Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-47 Nabila?


__ADS_3

Kkriingg...


Telfon Zemira berbunyi sekitar jam dua malam, setengah sadar dia mengangkat telfonnya dengan memejamkan matanya.


Zemira : Hallo ini siapa?


Nizam : Tebak siapa?


Zemira segera membuka matanya dan melihat layar ponselnya, ternyata Nizam yang menelfon.


Zemira : (Hanya menarik nafas)


Nizam : Aku ganggu kamu tidur ya


Zemira : Iya ganggu banget


Nizam : Yaudah sana tidur lagi, padahal aku mau


nepati janji soal jawaban yang kamu


tanyain waktu itu.


Zemira : Yaudah jawab aja aku dengerin ko


Nizam : Kamu rindu aku? apa ada masalah?


Zemira : Eeemm rindu, engga ada masalah


apa-apa


Nizam : Disana saya ada Kevin loh, yang ngasih


tau apapun tentang kamu


Zemira : Okeh, sebaiknya jangan tanyakan lagi


kalau sudah tau, sekarang jawab


pertanyaan aku. Kenapa kamu memilih


menikah denganku?


Nizam : Karena kamu sudah cocok menjadi


seoramg istri


Zemira : Hanya itu? bukan karena alasan rasa


atau perasaan apa gitu


Nizam : No!!


Zemira : Menyebalkan


Nizam : Aku pulang besok


Zemira : Hah? pulang? apa udah tiga bulan? apa


aku mimpi

__ADS_1


Nizam : Nanti aku jelasin kalau udah ketemu


kamu, sana tidur lagi!!


Zemira : Engga mau, mau denger sekarang


Nizam : Ternyata alasan aku soal kamu sudah


cocok menjadi istri salah ya, kamu


sangat manja


Zemira : Bodo amat!!


tut.. tut.. tut..


Zemira mematikan telfonnya lalu tidur kembali sedang Nizam hanya tersenyum melihat layar ponselnya yang wallpepernya foto Zemira saat tidur.


Keesokan harinya, Zemira berangkat kerja seperti biasa walaupun sebenarnya sedikit malu karena kejadian kemaren. Namun Zemira bukan wanita yang mampu menyimpan dendam, bahkan Zemira sudah bersikap biasa saja.


"Mba Zee" sapa Selina tersenyum.


"Zee kamu ditungguin tuh" ucap Helena.


"Siapa?" tanya Zemira bingung.


"Tuhh" jawab Helena menujukan meja dua belas.


Zemira semakin bingung karena tidak mengenal siapa perempuan yang menunggu dirinya itu, bahkan wanita itu tersenyum kearah Zemira.


"Dia siapa ya? aku engga kenal" tanya Zemira.


"Iya juga sih, ahh udahlah aku samperin aja" ucap Zemira.


Zemira langsung menghampiri meja dua belas.


"Kamu cari aku?" tanya Zemira.


"Kamu Zemira?" tanya balik wanita itu.


"Oh, iya" jawab Zemira mengangguk.


"Silahkan duduk, aku udah minta izin sama bos kamu untuk ngobrol sebentar" ucap wanita itu.


Zemira membalas dengan senyuman lalu duduk dihadapan wanita itu, yang sama sekali tidak ia kenali.


"Kenalkan nama aku, Nabila. Panggil aja Bella" wanita itu memperkenalkan dirinya.


Lagi-lagi Zemira hanya membalas dengan senyum.


"Ok mungkin kamu bingung aku siapa, aku akan menjelaskan" ucapnya.


"Aku mau nanya sama kamu, apakah benar dokter Nizam tinggal dirumah kamu?" tanyanya.


"Iya bener, tapi dia udah pergi ke Aceh untuk melanjutkan studynya" jawab Zemira.


"Tapi dia akan pulang hari ini" ucap Bella.


"Hah?" Zemira sepontan kaget tau dari mana dia ucapnya dalam hati.

__ADS_1


"Ok lanjut" ucap Bella.


"Aku denger kamu lagi dekat dengan Nizam, aku cuma mau bilang sama kamu. Aku adalah mantan terindahnya, kekasih yang engga pernah bisa dia lupain. Aku cuma mau ingetin kamu, jangan pernah berharap lebih sama Nizam. Sekalipun dia tinggal dirumah kamu itu tidak akan berpengaruh apapun" lanjut Bella.


"Oh gitu, tenang aja aku engga berharap banyak ko" jawab Zemira.


"Bagus deh kalau gitu, asal kamu tau ya Nizam memilih untuk kembali kesini karena dia tahu aku datang jauh-jauh dan rela dateng kesini untuk ketemu dia. Dan Nizam melakukan hal yang sama dia akhirnya memilih untuk mengambil jalur online untuk studynya, aku bersyukur karena Nizam tidak pernah melupakanku" ucap Bella.


"Bella" panggi Kevin mengahmpiri meja dua belas.


"Bell luh ngapain sih?" tanya Kevin.


"Kenapa sih loh vin, gue kesini mau kenalan sama orang yang lagi deket sama Nizam. Gue cuma engga mau nih cewe nanti kecewa karen sikap Nizam emang baik sama semua orang" jawab Bella.


"Aduhh loh engga tau sih, udah-udah ayo balik ke rumah sakit" ucap Kevin menarik tangan Bella.


"Apaan sih loh, ada yang loh tutupin ya sama gue soal Nizam" tanya Bella.


"Apa mbanya udah selesai ngomong sama aku?" ucap Zemira.


"Aku harus kembali bekerja" lanjut Zemira.


"Yaudah kamu kembali aja sana, makasih waktunya" ucap Bella.


Zemira hanya membalas dengan senyuman, Kevin dan Bella juga akhirnya kembali kerumah sakit.


Nabila adalah perempuan cantik dan juga sangat ideal untuk semua laki-laki bahkan ketidak disandingkan dengan Nizam keduanya sangat cocok karena sama-sama goodlucking.


Keduanya menjalani asmara sebagai sepasang kekasih saat pertama masuk SMA lalu lanjut kejenjang kuliah keduanya masih menjalin asmara. Namun ditengah tahun keduanya mereka berkuliah dijurusan yang sama, Nabila meminta Nizam untuk melamarnya namun Nizam mengatakan dia akan memikirkan masa depannya dulu karena belum siap menikah.


Dan akhirnya Nabila membagikan undangan pernikahannya dengan laki-laki lain, sedangkan hubungannya dengan Nizam tidak pernah ada kata putus. Setelah mendengar kabar itu Nizam mengejar studynya dengan benar-benar dan dia lulus dengan waktu yang sangat singkat sekitar tiga tahun, makanya Kevin menjadi junior Nizam karena Nizam lebih dulu wisuda dan menjadi dokter. Bahkan beberapa rumah sakit meminta dirinya bekerja disana, namun Nizam hanya bekelana mencicipi beberapa rumah sakit lalu pindah ke rumah sakit yang lain.


Sekitar jam delapan malam kepala rumah sakit mengumumkan bahwa dokter Nizam akan kembali bekerja dirumah sakit sebagai dokter tetap dan akan bekerja sama dengan dokter Nabila. Sambutan disiapkan untuk menyambut kedatangan Nizam kembali.


"Saya harap kita bisa bekerja sama kembali dan semoga lebih baik" ucapan Nizam dihadapan dokter lain san suster-suter yang berada dishift malam.


Nizam disambut dengan penuh kegembiran dan keceriaan, Nizam dan Kevin kembali keruangannya.


"Apa? jadi Bella udah ketemu sama Zemira" ucap Nizam terkejut.


"Tuh cewe emang bener-bener nekat Zam" jawab Kevin.


tok.. tok.. tok..


"Masuk!!" sahut Kevin.


"Nizam pulangnya bareng ya" ucap Bella yang tanpa permisi langsung masuk dan duduk disebelah Kevin.


"Kevin yang akan anter kamu pulang" jawab Nizam.


"Engga aku maunya sama kamu Zam, aku jauh-jauh kesini buat ketemu kamu" ucap Bella.


"Tolong jaga sikap kamu sebagai istri yang baik" jawab Nizam bangkit dari duduknya.


"Aku udah cerai" ucap Bella.


Langkah Nizam terhenti begitu mendengar ucapan Bella, bahkan keduanya saling menatap Kevin mulai ragu dengan Nizam karena bisa saja keduanya cinlok kembali.


"Aku harus pergi" jawab Nizam.

__ADS_1


Nizam melangkah keluar dari ruangannya dan menuju tempat kerja Zemira, sekaligus menjemput untuk pulang bersama.


__ADS_2