Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Kebahagian Dua Pasang Suami Istri


__ADS_3

Ritual mandi bersama kali ini terasa berbeda karena Angel yang memimpin permainan. Memberikan banyak sentuhan pada suaminya. Eranga dan desahan meramaikan suasana kamar mandi.


"Sejak kapan kamu jadi naughty girl sayang?" kata Harada sambil mengatur napasnya setelah pertempuran panjang mereka.


"Kamu tidak suka? Baiklah aku akan menjadi gadis baik lagi," canda Angel.


"Hei! Aku suka kamu menjadi keduanya," Ia menggosok punggung istrinya dengan lembut. Memperhatikan luka gores yang masih berbekas.


"Ada apa?" tanya Angel karena merasakan jari Harada menyusuri punggungnya.


"Luka mu. Apa kamu mau melakukan operasi plastik sayang?"


"Entahlah. Aku belum memikirkannya. Apa jelek?"


"Tidak. Kamu tetap cantik," Harada menciumi punggung Angel. "Aku sudah mengatakan padamu bukan, kamu cantik seperti ini. Ada atau tidak ada bekas luka."


"Kamu mau makan di kamar atau di restoran?" tanya Harada sambil mengeringkan rambut Talitha.


"Kita ke restoran ya. Aku ingin berkeliling."


"Tentu. Jangan lupa bawa syal atau jaket. Angin malam di pantai biasanya dingin," lanjut Haraqda sambil menggosok rambut Angel dengan handuk.




.


Sepasang orang pengantin baru ini memutuskan untuk makan malam disalah satu restoran fine dining yang ada di Jumby Bay. Pertama kalinya mereka makan dengan suasana seperti ini.


Ditemani deburan ombak, live music dan sapuan angin pantai yang membawa suasana semakin romantis.


Gelas wine saling beradu, memanjatkan harapan kebahagiaan untuk mereka berdua.


*****


Dibelahan bumi yang berbeda, Sheryl sedang menuju ke dokter kandungan karena mengalami flek semalam. Tidak banyak, hanya sama Mommy Miwa dan Andy mengkhatirkan keadaan calon bayi yang ada dalam kandungannya.


Sheryl terpaksa pergi sendiri karena Andy tidak bisa meninggalkan rapatnya sedangkan Miwa sedang tidak enak badan.


"Kamu yang kuat ya, sayang. Mommy dan Daddy mengharapkan kehadiranmu," Sheryl berdoa sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.


__ADS_1



Sopir menurunkan Sheryl di lobi rumah sakit. Matsu yang sedari tadi mengikuti mobil Sheryl ikut turun dan mengikuti kemana Sheryl pergi.


Sheryl duduk dengan tenang sambil memainkan ponselnya sambil menunggu gilirannya.


Matsu yang datang dengan memakai rambut, palsu, topi dan kacamata duduk di sebelah Sheryl.


"Hai sayang," Sapanya sambil berbisik saat duduk disebelah Sheryl.


"Matsu?!" Sheryl tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Ia melihat sekeliling memastikan tidak ada Andy atau pun orang suruhannya. "Mau apa kamu kesini?!"


"Aku baik-baik saja. Bagaimana kabar anak kita?" Matsu hendak mengelus perut Sheryl tetapi Sheryl menepis nya dengan kasar. "Ada apa? Kamu tidak senang bertemu dengan ku?"


"Tidak! Aku tidak senang. Pertemuan tidak sengaja ini hanya mengakibatkan masalah!" ujar Sheryl kesal.


"Ada apa dengan mu? Baru beberapa minggu tidak bertemu kamu sudah berubah. Apa kamu sudah memberikan tubuhmu pada Andy? Apa Andy suka dengan pelayanan mu makanya kamu berubah?" Matsu mencengkram lengan Sheryl hingga wanita itu meringis kesakitan.


"Lep ---"


"Nyonya Ozawa?" Panggilan untuk Sheryl. Sheryl bangkit dari duduknya dan masuk ke ruang praktik dokter. Matsu mengekorinya.


Sheryl berkonsultasi dengan dokter mengenai keluhannya. Menerima resep dari dokter, Sheryl pun keluar ruangan praktik dan menuju apotik.


"Ayo ikut dengan ku," ajaknya.


"Tidak!"


Matsu kembali mencengkram lengan Sheryl, menatap wanita yang dicintainya dengan tajam. "Apa maksudmu?"


"Aku tidak akan pernah meninggalkan mansion dan Andy."


"Tapi kamu mengandung anakku!" Matsu mengencangkan cengkraman nya.


"Kalau begitu mohon ampun lah pada Andy dan Harada, mungkin kamu punya kesempatan hidup untuk bisa melihat anakmu," sakit Sheryl tanpa rasa takut.


Ia sudah memutuskan mengabdi pada Andy, dia tidak akan mengkhianati Andy lagi.


"Ikut aku!" Matsu menarik paksa Sheryl keluar rumah sakit.


"Lepaskan istriku!" terdengar suara Andy dari arah belakang saat Matsu hendak naik ke mobilnya.


Andy sedang menodongkan pistolnya kearah kepala Matsu.

__ADS_1


"Jangan macam - macam atau kamu akan kehilangan istrimu." Matsu menjadikan Sheryl sebagai tamengnya.


"Tidak secepat itu tuan muda." Ada pistol lain yang menempel dikepala Matsu. "Lepaskan nyonya muda sebelum satu peluru bersarang dikepala anda," sahut Jason.


"Anjing keluarga Ozawa," ejek Matsu sambil melepaskan Sheryl.


"Setidaknya aku setia pada tuan yang memberiku makan," balas Jason sambil menekan pistol dikepala Matsu.


Sheryl berlari kearah Andy. Masuk ke dalam pelukan suaminya. "Maafkan aku datang terlambat,"


"Aku tidak sengaja bertemu dengannya. Andy aku mohon jangan salah sangka," Sheryl berusaha menjelaskan apa yang terjadi pada Andy.


"Aku tahu. Aku percaya padamu. Ayo kita pergi," ajaknya. "J bereskan dia."


Jason yang lengah saat menjawab Andy dimanfaatkan oleh Matsu untuk menyerang Jason dan melarikan diri.


Jason melepaskan beberapa tembakan, sialnya tidak ada yang mengenai sasarannya. "Shit!" umpat nya.


"Jangan khawatir kita pasti akan mendapatkan bajingan itu." ujar Andy.


"Kamu tidak apa - apa?" Andy mengolesi lengan Sheryl yang biru akibat cengkraman Matsu.


"Andy, sungguh aku tidak tahu dia akan mengikutiku ke rumah sakit," Sheryl sangat takut kalau Andy tidak mempercayai nya.


Andy memeluk Sheryl. Mengusap rambut istrinya dengan lembut. Sheryl merasakan perubahan sikap Andy mengurai pelukan mereka. Menatap Andy dengan seksama.


"Kamu tidak marah?" Andy menggeleng. "Kamu percaya padaku?"


"Tentu. Kamu istriku bukan?" Andy tersenyum. Pandangannya beralih pada perut Sheryl, mengusap perut yang sudah agak membuncit.


"Apa anak Daddy menyusahkan Mommy hari ini?"


Air mata Sheryl luluh membasahi pipinya.


"Ayo kita mulai lagi dari awal. Aku tahu kamu tidak mencintaiku, tapi aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta padaku. Aku hanya meminta kesetiaan dari mu." Andy menggengam tangan Sheryl.


Sheryl memberikan anggukan sambil menangis haru. "Terima kasih," isaknya.


"Jangan menangis, nanti anak kita ikut menangis." Andy menghapus air mata Sheryl yang terus mengalir.


Emak mau satu yang kayak Andy πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Pak'e langsung ngelirikπŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2