Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Berkunjung Ke Rumah Kenangan


__ADS_3

Harada dan Angel akan mengunjungi "rumah dinas" mereka hari ini. Mengambil beberapa barang mereka yang masih tertinggal. Karena mereka akan tinggal di mansion beberapa bulan kedepan sebelum Kiyoshi dan Yumi kembali ke Jepang.


Para sepuh Ozawa memutuskan untuk kembali ke Jepang dan membiarkan generasi muda mereka mengurus Ozawa dari sini.


Harada memeluk Angel yang sedang berdandan. "Jangan macam - macam ini sudah kedua kalinya aku memperbaiki make up ku," protes Angel. Karena sejak tadi Harada terus saja menganggu nya.


"Kenapa lipstik mu tebal sekali?" Harada membalikkan tubuh Angel, melahap bibir mungil istrinya itu untuk beberapa saat. "Nah... ini sudah pas," katanya sambil tersenyum.


"Alasan," gerutu Angel sambil mengerucutkan bibirnya.


"Jangan lakukan itu atau aku benar - benar menghilangkan lipstik mu," ancaman Harada membuat Angel menyimpulkan senyuman di bibirnya.


"Ayo," Angel menyambut uluran tangan Harada. Tentu saja Harada selalu mengambil kesempatan untuk mencium istrinya.




"Neng Angel?" Bu Sugeng terkejut melihat Angel yang baru saja turun dari mobil. "Ini Neng Angel kan? Bukan hanhan?" tatapannya beralih ke Harada meminta jawaban.


"Iya bu. Masak istri saya cantik gini dibilang hantu?" Harada memeluk pinggang Angel.


"Ihh bener Neng Angel ini. Bisa dipeluk, ga nembus. Kakinya napak." katanya diiringi senyuman.


"Ya ampun Neng... " Bu Sugeng berhambur memeluk Angel. "Ibu pikir... ibu pikir... Neng..." Bu Sugeng menangis haru.. "Neng tunggu ya, ibu kasi tahu ibu - ibu yang lain. Jangan pergi makan siang disini aja." Bu Sugeng pulang ke rumahnya yang hanya berjarak beberapa rumah dari rumah Angel.


"Aaaa!!!" Angel berteriak karena tiba - tiba Harada menggendongnya.


"Masih ada beberapa jam sebelum makan siang dan kamu dikuasi ibu - ibu rempong itu. Sebelum itu kamu harus menemaniku dulu, sayang," Harada membawa Angel masuk ke kamarnya.


"Kenapa semua barang - barangku ada disini?" Angel mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kamar Harada.


Harada melempar jaket kulitnya ke sembarang arah. Membuka satu per satu kancing kemeja dan melepaskan kemeja hitamnya. "Waktu itu aku berpura - pura membuang barangmu di depan Gadis. Yang aku anggap penting aku pindahkan kesini." Harada melepaskan wedges yang Angel pakai.

__ADS_1


Menindih istrinya untuk kesekian kali sejak semalam "Apa kamu tidak lelah?" Tanya Angel menatap Harada. Ia bisa melihat kilatan gairah dimata suaminya.


"Tidak. Tidak ada kata lelah untuk itu. Aku suka saat kulit kita saling menempel, mendengar mu memanggil namamu, membuatmu mengerang nikmat. Lenguhanmu membuatku semakin gila."


"Astaga kamu mesum sekali," kata Angel terkekeh.


"Hanya pada istriku," berbisik ditelinga Angel membuat Angel meremang.


Dan mereka melakukannya lagi. Harada beberapa kali mencoba posisi baru. "Harada, Aku... "


"Tunggu aku sayang... sebentar lagi..."


Keduanya melenguh panjang bersamaan. Berpelukan erat dan saling mengucapkan cinta. Harada mengumumkan ciuman pada wajah Angel yang memerah.


"Tidurlah sebentar, biar aku yang merapikan barang - barang,"


Angel membuat tangan Harada sebagai bantalnya. "Apa tidak apa - apa?"


"Memang kenapa? Tentu saja tidak apa - apa. Kamu lelah, istirahat lah. Akan aku bangunkan saat Bu Sugeng datang."


"Aku menemukan Ratna,"


"Kamu yakin?" tanya Harada.


"Yakin sekali."


"Jaga dia baik - baik. Aku akan menemuinya setelah besok. Matsu?"


"Belum ada kabar."


"Baiklah terima kasih J."


Bu Sugeng and the Geng benar - benar datang di jam makan siang. "Neng Angel dimana, Tuan?" tanya bu Sugeng.

__ADS_1


"Di kamar. Biar saya panggilkan." Harada meninggalkan ibu - ibu itu sebelum menjadi korban keganasan penggemar ikatan cinta.


"Wah... wangi sekali." Angel baru keluar kamar sambil menggulung rambutnya.


"Ya ampun Neng, siang - siang gini udah kuda - kudaan ajah." Tebak bu Alit.


Wajah Angel merona. Binggung harus menjawab apa.


Mereka berempat saling berpelukan. Ibu - ibu rempong melepaskan kelegaan mereka karena ternyata Angel masih hidup.


Berlima mereka makan siang bersama dengan. makanan yang dibawa oleh tetangga - tetangga Angel yang sangat baik.


Angel juga berpamitan pada ketiga wanita itu karena setelah ini Angel tidak akan tinggal berdekatan dengan mereka lagi.


"Semoga sehat terus Neng. Bahagia dan langgeng sama Tuan Harada. Tuan Harada cinta banget itu sama Neng Angel," ujar Bu Handoko.


"Bener, Neng. Mukanya tambah serem. Kayak mau butuhin semua orang. Rumah gelap terus. Kita liat ada cewek dateng ke rumah, tapi wajahnya Tuan mah henteu berubah lempeng wae," Jelas Sugeng.


"Iya Bu. Terima kasih doa nya."


Angel dan Harada selesai membereskan barang - barang mereka menjelang sore. Jadi mereka bisa makan malam di mansion bersama yang lain.


"Bagaimana keadaan Elisabeth? Aku belum bertemu lagi dengannya sejak kejadian itu," kata Angel dalam perjalanan pulang ke mansion.


"Dia aman di rumah Alfa. Sedikit tertekan karena kejadian itu, tapi aku rasa sudah lebih baik. Kata Blue dia banyak bicara dengan Alfa."


"Benarkah?" Harada mengangguk. "Aku rasa mereka akan cocok. Keduanya sama - sama kesepian," sahut Angel.


"Kamu mau menjadi cupid mereka?" Angel mengangguk samar "Tidak usah mengurusi urusan orang lain. Kalau mereka memang berjodoh, mereka akan menemukan jalannya sendiri," kata Harada lagi.


"Kamu benar,"


Harada mengambil tangan Angel, mencium dengan mesra punggung tangan istrinya. "Kecuali jika mereka meminta saran dan bantuan kita, maka kita dengan senang hati dan tulus harus membantu"

__ADS_1


"Baik, suami ku." kini Angel yang mencium tangan Harada.


IG @bydarl.2021


__ADS_2