
"Ka Fadil ngapain disini?" tanya Zemira yang masih terkejut.
"Aku yang harusnya nanya gitu, ngapain kamu dirumah aku?" jawab Fadil merasa aneh.
"Dimana Zemira?" tanya abi saat melihat Adam.
"Itu bi Zemira" menujuk keberadaan Zemira dengan Fadil.
"Zemira sayang" panggil abi.
Zemira segera menghindar dari Fadil dan pergi menghampiri abinya, Zemira langsung mencium punggung tangan abinya dan sekaligus mencium tangan orang-orang yang berada dekat disana termasuk paman Ahmed.
"Bayu kenalkan ini putriku yang masih jomblo" ucap abi pada pria yang berada disebelahnya.
"Putrimu benar-benar sangat mirip dengan ibunya" jawab pria itu yang disebut bayu oleh abi.
"Zemira ini om bayu temannya abi dulu, om bayu ini punya usaha ternak kambing. Kamu harus banyak belajar bisnis dengannya ya sayang" ucap abi sambil membelai rambut Zemira dengan lembut.
"Kalau aja Fadil masih jomblo, ibu pengen jodohin sama Zemira" ucap seorang wanita yang berada disebelah om bayu beliau adalah istri dari teman abinya.
Zemira hanya tersenyum tipis membalas ucapan wanita paru baya itu, Fadil menghampiri ibu dan ayahnya lalu meletakan minum dihadapan Zemira.
"Ayo nak Zemira diminum dulu, ibu tadi buat bakso ikan tapi udah pada abis tau sendiri cucu ibu banyak cuma Fadil yang belum kasih ibu cucu" ucap wanita itu lalu tertawa.
"Ibu, ngomongnya aneh deh" jawab Fadil.
"Makasih tante minumnya" ucap Zemira tersenyum.
"Jangan panggil tante, panggil ibu aja biar akrab" jawab wanita itu.
"Oh iya, makasih ibu" ucap ulang Zemira sambil tersenyum.
"Sama-sama sayang, nanti setelah Zemira selesai minum Zemira bantui ibu dibelakang ya" ucap wanita itu.
"Zemira kan baru pulang kerja bu jadi jangan ngerepotin dia kasian dia capek" ucap om bayu.
"Engga papa ko om, Zemira engga capek" jawab Zemira tersenyum, sungkan untuk menolak.
__ADS_1
"Anak baik" ucap ibu.
***
Zemira membantu ibu mencuci piring yang begitu menumpuk, Zemira mengambil alih pekerjaan ibu karena dia tidak tega harus melihat ibu mencuci piring sendirian.
"Zemira udah gantian ibu aja kamu tadi udah ngelap-ngelap udah nyuci banyak juga sini ibu aja" ucap ibu.
"Engga papa bu, jangan sungkan sama Zemira anggap aja Zemira anak ibu jadi tugas nyuci ini biar Zemira aja ya" jawab Zemira dengan senyuman.
"Kalau gitu ibu ambil sabun dulu diwarung ya sebentar" ucap ibu.
"Jangan lama-lama ya bu" jawab Zemira.
Ibu membalas dengan anggukan lalu pergi meninggalkan Zemira sendiri didapur sedang semua orang berada diteras depan dan diruang tamu.
Tiba-tiba Fadil menghampiri lalu membuka kulkas dan mengambil air minum, kemudian menghampiri Zemira yang sedang mencuci piring.
"Muka kamu keringetan tuh" ucap Fadil menyodorkan beberapa lembar tisu.
"Makasih, taroh aja disana" jawab Zemira.
"Kayanya kita selalu engga punya banyak waktu ya buat ngobrol panjang lebar, engga dilangsung dan engga dichatt" ucap Fadil.
"Emangnya apa yang harus diobrolkan" jawab Zemira memalingkan pandangannya.
"Banyak, soal perasaan satu sama lain, soal maaf, soal kesalah fahaman, dan masih banyak lagi" ucap Fadil.
"Engga nyangka, ternyata seorang super star bisa berkata-kata juga" jawab Zemira.
"Emangnya hanya penulis aja yang bisa berkata-kata" balas Fadil.
"Fadil" panggil ibu yang melihat putranya yang berada disebelah Zemira.
"Ngapain kamu disitu? pasti lagi deketin Zemira ya, kamu ini engga inget sama cewe yang waktu itu diajak ketemu sama bapak" lanjut ibu.
"Aaww" teriak Zemira kesakitan.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" Fadil sedikit panik.
"Kamu berdarah, coba sini aku liat" lanjut Fadil.
"Aku engga papa, ini luka kecil. Lagian aku udah biasa sama luka" jawab Zemira tidak mengubris Fadil yang panik.
Zemira hanya membasuh lukanya dengan air bahkan masih sempat melanjutkan cuciannya padahal dia menahan perih karena goresan yang tajam disalah satu alat masak yang sedang ia cuci.
Ibu hanya menyaksikan keduanya, lalu segera ibu mematikan kerannya. Zemira mentap ibu yang seolah faham dengan perasaan Zemira.
"Ibu saja yang teruskan, kamu tidak perlu kuat agar dilihat baik-baik saja. Fadil bantu Zemira, perban lukannya" ucap ibu.
"Maafin Zemira ibu" jawab Zemira memeluk ibu.
"Tidak perlu minta maaf sayang, lagian ini sudah hampir selesai jangan khawatir" ucap ibu.
***
Zemira mematung saat Fadil membatu mengobati lukanya yang terus mengalir darah tanpa henti, bahkan diantara keduanya hening tanpa suara. Padahal Fadil dengan sengaja membuat lukannya terasa sangat peri namun Zemira tetap tidak berekspresi dengan apa yang dia rasakan.
"Maaf" ucap Fadil.
Zemira hanya menatap Fadil, tidak menjawab hanya berekspersi datar
"Kanapa tidak menjawab?" tanya Fadil.
"Aku bingung mau jawab apa" jawab Zemira.
"Apapun itu, asalkan mampu melegakan perasaanmu" ucap Fadil.
"Melegakan perasaanku adalah dengan kamu tidak pernah muncul lagi dalam hidupku" jawab Zemira.
"Segitunya kamu membenciku?" tanya Fadil.
"Aku hanya tidak punya alasan untuk tetap suka denganmu" jawab Zemira.
"Sudah selesai, tolong kamu beresin ini ya" ucap Fadil lalu pergi.
__ADS_1
Zemira hanya mematung saat langkah Fadil melangkah menjauh darinya, padahal hatinya berkata lain bahwa dirinya ingin selalu melihatnya namun hatinya tak sanggup lagi untuk tetap menyukai laki-laki itu. Dan saat ini yang Zemira lakukan adalah berusaha membenci Fadil karena itu satu-satu cara agar dirinya menjauh sejauh-jauhnya.
'Andai aku punya pilihan diawal saat aku harus memilih untuk tetap menyukaimu atau tidak, kalau akan seperti ini aku akan memilih untuk tidak menyukaimu' Zemira Nuruddin