
Wajah Angel mengisi penuh layar ponsel Harada. Harada melakukan panggilan video saat tiba di dojo. Rasa rindunya tidak bisa dibendung lagi padahal baru beberapa jam berpisah.
Entahlah saat bersama Angel, Harada seperti anak alay yang sedang jatuh cinta. Pikiran dan hatinya hanya diisi oleh satu nama. Angel.
"Kerja woi!" teriak Blue. Hampir lima belas menit Blue dan Andy menunggui Harada yang sedang sibuk ber-video call dengan Angel.
"Sayang kamu sedang sibuk?" suara Angel terdengar khawatir. Khawatir menganggu tunangannya.
"Preett! Sayang?! Biasanya juga yakuza!" Ejek Blue.
"Apa itu uwak? Sayang kamu membuatku malu!" Angel mengakhiri panggilan sepihak.
"Puas?!" Wajah Harada tampak kesal membuat Blue dan Andy tergelak.
Mereka mematangkan rencana hari ini. Blue akan ke laboratorium miliki Ozawa yang digunakan untuk penelitian oleh Matsu. Menghancurkan lab berserta gudangnya.
Sedang Harada dan Andy akan menangkap Matsu dan Hiraku.
Di tempat lain Matsu sedang menemui Hiraku di rumah pribadinya.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Hiraku begitu melihat kedatangan putranya.
"Tidak bagus, Pa. Aku masih berusaha menyelamatkan obat dan senjata kita," ujar Matsu.
"Harada pasti sedang mengincar kita," kata Hiraku gelisah.
"Papa sebaiknya pergi. Bawa beberapa petarung terbaik kita," pinta Matsu.
"Aku bukan pengecut, Matsu. Aku tidak lari dari pertarungan,"
"Aku tahu, tapi paling tidak salah satu dari kita harus selamat bukan?"
"Tuan..." Seorang penjaga masuk berlari menghampiri Matsu dan Hiraku. "Kita diserang!"
Matsu dan Hiraku bersitatap. Hiraku mengangguk tanda ia akan ikut bertarung.
Matsu berlari ke ruang kerjanya. Mengambil pedang untuk dirinya juga ayahnya. Mereka berdua bersiap menghadapi serangan Harada.
*****
"Kamu yakin masih ingat cara menggunakan itu?" Harada menunjuk pada pedang yang dipegang Andy.
__ADS_1
"Aku lebih suka pistol tapi hari ini aku ingin melihat lautan darah," Andy menunjukkan sisi lainnya. Amarahnya pada Matsu dan Sheryl perlu dilapiaskan.
"Tidak ada yang boleh mengusik keluarga kita!" Harada meyakinkan.
"Benar! Mereka merusak nama Ozawa. Menyuplai senjata untuk *******, membuat obat yang menghancurkan orang lain atas nama Ozawa. Kita akan menghancurkan mereka hingga ke akarnya," jawab Andy.
Penjaga di depan rumah Matsu bukan lawan yang sebanding untuk Harada dan Andy. Dengan mudah mereka menghabis para penjaga itu.
Mereka berdua tidak ragu menebas lengan bahkan kepala orang - orang Kuroi Kage. Andy dan Harada membanjiri halaman rumah dengan darah.
"Aku mau mereka hidup - hidup Andy," Titah Harada.
"Jangan khawatir. Matsu hanya akan kehilangan satu atau dua jarinya. Mungkin matanya," Mereka melangkah masuk kedalam rumah.
Matsu dan Hiraku sudah menunggu mereka. Mereka berdua juga sudah siap dengan pedang ditangan.
Harada mengangkat black dragon nya, sedang Andy bersiap menghadapi Matsu.
"Kalian ingin menguasai Ozawa? Tidak semudah itu!" Harada mulai menyerang.
TRANG!
Harada menangkis pedang Hiraku yang menyasar perutnua kemudian berbalik menyerang Hiraku.
SREETT
Harada berhasil mengenai dada Hiraku. Dadanya tersayat pedang cukup dalam. "Gerakan mu tidak segesit dulu, Ojisan." Ejek Harada.
Hiraku meraba dadanya yang berdarah. Lukanya cukup panjang dan dalam.
Hiraku kembali menyerang. Melayangkan pukulan yang dapat ditahan dengan mudah oleh Harada.
Harada membalas tanpa pandang bulu. Berbalik menyerang Hiraku dengan pedangnya.
TRANG!
TRANG!
__ADS_1
TRANG!
Hiraku menahan pedang Harada yang hampir mengenai kepalanya dengan pedangnya.
Hiraku mendorong Harada, memberikan jarak agar ia bisa bersiap menyerang keponakannya itu.
Harada berkali - kali menangkis serangan Hiraku.
Hingga akhirnya, SPLASH!
Harada berhasil menebas tangan Hiraku yang hingga putus. Dengan mudah katana nya memutus lengan Hiraku seperti sedang membelas semangka.
"AAAHHH!!" teriakan Hiraku menggema. Ia bersimpuh sambil memegang lengannya yang terus mengeluarkan darah segar.
Perlahan Hiraku mengambil pisau kecil dari pinggangnya bersiap melakukan seppuku atau harakiri.
"Tidak semudah itu ojisan!" Harada mengarahkan pedang ke leher Hiraku sedikit menusuk memberikan efek nyeri pada Hiraku.
Dengan cepat Harada mengambil pisau dari tangan Hiraku tidak ingin memberikan kematian yang mudah bagi Hiraku.
Menyerahkan Hiraku pada anak buahnya untuk dibawa ke markas
"Mana Matsu?' Tanya Harada pada Andy.
"Pengecut itu? Dia melarikan diri saat melihatmu memotong tangan ojisan,"
Harada dan Andy menyarungkan pedang mereka setelah mengamankan Hiraku.
Setelah ini Harada akan membuat Hiraku memohon agar kematian segera menjemputnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
follow IG emak ya gaes @bydarl.2021