Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-68 Maafkan


__ADS_3

Keesokan harinya, setelah sholat subuh seperti biasa Abdulallah adik bungsu Zemira keluar rumah untuk pergi ke pondok pesantren untuk mengajar.


"Loh ka dokter" ucapnya terkejut melihat Nizam tertidur didalam mobilnya dengan jendela terbuka.


"Dok! Dokter" panggil Abdullah membangunkan Nizam.


"Eemm" ucap Nizam terbangun.


"Dokter ngapain tidur dimobil, kaka aku lagi marah ya" tanya Abdulallah.


"Jam berapa sekarang?" balik tanya Nizam.


"Jam setengah lima, belum sholat ya? Sholat dulu sana" ucap Abdulallah.


Nizam mengangguk lalu keluar dari mobil, tiba-tiba badannya lemas dan terjatuh pingsan.


"Dok!! Dokter" panggil Abdulallah panik menahan badan Nizam.


"Abi!! Abang!! Tolong" teriak Abdulallah.


Teriakan Abdulallah membuat semua orang keluar termasuk Zemira.


"Kenapa sih de?" tanya abang Hasan.


"Ini dokter Nizam pingsan" jawab Abdulallah setengah menyanggah badan Nizam.


Zemira langsung panik dan mendekat kearah Abdullah dan Nizam, abang Hasan dan abi juga ikut membantu Abdulallah mengangkat Nizam masuk kedalam kamar Zemira.


"Kompres dia, dan berikan aroma minyak kayu putih dihidungnya agar dia cepat segera sadar" perintah abi.


Satu persatu semua orang pergi meninggalkan Nizam dikamar Zemira. Lalu Zemira mengikuti perintah abi untuk mengopres Nizam dan memberikan minyak kayu putih dihidungnya. Namun tidak kunjung sadar dan bangun, Zemira semakin bersalah dan mulai menangis.


"Maafin aku" ucap Zemira memeluk Nizam.


Tanpa sadar Zemira tertidur yang masih mengenakan mukenah sambil memeluk Nizam.


Sekitar jam sepuluh pagi, Nizam sadar dan bagun dari pingsan sekaligus tidurnya. Dilihatlah Zemira yang tertidur didada kekernya, Nizam tersenyum menyentuh wajah Zemira yang menghadap kewajahnya.

__ADS_1


"Astagfiruallah, aku belum sholat subuh" ucap Nizam.


"Ka-kamu udah bangun" jawab Zemira mengerutkan alisnya yang masih setengah sadar.


"Aku butuh ciuman" ucap Nizam.


"Hah?" jawab Zemira terkejut.


Nizam memanyunkan bibirnya memberi kode kepada Zemira, namun Zemira masih setengah sadar hanya melamun melihat tingkah Nizam.


"Badan kamu udah engga demam" ucap Zemira sembari menyentuh kening Nizam.


"Aku butuh obat" jawab Nizam.


"Obat? Dimana obatnya biar aku ambil, apa dimobil?" tanya Zemira.


Nizam segaja menarik tangan Zemira menarik tubuhnya mendekat kearah wajah Nizam, tangan Nizam mulai menarik belakang kepala Zemira dan berusaha mencium bibir Zemira. Namun dengan siggap Zemira bersukarela menyentuh dengan cepat bibir Nizam dengan sangat lama.


Muuuuuaacchhh...


"Belum" jawab Nizam mengiginkannya lagi.


"Sana qodho sholat dulu!!" ucap Zemira tersipu malu.


"Kamu tambah cantik kalau tersipu malu kaya gitu" jawab Nizam tertawa kecil.


Zemira membalas dengan senyuman manis seolah semalam tidak ada masalah diantara keduanya, saling memaafkan adalah cara saling mencintai dan mangalah adalah bentuk rasa sayang yang dalam.


"Aku minta maaf ya sayang" ucap Nizam menyentuh tangan Zemira dan meletakannya didada kekernya.


"Zemira yang harusnya minta maaf" jawab Zemira.


"Engga seharusnya Zemira bersikap seperti itu, mencintai kamu seharusnya aku sadar kapan aja aku bisa kehilangan kamu bahkan dengan cara apapun sekalipun" tambah Zemira.


Nizam dengan sigap langsung memeluk Zemira, keduanya saling mengalah bukan untuk mempertahankan rumah tangga tapi untuk mengalah karena cinta.


Zemira melayani Nizam dengan menyiapkan sarapan untuk Nizam yang baru selesai sholat qodho dan ditambah sholat taubat.

__ADS_1


"Makan dulu buburnya, ini aku yang buat loh" ucap Zemira.


Nizam tersenyum lalu menarik perlahan pergelangan Zemira dan memeluknya.


"Suapin aku" bisik Nizam tersenyum setelah melepas pelukannya.


Zemira balas dengan senyuman lalu menuruti keinginan Nizam untuk menyuapinya.


"Hari ini kamu izin aja ya, aku mau kamu nemenin aku disini" ucap Nizam sambil mengunyah makanan yang diberikan Zemira.


"Engga bisa ka, minggu ini kita mengadakan resepsi dan bos aku ngasih cuti lima hari masa sekarang aku harus izin engga enakan" jawab Zemira.


Telfon Nizam berdering panggilan masuk dari Kevin, setelah mengangkat telfonnya Nizam segera bergegas rapih-rapih untuk pergi.


"Kamu mau kemana?" tanya Zemira.


"Ada pasien yang harus aku tangani" jawab Nizam.


"Kamu juga berhak ditangani, sekarang kamu juga pasien" halau Zemira.


"Sayang" panggil Nizam.


"Aku dokter, aku akan siap kapan aja. Kamu lupa kalau aku sekarang udah jadi dokter tetap dirumah sakit itu dan ditempatkan menjadi dokter duapuluh empat jam" jelas Nizam.


"Emang dokter disana cuma kamu aja, udahlah kamu perlu istirahat" ucap Zemira masih menghalangi.


Nizam diam tidak menjawab ucapan Zemira karena Nizam bisa melihat dari mata Zemira bahwa dia khawatir akan kondisinya.


"Yaudah kamu boleh pergi, aku buatin bekel dulu sebentar" ucap Zemira.


Zemira keluar kamar dan beberapa menit lagi kembali membawa bekel dan juga botol minum isi susu hagat.


"Jangan lupa makan" pesan Zemira lalu mencium punggung tangan Nizam.


"I love you sayang" ucap Nizam mencium kening Zemira.


Zemira juga mengantar suami tercintanya keluar rumah untuk pergi kerumah sakit, setelah itu Zemira juga bersiap untuk pergi ketempat kerja.

__ADS_1


__ADS_2