Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-9 Pergi


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Zemira ditempat kerjanya, perasaannya bercampur aduk bahagia karena memiliki teman yang kompak mendukungnya, sedih karena Zemira tidak akan pernah melihat lagi Fadil, dan perasaan lainnya.


Namun kabar yang tak terduka membuat hati Zemira patah hati, yaitu Fadil membuat status diwathsap foto perempuan lalu salah satu teman Zemira menanyakan akan status itu. Dan Fadil mengatakan bahwa dirinya membuat komitmen dengan wanita itu, padahal sama saja pacaran.


Sakit rasanya untuk Zemira, namun apalah daya semua perasaannya sudah hancur berlebur. Namun Zemira bersyukur dengan takdir Tuhan yang diberikan untuk dirinya saat ini, Zemira akan pergi jauh dan menghilang dihadapan laki-laki itu. Dan berharap tidak akan pernah kembali lagi karena rasa ini yang terlanjur dalam untuknya.


Setelah jam kerja Zemira berakhir bosnya meminta agar berfoto dulu sebagai kenangan untuk teman-temannya dan juga bosnya. Lalu salah satu teman Zemira mengirim pesan pada Fadil.


Windi💌


Dil sini Zemira mau berhenti kerja nih, foto bareng sama dia.


Fadil💌


Malu mba


Windi💌


Yaelah biasanya juga malu-maluin.

__ADS_1


Fadil ingin menghampiri Zemira namun malu, apalagi dengan posisinya yang sudah memiliki kekasih. Karena Fadil adalah salah satu orang yang terkenal dikerjaannya bahkan saat Fadil tumben-tumben mampir ke tempat kerjaan Zemira saja semua teman-temannya keluar dan pada ngeliatin, saat itulah Zemira terkenal karena memang dikabarkan pernah ada hubungan dengan Fadil.


Zemira kembali dari kerjanya menghampiri abinya yang sedang menonton televisi.


"Bii Zemira siap-siap dulu ya buat pindah ke rumah kakak" ucap Zemira melangkah masuk kamar.


"Iya, lagian kakak belum jemput kamu istirahat aja dulu" jawab Abi.


Zemira meletakan ponselnya diatas meja, lalu membaringkan dirinya dikasur karena bakal berpisah dengan kamar kesayangannya.


Kring..


Pesan masuk dihandphone Zemira mengagetkan Zemira yang tengah rehat diatas tempat tidurnya, Zemira memaksa bangkit dari tidurnya lalu meraih ponsel miliknya.


Maaf ya


Pesan dari Fadil, tentu Zemira merasa tersentuh akan kata maaf yang Fadil kirim untuknya.


"Uuhh" Zemira menarik nafasnya.

__ADS_1


"Bukan salah kamu ka, kamu tidak perlu meminta maaf" ucap Zemira lirih enggan membalas pesan Fadil namun dia harus meperlihatkan bahwa dirinya baik-baik saja pada Fadil.


Zemira💌


Aku juga minta maaf ka, mungkin aku juga punya salah.


Fadil💌


Sekali lagi maaf, maaf juga karena tadi engga ketempat kerja kamu. Aku malu


Zemira tersenyum melihat pesan dari Fadil, setidaknya lukanya sedikit terobati. Dan Zemira belajar untuk ikhlas dan menerima, apapun keputusan Fadil itu adalah haknya.


Zemira💌


Engga papa ka, lagian ada perasaan yang harus kakak jaga juga. Aku baik-baik aja


Dan saat itu Zemira tidak mendapat balasan lagi dari Fadil, bagaimana pun Zemira menghargai keputusan Fadil.


Disaat inilah awal Zemira akan berusahan menghilangkan Fadil dari semuanya, dari ingatannya, dari hatinya dan dari do'a yang biasa dia ceritakan dengan sang pemilik hati.

__ADS_1


"Allah bukankah engkau maha membolak-balikan hati? maka balikkan hatiku untuk tidak lagi menyukai laki-laki itu, dan terimakasih karena sampai saat ini masih tetap bersama langkahku. Bahkan engkau tunjukan bahwa memang dia bukan yang terbaik untukku, dan aku bukan yang terbaik untuknya. Maka biarkan dia bahagia dengan pilihannya dan aku juga harus bahagia dengan jalanku sekarang" do'a spontan Zemira.


Zemira melanjutkan merapihkan pakaiannya, bersiap untuk pindah kerumah kakak pertamanya.


__ADS_2