
Harada mengarahkan motornya ke sebuah butik yang menyediakan pakaian khas Korea, hanbok.
"Maaf, mom kami terlambat," Angel mencium punggung tangan Alicia.
"Tidak masalah. Mommy juga baru sampai." Alicia membawa Angel masuk ke dalam pelukkan nya. "Ayo kita pilih hanbok untuk kalian.
Pegawai butik mengeluarkan beberapa koleksi mereka. Angel meraba setiap baju untuk merasakan tekstur kain yang digunakan.
"Semuanya sangat cantik, Mom." Tangan Angel berhenti pada gaun yang berwarna biru muda. "Aku mau yang ini."
"Silahkan dicoba dulu, nona."
"Bagaimana, Mom?" Angel keluar dari kamar gantin dengan menggunakan hanbok pilihannya.
"Cantik," puji Alicia.
Kami mendapatkan semua pakaian yang kami butuhkan. Setelah itu Angel berpamitan karena akan pergi ke apartemen Richard.
"Appa." Angel berhambur memeluk Richard.
"Wo... wo... hati - hati calon pengantin kamu bisa celana nanti." Richard yang tidak siap terhuyung ke belakang.
"Mana Eomma?" Angel melepaskan pelukannya.
"Di kamar," Richard mendekati Harada. Harada membungkuk memberikan salam. "Ayo duduk," ajaknya.
"Bagaimana persiapannya?" tanya Richard membuka percakapan.
"Semua lancar, Appa."
__ADS_1
Richard menegakkan duduknya kemudian berdeham.
"Kamu sudah siap menikah dengan Angel?" tanya Richard serius.
"Tentu, Appa. Sangat siap."
"Aku tahu kamu sangat mencintai Angel. Terima kasih sudah mencintai putri begitu dalam. Angel, dia... "
"Kamu tahu masa lalunya, dia ---"
"Aku tidak mempermasalahkan Appa." Harada memotong. "Bagiku Angel cantik dan suci tak ada yang bisa merubah itu."
Richard mengangguk. "Terima kasih."
"Putriku mengalami hal berat dimasa kecilnya, tolong jangan sakitin dia lagi. Jika dia melakukan kesalahan tegur dia dengan baik. Jika kamu merasa tidak sanggup, katakan padaku. Aku yang akan menegurnya." Pesan Richard
"Emosi laki - laki suka tidak terkontrol. Saat kamu berada dalam situasi seperti itu aku sarankan lebih baik menyendiri untuk beberapa waktu. Tidak baik melampiaskan kemarahan kita pada istri atau anak," kata Richard.
"Baik Appa. Aku akan mengingat pesan Appa. Aku berjanji akan menjaga Angel dengan baik tidak akan melukainya walau seujung kuku."
"Apa yang kalian bicarakan?" Angel dan Alana keluar dari kamar di ikuti oleh Keenan.
"Sayang kenapa duduk disana?" protes Harada yang melihat Angel duduk disebelah Richard sambil memeluk ayahnya.
"Dia putriku. Kenapa memangnya kalau dia duduk disebelahku," Richard membalas pelukan Angel membuat Harada iri.
"Ck! Aku akan kehilangan pelukan itu selama tiga hari. Tidak bisa kan Angel tetap tidur di mansion?"
"Tidak!" Jawab Angel, Richard dan Alana serta Keenan serenta. Harada cemberut karena semakin kesal tapi juga bahagia melihat Angel bisa menikmati waktunya dengan keluarga yang sangat mencintainya.
__ADS_1
"Sayang..." Harada pura - pura merajuk.
"Aku pulang." Harada sudah berada didepan pintu masuk apartemen. "Aku menginap saja," bujuk Harada.
"Apa? Jangan macam - macam, sayang!" Angel melotot. "
"Baiklah." Harada mencium Angel dengan tiba - tiba. Tidak memberikan kesempatan kekasihnya itu untuk mengambil napas. Angel yang terkejut akhirnya bisa membalas dan menikmati ciuman mereka
"Aku akan menelepon mu nanti," kata Harada saat ciuman mereka berakhir.
"Tidak bisa. Eomma menyita ponselku. Kalau kamu ingin menelepon, hubungi Eomma atau Keenan," Senyuman Angel membuat Harada curiga.
"What?! Kamu menyiksaku sayang." Harada kembali membenamkan ciuman di bibir Angel. Mengusap pipi wanitanya itu dengan jari telunjuk, menyusuri pipi hingga bibir Angel. "Aku akan merindukanmu," Lirihnya.
"Kita pernah terpisah lebih lama dari ini. Tiga hari akan berlalu dengan cepat," Angel menghibur yakuza gondrong kesayangannya.
"Kamu benar. Jaga dirimu dengan baik. Sampai jumpa di altar." Satu kecupan mendarat di kening Angel sebelum Harada benar - benar pergi.
***Siapa yang kangen hayoooo....
lagi dipingit gak bole kasi visual dulu, yah... pamali😁
vote gaesssss....
like
komen
mawar buat AnHar🥰🥰🥰***
__ADS_1