Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Stroberi Bijin-Hime


__ADS_3

Angel melakukan pemeriksaan


seperti yang Harada minta. Ia juga ingin tahu apa calon bayinya baik – baik


saja. Angel berusaha sebaik mungkin agar perutnya tidak terkena benturan dan


tidak melakukan gerakan ekstrim saat menyerang Matsu tetapi lebih baik dipastikan.


Harada mengumpat kesal dikamarnya


karena dia tidak bisa ikut menemani Angel melakukan pemeriksaan. Dokter belum mengijinkan Harada turun dari


ranjangnya hingga luka operasinya benar – benar kering.


Angel kembali ke ruang rawat Hadara dengan membawa foto USG calon anak


mereka. ”Bagaimana? Apa anak kita baik – baik saja?” tanya Harada tidak sabar.


Angel menyerahkan foro USG nya dan jugab video saat pemeriksaan tadi.


Harada yang terharu memeluk Angel  yang


sedang duduk disebelahnya dengan erat. ”Jangan lakukan apapu yang membuat mu


lelah. Pulanglah, biar Jason yang menjaga ku.”


”Tidak mau!” tolak Angel. ”Kami mau disini menemani daddy,” Angel


mengerucutkan bibirnya.


”Sayang, aku mengkhawatirkan mu dan anak kita. Pulanglah ke apartemen. Dua


atau tiga hari lagi aku boleh pulang.” Harada masih mencoba merayu Angel.


”Tidak mau! Aku mau pulang tapi ke Seoul.” rajuknya.


Harada menjadi panik. Apa jadinya ia yang sedang sakit seperti ini harus


ditinggal istri ke Seoul. ”Apa? Kenapa jauh sekali? Kamu juga punya rumah


disini kan?”


”Aku ingin soto buatan Eomma?”


Harada semakin panik. Tidak mungkin mengirim soto buatan ibu mertuanya


kesini. Entah bagaimana rasanya saat soto itu sampai di Jakarta. Ia menggaruk


kepalanya yang tidak gatal mencari cara untuk merayu istrinya.


Harada menghembuskan napas pasrah, ”Baiklah, kamu boleh disini. Tapi jangan

__ADS_1


paksakan dirimu.”


Angel menampilkan senyum penuh kemenangan. Membenamkan ciuman pada bibir


Harada tapi ketika hendak melepaskan ciumannyam, Harada menahan tengkuk


istrinya dan menyesap bibir yang sudah menjadi candu baginya.


Angel yang meladeni ciumannya membuat Harada semakin ini lebih. Tanganya


meraba bukit kembar milik istrinya dan berusaha melepaskan kancing baju Angel.


”Sayang... aku tidak mau bertanggung jawab jika meneruskan ini.”


”SHIT!” Harada mengumpat kesal. Gairahnya sudah mulai naik terpaksa harus


diredam karena kondisinya saat ini. Sebelum semua terlambat lebih baik


dihentikan sekarang sebelum little samurainya siap menyerang.


Angel tidak tega melihat suami yang harus menahan hasratnya sejak kemarin.


”Kita lakukan di rumah. Oke?” bisiknya.


”Sayang aku belum bisa...” Harada menunjuk kakinya yang masih harus


melewati beberapa terapi lagi sebelum bisa digunakan.


suaminya meremang. ”Sisanya serahkan padaku.” Angel mengerlingkan matanya.


”Kamu mulai nakal.” Harada membenamkan wajahnya didada Angel, mencari


kenyamanan yang ia rindukan. ”Aku akan cepat pulih.” Tangannya meraba perut


Angel.


”Harus!”


*****


”Sayang....” Angel merenggek. ”Aku ingin


sesuatu.” Angel mendekati ranjang Harada dan memperlihatkan ponselnya.


”Kamu ingin ini?” Harada memperhatikan gambar


stroberi di ponsel Angel. ”Stroberi?” Ange mengangguk. Tapi entah kenapa


perasaan Harada menjadi tidak enak. ”Minta Jason untuk membelikannya untukmu.”


ia mengembalikan ponsel Angel.

__ADS_1


”Aku ingin stroberi Bijin-Hime.” Harada


membuang napasnya kasar. Ia tahu pasti tidak mungkin hanya stoberi biasa.


”Sayang, sroberi itu hanya tumbuh di bulan


Januari dan Februari. Selain itu hanya ada 500 biji setiap panen. Dibulan


seperti ini tidak ada.” Harada mencoba menjelaskan dengan sabar.


Stroberi Bijin-Hime adalah salah satu stroberi


termahal yang harganya bisa mencapai $4,400 per buah. Dan setiap panen hanya


menghasilkan 500 buah. Stroberi ini dihasilkan oleh pertanian Okuda. Stroberi ini seukuran bola tenis yang bisa


mencapai berat 100 gram. Warnanya luar biasa merah cerah. Rasanya lezat dengan


aroma manis. Dengan semua keunggulan itu dan proses panjangan untuk


menghasilkan stroberi ini, maka harganya sangat fantastis.



“Tidak bisakan kamu tanyakan pada kenalanmu di Jepang. Mungkin mereka punya


stock.”


”Sayang cari stoberi yang lain saja. Aku akan membelikan mu banyak


stroberi,” bujuk Harada.


”Sudahlah aku tidak mau merepotkan mu.” Angel kembali duduk disofa dengan


wajah cemberut.


Harada menyerah, ia tidak tahan melihat wajah cemberut dan kecewa Angel.


Segera ia mengambil ponselnya dan menghubungi beberapaeorang. Cukup lama Harada berbicara dalam bahasa Jepang kemudian ia menutup teleponnya.


”Sudah. Teman - teman ku akan mencarikannya untuk mu, Tapi tidak bisa segera


datang. Sabarlah untuk beberapa hari kedepan.”


Senyum Angel mengembang. Ia berhambur memeluk suaminya, memberikan banyak


kecupan pada wajah Harada. ”Terima kasih,” ucapnya.


”Apappun untuk mu sayang.” jawab Harada lesu. Bukan ia tidak sanggup


membelikannya, tetapi mencari stroberi itu di bulan seperti ini memang sulit

__ADS_1


apalagi jumlahnya yang tidak banyak.


__ADS_2