
Angel berkumpul dengan Blue, Ecco dan Andy di luar ruang ICU. Memperhatikan gambar dari kamera CCTV jalan yang berhasil didapatkan oleh Ecco.
Tangan Angel mengepal melihat motor Harada yang meledak dan Harada yang terpental. Belum lagi saat Harada yang sudah lemah dikeroyok oleh banyak orang.
"Andy, berikan akses pada Om Ecco untuk melihat CCTV di kantor. Kemungkinan besar meraka memasang bom itu di kantor. Aku juga mau cocokan wajah orang yang menyerang Harada dengan data base pandawa,"
Blue dan Andy saling berpandangan. Mereka merasakan perubahan Angel. Tatapannya jelas menunjukkan kemarahan. Tapi bicara begitu tenang tanpa emosi.
"Bagaimana keadaan di mansion?" tanya Angel.
"Aku sudah gandakan pengamanan.
Angel bersandar pada kursi. Mengehela napas panjang. Baru semalam Harada tidak bersama, tetapi urusan keluarga Ozawa terasa begitu berat.
"Bagaimana Harada?" tanya Andy kemudian.
Angel menggeleng. "Semoga hari ini dia menunjukkan kemajuan."
"Sudah makan?" tanya Blue. Angel menggeleng.
"Angel butuh kopi, wak." Mendengar itu Blue meminta salah satu anak buahnya membelikan kopi untuk Angel.
"Menurutmu berapa banyak orang yang Matsu punya?" kata Angel lagi sambil menatap pi tu kamar Harada.
"Menurutku bukan berapa banyak yang penting, tapi orang seperti apa. Kalau hanya sekumpulan preman, kita dengan mudah bisa mengurus mereka." Angel mengangguk paham mendengar penjelasan Blue.
"Tidak bisa kan kita bertanya apa Elisabeth? Dia pernah di Kuroi Kage. Dia pasti tahu sesuatu,"
__ADS_1
"Uwak akan tanyakan nanti," sahut Blue.
*****
Angel duduk di sebelah Harasa setelah Andy pergi. Meraba jari dan cincin yang melingkar di jarinya.
"Aku merindukanmu. Baru sehari aku kehilangan suaramu tapi rasanya sudah lama sekali,"
"Kamu sedang menghukumku hem? Bangunlah sayang..." Angel meletakkan kepalanya di ranjang sambil terisak.
Ponselnya berdering, ada nama Andy tertera disana. "Iya."
[Mansion diserang! Tetap di rumah sakit jaga Harada. Matsu menginginkan segel keluarga. Aku kakek sudah menyerahkan segel itu pada Harada bukan?] Suara Andy panik
"Bagaimana dengan Mom dan yang lainnya?"
[Dengarkan aku, apapun yang terjadi Matsu tidak boleh mendapatkan segel itu. Dengan Segel itu dia bisa dia bisa menguasai Ozawa dan seluruh asetnya.]
[Jangan pergi kemana-mana! Kamu dengar aku Angel! Serahkan mansion padaku. Jaga Harada! Kamu tahu dimana segel itu buka?]
"Ya aku tahu. Dia menyem ----"
[Jangan katakan! Simpan rahasia itu bersamamu] seru Andy. [Baiklah aku pergi. Jaga diri kalian.] Andy menutup teleponnya.
Angel menatap Harada yang terbaring dengan tenang. "Kamu tahu dia mencari segel itu bukan? Itu sebabnya kamu menyimpannya disana?"
Flashback On
__ADS_1
Dihari Angel dan Harada kembali ke Mansion. Kiyoshi bukan hanya menghadiahkan Angel sebuah pedang tetapi juga menyerahkan segel keluarga kepada Harada.
"Jaga ini dengan seluruh dihidupmu. Bukan hanya musuh keluarga tetapi juga keluarga sendiri mengincar segel ini." Kiyoshi menyerahkan sebuah kotak kecil. Didalamnya berisi segel keluarga Ozawa yang diberikan secara turun temurun kepada pemimpin Ozawa. Batu kecil dengan ukuran nama Ozawa dan dibawahnya.
Segel itu penting karena untuk urusan dokumen penting yang mengatasnamakan Ozawa dan harus melalui persetujuan pemimpin memerlukan segel itu. Jadi siapapun yang memegang segel itu pasti diakui sebagai pemimpin Ozawa dan berkuasa melakukan apapun atas nama Ozawa.
"Aku ingin membawamu ke suatu tempat," kata Harada saat mereka selesai membereskan barang - barang yang ada di rumah lama mereka.
Harada mengarahkan mobilnya menuju sebuah makam. "Kita akan ke makam siapa?" tanya Angel heran.
"Makan Angel," sahut Harada. Ia memarkir mobilnya dan membantu Angel keluar. Menuntun istrinya berjalan menuju makan "Angel"
"Kita harus berterima kasih padanya bukan? Dia menggantikan posisimu, mendengarkan seluruh keluh kesahku tanpa protes. Kita bahkan tidak tahu siapa dia." Harada berhenti di depan makan yang selama ini mereka pikir makam Angel."
"Kamu benar. Dia menjaga mu tetap waras tidak tergoda oleh rayuan Gadis." Angel membungkuk memberi hormat.
"Aku juga akan memberi dia tugas tambahan." Harada mengeluarkan kotak segel pemberian Kiyoshi. Menyembunyikannan disela-sela bagi nisan Angel palsu.
"Ini tempat teraman. Siapapun yang mencari ini pasti akan mencari di tempat tinggal kita, bisa apartemen, Mansion atau bahkan rumah lama kita. Mereka tidak akan berpikir orang mati yang menjaga segel ini."
Angel memeluk lengan Harada. Mereka kembali membungkuk memberi hormat. "Kami mohon bantuanmu," Ujar Harada.
Flashback off
satu lagi agak siang yah...
__ADS_1