia bertumpu pada pedangnya, mengeluarkan tanto


(pedang kecil mirip pisau) dari balik jaketnya. Mengeluarkan tanto dari


sarungnya dan melempar tantonya ke arah Andy.


”ANDY!” Sheryl yang lihat itu


mendorong Andy ke arah samping,


JLEB! Tanto tertancap pada perut


Sheryl. Tubuh Sheryl melorot ke lantai. Andy merangkak mendekati Sheryl


meletakkan kepala Sheryl dipangkuannya.


Angel menghampiri Matsu dan menendang perut pria itu. Memberikan pukulan


bertubi – tubi pada wajah Matsu. Mengeluarkan


sebuah pistol yang ada di pinggangnya.


DOR! Peluru melesat ke pundak

__ADS_1


Matsu membuat Matsu lemah tidak berkutik. “Kamu


tidak akan mati dengan mudah.” BUGH! Angel memukul tengkuk Matsu dengan gagang pistolnya hingga pingsan.


__ADS_2