Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-64 Tidur Bersama


__ADS_3

Setelah Nizam selesai mandi dan masuk kembali kekamarnya, Zemira sudah mengganti pakaiannya dengan milik Nizam bahkan Zemira sudah berada ditempat tidur dengan selimut yang menutupi bagian tubuhnya.


"Hahaa.." Nizam tertawa.


Nizam yang melihatnya tertawa karena terlihat jelas kalau Zemira sedang salah tingkah bahkan sampai berkeringat padahal ac dikamar cukup dingin.


"Ngapain ketawa sih, emang ada yang lucu ya?" tanya Zemira bete.


"Kamu yang lucu" jawab Nizam sambil memakai kaos lengan pendek lalu perlahan membuka handuk yang menutupi bagian bawanya.


"Tunggu!!!" teriak Zemira menghentikan Nizam.


"Kenapa sayang?" tanya Nizam.


"Ka-kamu mau lepas gitu aja handuknya, pake dulu celananya" jawab Zemira panik.


"Loh kenapa? Kamu kan udah tahu semua, masa lupa" ucap Nizam.


"iiihhh.. apaan sih" jawab Zemira melemparkan bantal kearah Nizam.


Nizam hanya tertawa puas, lalu memakai celana boxter pendek diatas lutut. Baru kemudian melepaskan handuknya, Zemira yang melihatnya tanpa berkedip sedikitpun berharap ada cela sedikit dia bisa melihatnya. Malu-malu tapi mau, hehee..


"Kamu engga mandi? Bukannya kamu bilang kamu bau?" tanya Nizam menghampiri tempat tidur dan duduk disebelah Zemira.


"Aku udah ganti baju, dan ditambah aku udah pake minyak wangi kamu jadi udah engga bau dong" jawab Zemira.


"Saatnya tidur" ucap Nizam langsung memeluk dan menarik Zemira untuk berbaring.


Zemira hanya mengikuti gerakan Nizam, bahu Nizam menjadi bantal terempuk bagi Zemira.


"Eemm, wangi banget ya kamu" puji Nizam mencium bagian leher Zemira.


"Pake berapa semprot" tanya Nizam.


"Emang mesti dihitung ya? Pelit banget sih sama istri" jawab Zemira.


"Engga gitu sayang" ucap Nizam mencium Zemira.


"Eemm.. hari ini sangat melelahkan" tambah Nizam mulai memejamkan matanya.


"Kamu mau langsung tidur gitu aja?" tanya Zemira.


"Iya sayang, biar aku mencarger tubuhku dengan tubuh kamu dulu. Besok akan ada jam kerja yang panjang" jawab Nizam sembari mata terpejam.

__ADS_1


"Kamu hari ini engga mau itu?" tanya Zemira.


"Mau itu, mau apa sayang" tanya balik Nizam.


"Kamu engga mau aku?" jelas Zemira.


"Kalau aku engga mau kamu, engga mungkin kamu sekarang ada dipelukkan aku" ucap Nizam semakin tidak sesuai dengan jawaban Zemira.


"Kedua kalinya kamu nolak aku" jawab Zemira lalu perlahan melepaskan pelukkan Nizam dan melonggarkan pelukkannya.


Nizam dengan siggapnya menarik Zemira kembali bahkan sampai tubuh mungil Zemira berpindah diatas tubuh Nizam, muka Zemira merah dan hanya bisa menelan ludah karena merasa terkejut. Nizam terus memandang Zemira dengan tatapan tajam, Zemira hanya balas dengan kedipan mata berkali-kali karena tidak percaya dengan hal ini.


"Kaa aku berat, nanti kamu sakit" ucap Zemira perlahan memindahkan badannya namun tangan Nizam menahan pinggang Zemira.


"Kenapa? Kamu takut" tanya Nizam.


"Hah? takut kenapa" tanya balik Zemira pura-pura bodoh padahal tergambar jelas dari wajah Zemira bahwa dia saat ini merasa degup jantungnya semakin kencang dan rasanya ingin meledak.


Zemira masih menahan dadanya agar tidak bertempelan denga dada Nizam, kalau tidak Nizam akan tahu detak jantungnya yang tidak normal.


"Sekarang kamu berhasil merayu aku, tunggu apa lagi" jawab Nizam.


"Kapan aku ngerayu kamu?" tanya Zemira.


Nizam langsung mengganti posisinya dan membuat Zemira tertidur dibawa badannya, namun Zemira menahan dada Nizam agar tidak menempel kepada dadanya.


"Kamu takut kalau aku tau kamu sekarang lagi grogi?" ucap Nizam tertawa.


"Hah? Emang kamu engga" jawab Zemira.


"Engga tuh biasa aja" ucap Nizam.


"Biasa aja itu karena terbiasa, berapa banyak kamu melalukan adegan seperti ini dengan perempuan lain" jawab Zemira.


Muuuaachhh..


Ciuman dibibir Zemira membuat Zemira tidak bisa berbicara lagi bahkan perlahan Zemira membiarkan dada Nizam menempel dengan dadanya.


"Kamu bohong" ucap Zemira setelah Nizam melepaskan ciumannya.


"Jangan pernah berfikir yang engga seharusnya kamu fikirkan" jawab Nizam membelai lembut pipi Zemira.


"Jantung kamu lebih kencang dari pada jantungku" ucap Zemira tersenyum.

__ADS_1


"Aaahhh.. aku lelah" jawab Nizam perlahan turun dari atas tubuh Zemira dan kembali memeluk Zemira.


"Kenapa engga diterusin?" tanya Zemira.


"Emm? Kamu ngarep kita malam pertama ya" jawab Nizam tertawa.


"Apaan sih engga juga ko" ucap Zemira.


"Sabar ya sayang, setelah resepsi. Abi kamu soalnya berpesan sama aku untuk engga melakukan itu dulu sebelum semua teman aku dan teman kamu tahu soal pernikahan kita, karena abi engga mau nanti kamu dikira nikah karena hamil duluan" jelas Nizam lalu mencium kening Zemira.


"Pantesan aja waktu itu kamu nolak aku" ucap Zemira.


"Aku engga pernah nolak kamu sayang" jawab Nizam.


"Ka aku mau nanya, kamu jangan tidur dulu" ucap Zemira.


"Eemm, kamu mau tanya apa sayang?" jawab Nizam perlahan tangannya masuk kedalam baju Zemira.


"Ka Nizam!! Ngapain tangannaya" ucap Zemira menahan tangan Nizam.


"Loh kenapa? Kamu mulai terangsang lagi" jawab Nizam.


"Bukan gitu, geli aja jadi merinding tau engga sih" ucap Zemira.


"Kalau mau tidur tali breenya dilepas ya sayang" jawab Nizam berhasil melepaskan tali belakang bree milik Zemira.


Seketika Zemira langsung menutupi dadanya, lagi-lagi Nizam tertawa melihat Zemira.


"Kamu kenapa ketawa?" ucap Zemira sembari memberikan pukulan kecil didada Nizam.


"Kamu tuh lucu tau engga sih" jawab Nizam menekan pelan hidung Zemira.


"Aku serius tau, mau nanya" ucap Zemira sambil memainkan dagu dan leher Nizam.


"Iya mau nanya apa sayang?" tanya Nizam.


"Apa alasan kakak milih Zemira buat jadi istri kakak?" ucap Zemira.


"Karena kamu sudah siap menjadi istri" jawab Nizam memejamkan matanya.


"Hanya itu aja?" tanya Zemira.


"Saatnya tidur sayang" ucap Nizam memeluk erat Zemira.

__ADS_1


Akhirnya Zemira menurut lalu tidur dipelukan Nizam.


__ADS_2