Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Hukuman Matsu


__ADS_3

...❌❌❌ **WARNING!!!❌❌❌...


...❌❌❌SKIP BUAT YANG GAK KUAT ❌❌❌**...


Seperti janjinya Harada mengijinkan Angel mengantar Matsu ke markas. "Aku ingin kamu bertemu dengan seseorang di markas. Jason akan mengantarkan orang itu kesana," kata Harada sebelum Angel berangkat.


"Siapa?" Angel mengerutkan keningnya. Markas bukankah tempat yang bisa dikunjungi oleh semua orang.


"Ratna. Dia saksi yang melihat dan mengetahui siapa orang yang sudah melecehkanmu."


Angel mencoba mencerna kata - kata Harada. "Apa?"


"Bicaralah padanya. Apa kamu tidak ingin tahu dengan pasti siapa yang melakukannya? Setelahnya kamu bisa memberi hukuman yang pantas untuk orang itu." Harada menggenggam tangan istrinya.


"Aku..."


"Kamu mau aku menemanimu? Aku akan minta pada dokter untuk mengijinkan ku pulang,"


"Tidak." Angel menjawab dengan cepat. "Aku akan menghadapinya sendiri."


"Setelah bertemu dengannya kamu akan mengerti kenapa aku membawa Ratna ke markas," kata Harada lembut.


"Aku percaya padamu." Angel membenamkan ciuman pada bibir Harada. "Aku akan segera kembali."


"Hem." Harada terus menatap bayangan Angel yang semakin lama semakin menjauh.


Ia mengambil ponselnya, menghubungi Madin. Meminta pria tua itu untuk menemani cucunya.


[Aku akan kesana. Aku sendiri yang akan menghukum bajingan itu!] jawab Madin geram.


*****


Seperti halnya Hiraku, Matsu juga ditempakan di ruangan kecil dengan kaki terikat. Luka tembak di kaki dan pundaknya terasa lebih sakit dari kemarin karena peluru masih bersarang disana.


Angel tidak meminta dokter untuk mengobati luka Matsu. Sekarang dia demam karena lukanya mulak infeksi.


Matanya mengerjab mendengar suara rintihan. Menajamkan mata dan telinganya merasa mengenal suara itu.


"Papa?" Matsu yakin itu suara Hiraku.


"Matsu itu kamu? Harada mendapatkanmu?" Hiraku berada di sel sebelah sel milik Matsu Mereka hanya dipisahkan oleh jeruji besi.


"Tenanglah papa, aku akan mencari cara untuk mengeluarkan kita dari sini,"

__ADS_1


"Benar. Papa merasa lebih tenang ada kamu disini."


Perhatian mereka beralih pada suara derap sepatu yang semakin mendekat.


Andy menatap sekeliling dengan takjub. "Tempat ini luar biasa, Angel," katanya mengaggumi tempat eksekusi milik Pandawa.


"Matsu milikmu. Aku akan keatas menemui seseorang. Setelah selesai berikan pada Dora dan Boots,"


"Dora dan Boots? Aku membawa Map di mobil agar mereka tidak tersesat," Ejek Andy. Angel meninggalkan Andy di ruangan itu.


"Lepaskan aku keparat!" teriak Andy dari dalam penjaranya.


Andy meminta penjaga untuk membuka pintu penjara Matsu. "Wah kalian sedang reuni keluarga? Apa kalian menikmati kebersamaan kalian? Jangan khawatir kalian akan punya banyak waktu di akhirat nanti."


BUGH! Andy memukul wajah Matsu.


"Lepaskan aku pengecut! Aku masih sanggup melawanmu!"


"Aku sudah memberikan kesempatan itu padamu. Bukannya pergi sejauh mungkin, kamu justru kembali dan menyerang Ozawa, membunuh istri dan anakku!"


BUGH! Satu pukulan lagi mengenai perut Matsu. Membuatnya jatuh bersimpuh dilantai.


Andy bisa melihat luka tembak di pundak Matsu. Ia mendekati Matsu dan menekan luka itu dengan kencang.


"AAahhh!!!" Matsu berteriak kesakitan. Entah bagaimana rasanya. Peluru masih ada dipundaknya menyebabkan luka nya terinfeksi ditambah Andy yang menekan lukanya.


"Baanggsssaattt! Kamu pikir aku akan mati hanya dengan kamu menekan luka ku?" ejek Matsu sambil terenggah.


"Apa sakit? Aku akan membantu mengeluarkan pelurunya." Andy berbisik pada penjaga. Meminta mereka menyiapkan beberapa barang untuk Andy.


Tak lama penjaga datang dengan membawa ember besi yang berwarna kemerahan karena didalamnya berisi bara apa.


Penjaga yang lain memasukkan pisau lipat kedalam bara api itu. Membiarkan bara memanaskan mata pisau lipat tadi.


Penjaga memberikan satu pisau lipat yang mata pisaunya sudah panas. Matsu melihat dengan jelas mata pisau itu memerah dan mengeluarkan asap.


"Pagangi dia," titah Andy.


Andy mendekati Matsu, menusukkan ujung pisau pada luka tembak yang ada dipundak Matsu.


NYES!! Suara besi panas bertemu dengan daging basah Matsu.


"AAAHHHH!!" teriakan Matsu mengisi ruang bawah tanah itu.

__ADS_1


Andy memutar - mutar ujung pisau itu di dalam luka Matsu. Panas terbakar dan sakit yang teramat sangat itulah yang dirasakan Matsu saat ini.


"Andy lepaskan anak ku!" Hiraku memohon. Tidak tega melihat anaknya kesakitan


Andy mencungkil peluru yang ada di pundak Matsu dengan kasar hingga bukan hanya peluru yang keluar tapi juga daging Matsu.


"Masih ada dua lagi kakak, bertahanlah," ledeknya.


Andy mengambil pisau lain dari dalam ember bara.


Teriak kesakitan Matsu terus memggema selama Andy mengeluarkan dua peluru yang ada di kami Matsu. Andy membuat ini sangat menyakitkan. Ia memutar ujung pisau sebelum benar - benar mengeluarkan peluru dari kaki Matsu.


Matsu terenggah, seluruh tubuhnya kebas dan mati rasa setelah merasakan sakit yang teramat di tiga tempat sekaligus.


"Ampuni aku, Andy... aku mohon. Aku akan menghilang dan tidak akan menganggu kalian lagi," Matsu memohon dengan sisa tenaganya.


"Apa Sheryl ku akan kembali setelah kamu meminta maaf hah?! Aku akan mengirim mu menemui Sheryl dan anak ku di alam baka. Minta maaflah pada mereka secara langsung."


"Gantung dia dengan kepala dibawah," perintah Andy.


Penjaga melakukan apa yang Andy perintahkan dengan cepat. Andy mengambil tanto yang menusuk Sheryl.


JLEB! Ia menusuk perut Matsu dengan tanto itu, kemudian menariknya dengan kasar membuat luka besar di perut Matsu.


Darah mengalir turun ke dada dan wajah Matsu. "Dengan luka seperti ini, kamu hanya memiliki waktu kurang dari dua jam. Nikmati waktu kalian." Andy melemparkan tanto milik Matsu hingga tertancap di tembok. Ia kemudian pergi untuk membersihkan dirinya.


Matsu sudah tidak bisa menjawab apapun lagi. dia benar - benar sudah kehabisan tenaga.


"Matsu... lihat papa!"


Bahkan untuk mengerjakan mata saja Matsu sudah tidak sanggup, ia benar - benar lemas, kesakitan. Napasnya mulai terputus - putus. Semakin lama napas ya semakin pendek, Hiraku tahu hidup anaknya tidak akan lama lagi.


Pria tua itu hanya bisa menangis melihat kepergian putranya.


"Tolong kuburkan dia," Hiraku kembali memohon pada Andy yang baru kembali untuk melihat keadaan Matsu.


"Untuk apa? Tidak akan ada orang yang akan datang ke makam kalian,"


Andy mengikuti anak buah Madin yang akan membawa makanan untuk Dora dan Boots.


Menatap dua serigala Himalaya berbulu putih yang ada dihalaman belakangan rumah ini. Halaman belakang diberi jeruji untuk keamanan penghuni markas.


Mereka terlihat senang dengan makan siang mereka. Menikmati hadiah dari Andy.

__ADS_1


"Sepertinya aku tertarik untuk menjadi anggota pandawa," gumannya sendiri, melangkah pergi setelah menyaksikan Dora dan Boots.


follow IG emak ya @bydarl.2021


__ADS_2