Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Segeralah Menikah!


__ADS_3

Jason duduk di meja makan sambil mengobrol dengan Angel. Harada yang mendengar tawa Angel segera keluar dari kamar untuk melihat keadaan istrinya.


Pemandangan yang ia lihat membuat Harada kesal. Angel tertawa bersama Jason. Entah apa yang sedang mereka bicarakan.


Melihat Harada yang keluar kamar, Angel menghentikan tawanya dan menghampiri suaminya.




"Kamu butuh sesuatu sayang?"


"Aku butuh kamu." Harada menarik tangan istrinya hingga Angel duduk di pangkuannya. Menarik tengkuk Angel dan ******* bibir tipis Angel.


"Sayang, cemburumu berlebihan," Angel berdiri setelah Harada melepaskannya. Menatap kesal ke arah suaminya.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Harada tidak memperdulikan Angel yang sedang protes padanya. Mendorong kursi rodanya menuju ruang makan.


"Tidak ada. Hanya menceritakan koleksi wanitaku," ujar Jason banggipar


"Jangan mencari perhatian pada istriku. Pilih salah satu diantara sekian banyak wanitamu dan segeralah menikah."


Angel menggelengkan kepala melihat tingkah Harada yang menurutnya sangat berlebihan. Sedang Jason menanggapi Harada dengan santai. "Aku masih ingin bebas."


"Jangan harap, segera menikah atau akan akan menjodohkan mu dengan seseorang," balas Harada.


"Carikan aku yang seperti kakak ipar. Cantik, bisa bela diri dan pandai menembak," Jason sengaja memanasi Harada.


"Jangan sembarangan! Tidak ada lagi yang seperti Angel!" Harada tidak terima. Kecemburuan Harada membuat Jason tergelak.


"Kakak ipar, jika sudah bosan pada bos ku yang galak ini, aku dengan senang hati bersedia menggantikan posisi bos dihatimu," kata Jason sambil terbahak.


"Keparat! Sini kau! Akan kutebas lehermu hingga terpisah dari tubuhmu itu!" Jason semakin tergelak


"Hentikan! Ayo makan." Angel meletakkan piring sajinya yang terakhir.


"Setelah makan pulang lah!" Usir Harada.

__ADS_1


"Sayang...." Angel menegur suaminya.


*****


Angel masuk ke kamar setelah mengantarkan Jason hingga ke depan pintu. Lelaki itu benar - benar pulang bukan karena tersinggung kata - kata pedas Harada tapi tidak ingin mbuat Harada semakin cemburu. Jason berniat memanas - manasi bosnya itu setiap kali mereka bertemu.


"Dia sudah pulang?" tanya Harada yang sudah berbaring di ranjang.


"Sudah. Kenapa kamu kasar sekali pada Jason? Kasihan dia," Angel berlalu menuju kamar mandi, menyikat gigi dan membersihkan wajahnya. Setelah itu dia mengganti pakaiannya dengan gaun tidur.


"Wow.... kamu menyiksaku sayang.... " Harada tentu terpukau melihat penampilan Angel. Padahal istrinya memakai gaun tidur biasa. Tidak terlalu terbuka.


Harada berganti posisi dengan duduk di ranjang dan bersandar pada headboard, merentangkan tangannya dan meminta Angel untuk duduk di pangkuannya.


Membenamkan wajahnya pada dada Angel yang ada dihadapannya. Kedua tangannya menyusul masuk kebalik gaun tidur Angel dan meraba punggung istrinya itu


Angel bisa merasakan hembusan hangat napas Harada. Gesekan bulu - bulu kecil diwajah Harada memberikan efek geli dan tagih bagi pada Angel.


Harada memulai aksinya, memberikan kecupan - kecupan kecil pada dad Angel yang berada di tepat didepannya, naik menuju leher jenjang Angel dan meninggal beberapa tanda disana.


"Sayang... " desahan itu akhirnya keluar juga. Angel terbawa permainan Harada yang selalu membuatnya melayang.


Menyapu setiap inci tubuh Angel dengan tangan dan lidahnya. Harada berlama - lama. bermain bagian kembar kesukaannya.


Setiap desahan Angel membuat Harada semakin bersemangat. Dua minggu tidak menyentuh istrinya membuat Harada menggila.


Angel mendapat pelepasannya bahkan sebelum penyatuan mereka. Harada membuat istrinya beristirahat sambil memberikan kecupan kecil di kedua pipi Angel. "Sudah? Kamu masih mau lagi?"


"Sayang, kamu luar biasa," Angel memuji suaminya dengan napas tersengal


Setelah napasnya kembali teratur, Angel membantu Harada melepaskan pakaiannya. Harada membantu istrinya untuk memposisikan diri diatasnya.


Angel melenguh panjang saat Harada memasukki dirinya. Harada yang sedang diposisi duduk dengan mudah memeluk Angel dan membantu istrinya bergerak.


"Kamu suka sayang?" tanya Harada disela-sela napasnya yang tersengal.


Mereka melenguh panjang bersamaan. Bersama mereka menggapai kenikmatan dan kepuasan.

__ADS_1


Angel melorot turun dari tubuh suaminya, menutupi tubunya dengan selimut. Harada yang memeluk Angel yang sedang memunggunginya. Kulit mereka yang masih berkeringat saling menempel.


"Terima kasih,' bisik Harada ditelinga Angel. Mengeratkan pelukannya dan ikut tertidur bersama Angel.


*****


Jason malas pulang ke apartemennya memutuskan untuk pergi kesebuah taman.



Setelah kehilangan Gadis ia menjadi malas untuk mencari perhatian gadis - gadis. Penggemarnya di kampus tidak menarik lagi baginya.


Melihat sebuah kursi kosong Jason memilih untuk duduk disana sambil menikmati. ati bintang yang nampak begitu terang malam ini.


Ia kesepian, tentu saja. Dulu sebelum Harada menikah disaat seperti ini mereka selalu berdua. Tapi kini Jason tahu waktu Harada akan lebih banyak untuk keluarganya.


"Hei ini kursiku!" Perhatian Jason beralih pada seorang gadis berdiri disebelahnya. Gadis itu memandang Jason dengan kesal sambil menyilangkan tangannya didepan dada.


"Ini kursi taman. Siapapun bisa duduk disini," jawab Jason santai.


"Tapi aku dulu yang duduk disini?" Gadis itu tidak mau kalah.


"Tidak! Saat aku datang kursi ini kosong!"


"Benar, tapi itu karena aku harus mengambil buku gambarku terlebih dahulu."


"Bukan urusanku. Yang pasti saat aku datang kursi ini kosong. Jadi bukan salahku!" Jason mengalihkan pandangannya ke depan. Menikmati gelapnya malam dan bintang - bintang yang sedang memamerkan cahayanya.


Gadis itu duduk diatas rumput. Buku gambar diletakkan diatas kaki ya yang bersila. Ia mulai menggambar langit hitam bersama bintang dan juga bulan.


Dari tempat duduknya, Jason memperhatikan gadis itu. Setiap goresan berubah menjadi sketsa gambar yang sangat cantik. Gadis itu mulai mengisi gambarnya dengan warna membuat apa yang di lukisnya terlihat hidup.



"Kamu punya bakat," puji Jason.


Gadis itu merapikan alat lukisnya, bangkit dari duduk dan kemudian pergi meninggalkan Jason begitu saja.

__ADS_1


"Menarik. Kita pasti akan bertemu lagi nona," gumannya sendiri sambil memandangi sisa - sisa bayangan gadis pelukis tadi.


__ADS_2