Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Mari Membuat Banyak Kenangan Indah


__ADS_3

Matsu yang berhasil melarikan diri, pergi ke paviliun di mansion keluarga Ozawa. Ia membayar seorang pelayan untuk memanggil Sheryl.


"Matsu," Sheryl masuk kepelukan Matsu begitu melihat laki-laki itu. "Apa yang terjadi?" Sheryl memandang Matsu khawatir.


"Harada dan Andy sialan! Mereka menyerang kami dan membawa papa,"


"Pergilah Matsu selamatkan dirimu," pinta Sheryl.


"Aku kemari ingin menjemputmu. Ayo kita pergi bersama," Matsu menggenggam tangan Sheryl.


"Apa? Tidak! Andy akan mengacak seluruh kota untuk mencari kita. Saat dia menemukan kita, dia tidak ragu untuk menghabisi kita berdua," Sheryl ketakutan.


"Lagi pula selama aku ada disini, Andy tidak akan mengejarmu. Dia tidak akan menyakitiku," Sheryl mundur beberapa langkah.


"Pergilah. Jangan sampai mereka menangkapmu," Sheryl membawa tangan Matsu ke perutnya. "Selamat lah demi kami."


Matsu terbelalak. Seharusnya ia bahagia, tidak dia memang bahagia. "Kamu hamil? Kamu tidak sedang membohongi ku bukan?"


Sheryl menggeleng. "Jadi kamu harus hidup demi kami. Aku akan bertahan disini demi anak kita. Aku tidak mau Andy juga memburu anak ini." Air matanya menetes.


"Tidak, ayo pergi bersama. Kita pergi bersama demi anak kita," Matsu memohon.


"Kamu lebih tahu bagaimana hukum Ozawa bekerja, Matsu. Apa kamu yakin kita bisa selamat jika mereka menemukan kita?"


Matsu menimbang. Benar apa yang Sheryl katakan. Ozawa tidak akan memaafkan pengkhianat.


"Baiklah. Tapi aku pasti kembali menjemput kalian."


"Aku tahu,"


*****

__ADS_1


Harada mencium pucuk kepala Angel begitu ia kembali ke rumah sakit. Ia benar - benar merindukan wanitanya.


"Kamu sudah mandi?" Angel sadar Harada sudah berganti pakaian.


"Iya, tadi aku pulang dulu sebelum kemari. Kamu sudah makan?" Angel menggeleng.


"Aku ingin disuapi," katanya sambil menyengir lebar.


"Mana Eomma?" Harada mengambil nampan berisi makanan rumah sakit. "Em... ini keliatannya enak,"


Harada duduk di Harada Angel. Menyuapinya dengan telaten. "Pergi membeli sesuatu, jangan tanya dimana Appa!" cegah Angel.


Harada terkekeh. "Tidak akan. Aku lebih suka Appa tidak disini," Canda Harada.


"Menantu kurang ajar," Angel memukul lengan Harada gemas. "Kalian cocok sekali."


Harada menyiapkan nampan didepan yang ada diantara mereka. Membersihkan sisa makanan yang tersisi dibibir Angel dengan bibirnya.


Mencium Angel seakan tidak ada puasanya. Ia sangat menyukai rasa manis dan kenyal bibir Angel.



"Yang ini tidak mungkin kekecilan," Angel terkekeh. Cairan bening menunpuk di sudut matanya. Ia tidak bisa berkata - kata. Walaupun mereka sudah bertunangan tapi rasanya sungguh berbeda.


Saat pertunangan dulu, Angel belum memiliki perasaan pada Harada tapi sekarang? Harada satu - satunya yang ada dihatinya.


"Kita menikah besok, aku akan mengatur semua,"


"Apa? Kenapa buru - buru?!" Mata Angel terbelalak.


Harada mengangkat dua jarinya, "Satu, tanggal pernikahan kita sudah lewat, sayang. Jadi ini bukan terburu - buru. Dua, aku tidak mau berbagi dengan Appa,"

__ADS_1


Plak!


Angel memukul lengan Harada.


"Tidak bukan itu. Aku tidak tahu berapa lama kita akan bersama. Aku hanya ingin membuat banyak kenangan manis bersamamu. Jika satu saat nanti kita terpisah seperti kemarin, kita punya banyak kenangan indah untuk diingat hingga kita tidak akan merasa kesepian dan kehilangan."


Angel tersentuh. Siapa yang tidak tersentuh dengan kata - kata manis seperti itu. Ia berhambur memeluk Harada. Menangis karena haru.


"Jangan menangis, aku tidak suka melihatmu menangis,"


"Aku menangis bahagia," katanya sambil mengeratkan pelukan.


"Dasar cucu kurang ajar!" Pelukan kedua insan itu terlepas karena seseorang menarik telinga Harada dengan kencang.


"Kakek?!"


"Aku akan memotong habis rambutmu! Merahasiakan kalau Angel masih hidup dari seluruh keluarga!" Kiyoshi menghajar cucunya habis - habis.


"Dan sekarang kamu merencanakan pernikahan tanpa membicarakannya dengan keluarga?! Dasar!"


Ternyata kamar rawat Angel sudah ramai dengan keluarga Harada. Mereka semua tahu tentang Angel dari Andy.


Yang lain tergelak melihat Kisyoshi memarahi Harada.


Suasana menjadi riuh kemudian karena semua bahagia atas kembalinya Angel bersama mereka.


Tapi tidak untuk satu orang. Sheryl yang melihat bagaimana Harada sangat mencintainya merasa kesal karena tidak mendapat perlakuan yang sama dari Andy selain itu ia juga harus berpisah dari ayah putranya.


"Jadi kita menikah besok?" bisik Harada.


Angel memeluk pinggang Harada yang sedang duduk disebelahnya. "Aku mau memakai gaun putih," Jawab Angel.

__ADS_1



Harada membalas pelukan Angel, mengecup pucuk kepala nya, "Tentu sayang. Kamu akan mendapatkannya."


__ADS_2