Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-12 Makan Malam


__ADS_3

Makan malam sederhana dirumah kediaman kakak Zemira yang saat ini sudah menjadi tempat tinggalnya, tiba-tiba Kholid datang mengacau bahkan tanpa disuruh dia sudah langsung bergabung ikut makan malam bersama.


"Dasar modus!!" bisik Zemira.


"Apa kamu kamu bilang?" tanya Kholid yang mengambil duduk disebelah Zemira.


"Tumben kamu dateng kesini, pasti karena ada Zemira ya" ucap kakak ipar Zemira yang ternyata adalah tante dari Kholid.


"Tante apaan sih engga bisa liat ponakannya seneng apa ya" jawab Kholid.


"Apaan sih mba ko aku, kaya engga ada perempuan lain aja" ucap Zemira.


"Karena memang tidak ada perempuan lain dihati gue" jawab Kholid menatap Zemira.


Kring.. Kring..


Ponsel Zemira berdering telfon masuk dari Faisal, lebih tepatnya video call. Zemira segera menolaknya bahkan Kholid melihat nama kotak dihandphone Zemira.


"Siapa Faisal?" tanya Kholid.


"Bukan urusan kamu!" jawab Zemira.


"Zemira kamu punya pacar?" tanya ka Davin.


"Engga itu temen ko, yang waktu itu ketemu abi" jawab Zemira.


"Jadi laki-laki itu udah lebih duluan ketemu abi elo?" tanya Kholid.


"Apaan sih kepo banget deh" jawab Zemira.

__ADS_1


Kring.. Kring..


Ponselnya berdering kembali dari panggilan yang sama, dan kali ini telfon bukan videocall.


"Zemira sana angkat dulu" perintah ka Davin.


"Iya ka" jawab Zemira bangkit dari duduknya.


Zemira masuk kedalam kamarnya, tidak lupa juga mengunci pintunya karena merasa tidak nyaman dengan kehadiran Kholid.


Faisal : Halo Zee, assalamu'alaikum


Zemira : Wa'alaikumussalam, kenapa ya kang?


Faisal : Maaf kalau menganggu, aku cuma khawatir sama kamu habisnya tadi kamu tolak telfon aku. Kamu baik-baik aja kan Ze?


Zemira sedikit melamun karena fikirannya bertanya-tanya kenapa Faisal seperhatian ini pada dirinya dan sebenernya dia mau apa.


Zemira : Oh iya masih ko


Faisal : Kamu kenapa tadi tolak telfon aku?


Zemira : Tadi aku lagi makan malam kang, maaf


Faisal : Ganggu ya, maaf ya Zee


Zemira : Engga ko kang santai aja


Faisal : Yaudah kamu lanjutin, assalamu'alaikum

__ADS_1


Zemira : Wa'alaikumussalam


Tut.. tut..


Zemira kembali ke ruang makan melanjutkan makan malamnya, namun saat Zemira membuka knop kamarnya dirinya dikejutkan dengan Kholid yang sudah berada didepan pintu kamar miliknya.


"Astagfiruallah al'adzim, kamu lagi ngapain sih. Jangan macem-macem yaa" Zemira sepontan terkejut.


"Biasa aja kali Zee, udah telfonannya? cepet amat" tanya Kholid.


"Udah, lagian apa urusannya sama kamu mau cepet atau lama bukan urusannya kamu" jawab Zemira melangkah pergi.


Zemira dan Kholid kembali duduk bersebelahan, kembali menikmati makan malamnya. Meskipun Zemira merasa tidak nyaman akan sosok Kholid namun sekirannya laki-laki itu tau caranya menghargai Zemira.


Setelah makan malam selesai, Kholid bermain dengan kedua ponakan Zemira sedangkan Zemira membantu kakak iparnya merapikan sisa-sisa makan malam tadi dan sekalian Zemira juga mencuci piringnya.


Setelah semuanya kelar, Zemira keluar rumah lalu duduk dibawa teras depan sambil melihat bintang-bintang diatas langit yang gelap dan ditemani angin yang semakin malam semakin dingin.


"Lagi ngapain loh disini" ucap Kholid menghampiri Zemira yang terlihat khusyu menatap langit.


Kholid pun duduk disebelah Zemira dan ikutan menatap bintang, bahkan gayanya tengil yang sok ke gantengan.


"Kamu ganggu banget sih" jawab Zemira.


"Apaan siih, kali-kali kita ngobrol sendu gini napa jangan marah-marah mulu" ucap Kholid.


"Mau kamu apa?" tanya Zemira the do point.


"Kalau gue mau loh gimana?" jawab Kholid.

__ADS_1


"Apaan sih engga jelas tau engga!" ucap Zemira mengalihkan pembicaraan.


Kedua sama-sama fokus melihat langit, menikmati indahnya bintang-bintang diatas sana.


__ADS_2