Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-72 Sepenuhnya Istri


__ADS_3

Setelah pukul satu dini hari Nizam baru selesai mengobrol dengan teman-temannya lalu kekamar untuk istirahat.


Kreekk..


"Loh ko kamu belum tidur?" tanya Nizam.


"Gimana aku mau tidur sedangkan kamu masih marah sama aku" jawab Zemira.


"Aku engga marah sayang" ucap Nizam sembari melepas kemeja yang ia pakai.


"Bohong, jelas-jelas kamu kesel" jawab Zemira.


Nizam membuka kemejanya dan mengganti pakaian kaos lengan pendek.


"Tumben kamu engga tutup mata" ucap Nizam mengalihkan pembicaraan lalu menghampiri tempat tidur.


Keduanya duduk diranjang bersebelahan.


"Udah terbiasa" jawab Zemira.


Muachh...


Nizam mencium pipi Zemira, lalu menarik Zemira tidur dibahunnya.


"Aku minta maaf" ucap Zemira.


"Maaf?"


"Soal apa?" tanya Nizam.


"Aku masih punya sedikit perasaan sama ka Fadil" jawab Zemira.


"Itu membuat aku marah" ucap Nizam.


"Dan aku akan membuat kamu melupakannya, malam ini juga" bisik Nizam ditelinga Zemira dengan manja dan penuh gairah.


Dan terjadilah malam itu keduanya melakukan malam pertama, malam yang sangat ditunggu dan diinginkan keduanya. Meskinpun lelah dan capek namun hilang seketika, saat saling melihat satu sama lain.


"Apa sakit?" tanya Nizam.


"Sedikit" jawab Zemira malu.


Kring.. Kring..


Telfon masuk dihandphone Nizam.


Nizam : Emm knp?


Kevin : Gue butuh loh Zam, dokter tiara


tiba-tiba sakit. Dan ada pasien yang


harus melakuakan operasi caesar malam


ini juga, gue butuh loh


Nizam melirik Zemira yang bersender didadanya, lalu Zemira mengangguk dan tersenyum.


Nizam : Ok, aku kesana limabelas menit lagi


Kevin : Ok Zam, gue tunggu.


Tut.. Tut...


telfon terputus, Nizam memeluk erat Zemira yang masih menyender didadanya.

__ADS_1


"Maaf ya sayang" ucap Nizam.


"Engga papa ka" jawab Zemira.


Nizam segera mengganti bajunya dan bersiap untuk pergi ke rumah sakit.


"Kakak engga mandi junub dulu?" tanya Zemira.


"Nanti aja sayang, dirumah sakit takut engga sempet" jawab Nizam.


Muach.. Muach.. Muachh..


Nizam memeberikan ciuman berkali-kali memenuhi semua wajah Zemira, lalu bergegas pergi.


"I love you kakak" ucap Zemira.


"I love you more sayang" jawab Nizam.


#Dirumah sakit


"Zam sorry banget gue harus ganggu malam loh, gue bener-bener engga ada pilihan" ucap Kevin.


"Engga papa slow aja" jawab Nizam.


Keduanya langsung keruang operasi untuk menjalankan operasi caesar.


Setelah sekitar kurang lebih sejam bayi behasil dikeluarkan melalui operasi caesar dan lahir dengan selamat.


Nizam lalu mandi junub diruangannya, beberapa manit Kevin masuk keruangan.


Tok.. Tok.. Tok..


"Zam loh lagi ngapain" tanya Kevin dari balik pintu kamar mandi.


"Mandi" sahut Nizam.


"Habis ngapain loh mandi jam segini?" tanya Kevin.


"Jangan bilang loh sempet malam pertama sama Zemira" tambahnya.


"Berisik loh" jawab Nizam mengeringkan rambutnya.


"Zam, gue denger Nabila lagi balik ke bandung katanya sih ngurus perceraian" ucap Kevin.


"Pengadilan engga bakal ngasih izin cerai, orang Bella lagi hamil" jawab Nizam.


"Iya sih, tau engga luh waktu itu suaminya nelfon gue minta nomer loh yaudah gue kasih nomer lama loh" cerita Kevin.


"Kenapa engga kasih nomer aku yang sekarang aja" ucap Nizam.


"Gue fikir loh engga mau dilibat-libat lagi sama Bella" jawab Nizam.


"Kamu tau kan Vin suaminya Bella senior aku jadi engga masalah, aku engga keberataan" ucap Nizam.


"Yaudah deh nanti kalau dia telfon lagi gue kasih nomer luh ama dia" jawab Kevin.


"Oh ya Zam, kalau loh mau balik. Balik aja engga papa, gue bisa jaga sendiri" lanjut Kevin.


"Engga papa Vin, santai aja" ucap Nizam.


Beberapa menit kemudian pemberitahuan ada pasien baru, Nizam dan Kevin bergegeas untuk keruangan.


Sekitar jam depalan pagi, Nizam keluar dari rumah sakit. Kevin membawa mobil Nizam, sedangkan Nizam pulang sekalian lari pagi.


#Dirumah

__ADS_1


"Nizam ko engga naik mobil?" tanya abi yang berada dihalaman depan.


"Iya abi segaja sekalian lari pagi" jawab Nizam.


"Ehh ini dia pengantin laki-lakinya" ledek istri abang Hasan yang baru keluar dari rumah bersama Zemira.


"Mba bisa aja" jawab Nizam malu.


Zemira mendekat kearah Nizam, keduanya berdiri berhadapan.


"Aku pergi dulu ke toko bareng mba" ucap Zemira mendonggokan kepalanya melihat Nizam.


"Harus ya pergi? Aku kan baru pulang" tanya Nizam.


"Eeemmm, kamu emang butuh sesuatu?" tanya balik Zemira menempelkan dagunya didada Nizam sedikit mendonggok.


"Iya, aku butuh kamu" jawab Nizam menarik hidung Zemira.


"Aww sakit" ucap Zemira.


"Dee ayo!!" ajak istri abang Hasan yang sudah siap naik motor.


"Mba aku engga jadi ikut de, mba aja yang pergi" jawab Zemira.


"Owalah pengantin baru maunya nempel terus, yaudah de mba pergi dulu ya" ujar istri abang Hasan.


"Hati-hati mba" ucap Zemira dan Nizam serempak.


"Nizam, abi mau bicara sama kamu keruangan abi setelah selesai bersih-bersih" perintah abi lalu melangkah pergi.


"Iya abi" jawab Nizam.


"Kira-kira abi kamu mau ngomongin apa ya, sayang?" tanya Nizam.


"Engga tau ka" jawab Zemira merangkul pinggal Nizam lalu keduanya masuk kedalam rumah.


#Diruangan abi


"Duduk Zam" suruh abi.


"Abi mau tanya soal keluargamu"


"Kenapa mama dan papa kamu tidak datang? Apa mereka tidak merestui Zemira menjadi manantu keluarga kamu" tanya abi dengan tajam.


"Engga ko bi, mama sama papa pasti punya alasan kenapa tidak datang. Hanya saja oma yang masih sedikit tidak menyukai Zemira, tapi abi engga usah khawatir sebenarnya oma orang yang baik kalau sudah sayang" jelas Nizam.


"Kenapa tidak bilang dari awal, abi tidak akan membiarkan putri abi kecewa apalagi nanti disakiti karena sudah cukup sakit hidupnya dimasa lalu" ucap abi.


"Abi, saat Nizam mengucap qobul dan meraih tangan abi. Ada amanah terbesar yang menjadi tanggung jawab Nizam. Dan Nizam akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga amanah itu" jelas Nizam.


"Tolong abi!! Kasih kepercayaan penuh untuk Nizam mewujudkannya" lanjut Nizam.


"Dengan satu syarat" pinta abi.


"Apa itu abi?" tanya Nizam.


"Abi tidak mengizinkan Zemira keluar dari rumah ini, baik ikut kamu dinas sekalipun jangan minta Zemira ikut" jawab abi.


"Zemira sudah menjadi istri Nizam bi, tolong hargai nanti setiap keputusan yang akan kami ambil bersama" ucap Nizam.


"Hanya itu syarat abi, jadi tolong penuhi. Kamu boleh keluar" perintah abi.


Nizam pasrah dan melangkah keluar ruangan, Nizam menatap Zemira yang sedang menyiapkan sarapan untuk Nizam. Dilihatnya penuh cinta dan rasa syukur.


"Sudah selesai?" tanya Zemira tersenyum.

__ADS_1


Nizam membalas dengan senyuman lalu menghampiri Zemira, keduanya makan bersama.


__ADS_2