
"Kenapa lama sekali?" Richard sedang asik menonton televisi saat Angel kembali.
"Alasannya sama seperti Appa yang tidak pernah mau berpisah jauh dari Eomma." Angel duduk disebelah Richard, menyandarkan kepalanya di pundak yang selalu bisa membuatnya merasa aman dan nyaman.
"Appa masih ingat saat dulu pertama kali Appa menggendongmu. Putri kecil Appa sekarang sudah dewasa," Diusap nya kepala Angel dengan lembut.
"Aku akan selalu menjadi putri kecil Appa,"
"Tentu saja. Mau menonton film? Appa menemukan ini." Richard menunjukkan sebuah CD. Angel mengangguk.
Richard memutar CD yang berisi kumpulan video saat Angel baru lahir dan hingga sebelum Rosaline kecelakaan.
Richard tidak bisa menahan haru saat suara tangisan Angel menggema di ruang bersalin. Ia melihat sendiri perjuangan Rosaline untuk melahirkan buah cinta mereka ke dunia.
Tampak juga Richard dan Rosaline yang bekerja sama merawat Angel. Ada potongan video dimana Richard bermain dengan baby Angel.
Video ditutup dengan pesta perayaan ulang tahun Angel yang pertama. Beberapa hari sebelum kecelakaan yang menimpa Rosaline.
"Eomma sangat cantik," Angel tidak pernah melupakan ibu kandungnya. Di rumah mereka di Seoul, foto Rosaline masih dipajang. Richard sekeluarga juga rutin mengunjungi makan Rosaline dihari ulang tahun Rosaline dan Angel.
"Sama seperti mu," Richard mencium pucuk kepala putrinya.
__ADS_1
"Jadi lah istri yang baik. Dengarkan suamimu. Temani dia disaat sulit sekalipun. Kamu akan jadi kekuatan dan kelemahannya disaat yang bersamaan, tapi jangan biarkan orang lain memanfaatkan itu. Mengerti?"
"Tentu Appa."
"Keluarga mereka bukan keluarga yang mudah. Banyak tekanan, banyak persaingan tapi dengan kedewasaan Harada dan dengan dukungan mu, Appa yakin kalian bisa melewatinya dengan baik."
"Sampai kapan kalian mau ngobrol disana? Eomma dan Keenan sudah menunggu sejak tadi." Tiba - tiba Alana muncul dari dalam kamar.
"Ayo, yang jangan membuat yang mulia ratu menunggu," Goda Richard sambil bangkit dari duduknya dan menghampiri Alana.
"Eomma bagaimana kalian bisa terus saling mencintai setelah sekian lama menikah? apa tidak bosan?" tanya Angel ketika mereka berempat sudah berbaring di ranjang king size kamar utama. Richard dan Alana mengapit kedua anak mereka yang berada ditengah.
"Tidak apa-apa untuk merasa bosan dengan pasangan kita sesekali. Tetapi yang terpenting bagaimana kita mengatasi rasa bosan itu, menumbuhkan banyak cinta dan banyak berkompromi" Sambung Richard.
"Benar. Pernikahan bukan selalu tentang cinta, tapi kompromi. Kamu dan Harada tidak sempurna tetapi bagaimana kalian bisa menerima ketidaksempurnaan itu yang penting. Pernikahan juga tentang team work, bagaimana kalian bekerja sama di dalam pernikahan. Ini bukan hanya pernikahan Harada atau hanya rumah tangga mu, tapi kalian. Saling percaya juga tidak kalah penting. cemburu boleh tapi ada batasnya ada tempatnya." Nasehat Alana.
"Aku akan sangat merindukan kalian." Angel memeluk Alana. "Terima kasih karena kalian selalu aku untuk ku. Selalu menjadi yang terdepan menjagaku. Terima kasih karena Eomma lebih menyayangiku dari pada Keenan," Angel menggoda adiknya.
Alana mencubit gemas hidung Angel. "Jangan goda dia. Dia akan segera ke Italia. Kalian tidak akan bertemu dalam waktu yang lama."
"Wow benarkah?" Angel beralih memeluk Keenan. Mencubit pipinya dengan gemas. "Calon mafia keluarga Lee." ?Mengacak rambut adiknya
__ADS_1
"Kak, hentikan aku mengantuk," Keluh Keenan
"Eomma hari ini aku akan mengambil alih Appa. Malam ini Appa hanya milikku." Angel berpindah tempat kesebelah Richard melewati Keenan yang ada diantara mereka. Memeluk Appanya yang membesarkan dirinya sendirian selama lima tahun sebelum bertemu Eomma.
"Benarkah?" Alana terdengar bahagia. "Appa milikmu malam ini. Eomma bisa tidur dengan bebas."
"Sayang...." renggek Richard.
"Selamat malam, Appa." Alana memeluk Keenan. Richard membawa Angel masuk ke dalam pelukannya.
"Selamat malam, guys." jawab Richard.
***like
komen
gift
vote
follow IG @bydarl.2021***
__ADS_1