Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Jumby Bay - Antigua - Bahamas


__ADS_3

Seminggu ini pasangan pengantin baru Angel dan Harada sangat menikmati kehidupan rumah tangga mereka.


Tinggal di mansion Ozawa bersama Alicia yang menyayangi Angel seperti anak sendiri membuat Angel semakin nyaman. Ditambah lagi hubungannya dengan Sheryl yang semakin membaik.


Para sepuh Ozawa termasuk Hagia sudah kembali ke Jepang beberapa hari yang lalu dan besok Lee sekeluarga yang akan kembali ke Seoul.


"Eomma... " Angel berhambur memeluk Alana. Mereka berkumpul di rumah Madin untuk makan malam bersama.


"Halo sayang. Ayo masuk semua sudah di dalam. Ayo Harada." Alana masuk mendahului mereka, Angel mengekor di belakangnya.


"Wah... pengantin baru," sapa Marlin.


"Angel, ini benar kamu?" Elisabeth menghampiri Angel dengan tangis harus yang tiba - tiba saja pecah. "Maafkan aku. Semua gara - gara aku," Elisabeth memeluk Angel.


"Jangan dipikirkan lagi. Aku sudah tidak apa - apa. Bagaimana kabarmu?" tanya Angel sambil mengurai pelukan mereka.


"Aku baik. Aku bahagia disini. Semua orang di rumah ini baik," jawabnya.


"Ayo makan," ajak Alana.


Makan malam berjalan lancar dan menyenangkan. Semua orang bahagia dan tersenyum.


Ting... ting.. ting...


Madin membunyikan gelas wine nya. Semua orang mengalihkan pandangannya pada Madin.


"Malam ini aku sangat bahagia, keluarga besarku berkumpul disini. Anak, menantu, cucu. Aku bersyukur semua akhirnya bisa menemukan kebahagiaan mereka dengan orang yang tepat. Bersulang untuk kebahagiaan kita," Madin mengangkat gelasnya.


"Untuk kebahagiaan kita," yang lain mengikuti disusul dengan suaranya dentingan gelas.


"Hari ini, aku juga ingin mengumumkan sesuatu," lanjut Madin. "Aku dan Elisabeth akan menikah," katanya.


Para wanita menyambut nya dengan bahagia. Memberi selamat pada Elisabeth. Tentu saja mereka senang. Madin sudah menduda sejak kematian istrinya 34 tahun yang lalu. Bahkan masih mencintai mendiang istrinya.


Keputusan Madin untuk menikah tentu disambut gembira oleh Marlin dan Alana. Mereka tahu benar Madin sangat kesepian.


Richard mendekati Madin dan memberi pelukan. "Aku harap milikmu masih bisa bekerja," candanya.


"Sialan!" balas Madin.

__ADS_1


"Selamat. Aku ikut bahagia. Dengar El, jika Madin tidak mampu bangkit atau hanya bertahan sebentar katakan padaku, aku akan bawakan obat mujarab dari Seoul," Richard tergelak.


Elisabeth tidak kalah bahagia. Senyum nya terus mengembang. "Selamat El." Angel memberikan pelukan pada tetangganya itu.


"Terima kasih," jawabnya singkat.


"Sayang, kenapa menatapku seperti itu?" Harada menoleh sejenak ke arah Angel kemudian kembali fokus pada kemudi. Mereka berdua sedang dalam perjalanan pulang.


"Kamu benar, sayang."


"Tentang?" tanya Harada tidak mengerti arah pembicaraan Angel.


"Jodoh akan menemukan jalannya." Angel menatap Harada penuh arti.


"Kenapa jauh-jauh mencari contoh. Kamu tidak melihat betapa sulitnya perjalanan kita? Kalau kita memang tidak berjodoh, aku mungkin akan benar - benar kehilangan mu waktu itu, atau menyerah dan tidak mencarimu lagi."


Angel melingkarkan tangannya pada lengan Harada. Menyadarkan kepalanya pada pundak suaminya. "Iya. Kamu benar. Dan aku bersyukur kamu tidak pernah menyerah."


"Kamu membuatku hampir gila, tentu saja aku harus mencarimu dan memberimu hukuman," Harada mengecup pucuk kepala Angel.


"Hukuman mu sungguh menyenangkan Tuan Ozawa," Kelakar Angel.


"Aku belajar dari ahlinya," Angel mengeratkan pelukannya.


*****


"Yakin tidak ada yang tertinggal?" Alicia mengingatkan putra dan menantunya. Hari ini mereka akan berangkat berbulan madu ke pulau Antigua di Bahama.


"Yakin, Mom."


"Baiklah. Berhati - hati selama disana. Jangan lupa hubungi Mommy." Alicia memeluk Angel dan Harada bergantian.


"Selamat bersenang - senang," Ucap Sheryl. Ia juga ikut mengantar kepergian iparnya itu.


"Tentu saja," Angel membalas pelukan Sheryl.


Harada mendorong koper besar masuk ke dalam bandara.


"Sudah siap bersenang - senang Nyonya Ozawa? Kita akan menempuh perjalanan yang panjang." Harada memeluk pundak Angel.

__ADS_1


"Terima kasih."


"Untuk apa?"


"Mengabulkan keinginanku pergi ke Karibia."


"Aku akan mengabulkan semua keinginmu bahkan kalau kamu meminta bintang sekalipun." Harada menggombal.


"Benar kah? Ozawa sekaya itu? Wah... aku tidak menyesal menikah dengan mu." guraunya. Harada tergelak.


Mereka menempuh perjalanan panjang. Pesawat akan transit empat kali sebelum tiba di Antigua. Mereka akan bermalam dulu di New York sebelum kembali terbang ke Antigua.


Antigua adalah sebuah pulau di Hindari Barat, di Kepulauan Leeward di Karibia, pulau utama negara Antigua dan Barbuda. Antigua berarti "kuno" dalam bahasa Spanyol dan nama yang diberikan oleh Christopher Columbus ini berasal dari nama tokoh katedral Sevilla, Santa Maria de la Antigua. Nama Waladli berasal dari penduduk pribumi Indian dan kira-kira bermakna "milik kami".



Lelah mereka terbayar lunas dengan pemandangan dari villa yang Harada sewa. Sebuah villa tepi pantai di Jumby Bay Resort.



Angel tidak bisa menyembunyikan wajah bahagianya. "Ini luar biasa," Angel naik ke gendongan Harada. Melingkarkan kakinya dipinggang suami kesayangannya dan memberikan ciuman Terima kasih.


"Terima kasih, sayang."


"Jadi siap bersenang - senang?"


Angel menangguk mengiyakan. "Ayobmansi bersama," ajaknya.


"Oh... aku Terima tawaran mu sayang,"


***


Sementara dari tempat persembunyiannya, Matsu sedang mencari cara untuk menghubungi Sheryl.


Ia akan kelancaran serangannya menyerang keluarga Ozawa dan ia tidak ingin Sheryl dan calon bayi mereka bersama keluarga itu.


"Tuan, Nona Sheryl akan pergi ke runahbsakit hari ini sendirian. Tuan Andy sedang keluar kota baru kembali besok,"


Matsu tersenyum. Ini adalah kesempatannya.

__ADS_1


__ADS_2