Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-71 Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Hari minggu, resepsi Zemira dan Nizam diadakan setelah sholat isya. Ada banyak tamu undangan dari pihak saudara dan keluarga Zemira dan Nizam, apalagi ditambah dengan beberapa banyak teman Nizam dari teman sekolah menengah kejuruan, teman kuliah, teman dari bandung, bahkan teman seprofesinya.


"Akhirnya loh umumin juga pernikahan loh bro" pelukan hangan yang diberikan Kevin.


"Thank you ya bro!!" jawab Nizam.


"Rey!!" panggil Kevin.


"Woi Vin" sahut Reyhan teman Nizam dan Kevin.


"Congratulations bro, gue fikir loh bakal balikan sama Bella dan nikah ama dia taunya nikah ama yang lain" ucap Reyhan.


"Mana istri loh?" tanyanya.


"Ada dia lagi sama temen-temennya disana" jawab Nizam.


"Gila Nizam masih tetep mempesona pake apa aja" ucap Reyhan.


"Adi!!!" teriak seorang perempuan teman Nizam.


Lalu perempuan itu memeluk Nizam bahakan cium pipi kanan kiri.


"Thank you ya" ucap Nizam.


"Luh inget gah ama gue" tanya Risma wanita yang memeluk Nizam.


Dari arah yang berbeda, Zemira ditemani Anne dan Milla bahakn beberapa teman yang lain.


"Zee liat tuh suami kamu sama cewe welcome banget ampe pelukan" ucap Arin.


Zemira hanya menanggapi dengan senyum, bahakan ada sedikit tidak nyaman karena banyak teman Nizam sedangkan yang mengenal Zemira hanya beberpa.


"Mba temennya suami kamu canti-cantik sama ganteng-ganteng ya apalagi kalau aku masih jomblo bolehlah dijomblangin" ucap Anne menghibur.


"Bisa aja kamu" jawab Zemira.

__ADS_1


Mereka tertawa bahakan hanya obrolan ringan namun mampu menghibur disetiap obrolan mereka.


"Zemira!!" panggil Indah langsung memeluk Zemira.


"Akhirnya kamu resmi dipublikan, jadi dokter Nizam engga akan ada yang deketin lagi" lanjut Indah.


"Makasih ka" jawab Zemira tersenyum.


"Masyaallah kamu cantik banget" puji Indah.


"Masyaallah alhamdulillah" jawab Zemira.


"Selamat ya Zee, kamu udah jadi istri" ucap Fadil senyum.


"Makasih ka" jawab Zemira senyum.


Apa ini? Kenapa rasanya sulit untuk bahagia, sedangkan didepanku ka Fadil sudah cukup bahagia dengan ka Indah. Perasaan apa ini, rasanya aku ingin memeluk ka Fadil dan bilang kalau perasaan aku ke dia masih tetap ada dan sama. Astagfiruallah ya Allah, rasa apa ini yang berusaha membuatku bimbang dan bingung. Antara bahagia ataukah pura-pura bahagia. Ucap Zemira menatap Fadil.


"Sayang!!" panggil Nizam menghampiri Zemira.


"Aku kenalin ke temen-temen aku yuk" ucap Nizam.


"Aku malu ka, apalagi semua temen kamu berpangkat. Aku takur malu-maluin kamu" jawab Zemira.


"Kamu engga perlu khawatir kan ada aku" ucap Nizam menggandeng tangan Zemira dengan penuh yakin.


Akhirnya Zemira ikut kemauan Nizam untuk dikenalkan oleh teman-temannya.


"Semua kenalin, ini Zemira Nuruddin dia istrinaku" ucap Nizam memeperkenalkan.


"Oh itu istrinya Adi, masih jauh cantik Bella. Bahkan kalau dibandingin sama gue sih cantikan guelah" bisik salah satu teman perempuan Nizam.


"Bisa-bisanya adi nikah sama itu cewe"


"Tau kaya engga ada cewe yang sepadan aja"

__ADS_1


"Seengganya seprofesi gitu"


"Zam, loh ko mau sih milih itu cewe ketimbah balikan sama Bella" teriak Robby.


blam...


pukulan melayang diwajah Robby yang diberikan Fadil.


"Bangsat loh!!" teriak Robby.


Semua orang langsung menahan keduanya, untuk tidak membuat keributan. Fadil melakukakannya untuk membela Zemira.


"Kalau punya mulut tolong dijaga!!" ucap Fadil.


Blom..


Robby membalas memukul Fadil diwajahnya, orang kembali menahan.


"Ka Fadil hentikan!!" ucap Zemira.


"Bawa dia" perintah Nizam mengeluarkan Robby dari tempat acara.


"Harusnya dokter yang bereaksi seperti aku" ucap Fadil.


"Aku engga akan biarin kamu ada yang nyakitin" lanjut Fadil.


"Ada hubungan apa kalian?" tanya Indah.


"Ka Indah jangan salah faham, ka Fadil ngelakuin ini karena dia udah nganggep aku adiknya" jawab Zemira.


Acara kembali normal lagi, bahakn Fadil sedang diobati Indah. Namun sikap Nizam sedikit dingin dengan Zemira entah karena cemburu atau memang karena merasa kalau istrinya masih punya rasa dengan Fadil.


Malam semakin larut satu persatu orang pulang meninggalkan acara, bahkan Zemira sudah berada dikamar dan mengganti pakaiannya. Namun Nizam masih asik mengobrol dengan teman-teman kuliahnya dulu.


Oma, mama Hana, dan papa Ishara tidak hadir diacara resepsi pernikahan Nizam dan Zemira hanya paman Ahmed dan keluarganya yang mewakilkan.

__ADS_1


__ADS_2