Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-34 Keributan


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa, Zemira berangkat kerja menaiki sepeda seperjuangannya yang setia selalu menemani Zemira.


Ditempat kerja Zemira begitu banyak kerumunan, dan juga orang yang sedang marah-marah.


"Mana yang namanya Zemira?" tanya perempuan itu dengan nada marah.


"Mba Zemira belum datang mba, harap tenang dan jangan marah-marah kaya gini malu" jawab Selina menenangkan situasi yang makin memanas.


"Itu perempuan engga bener, keliatannya aja ngerti agama tapi pada nyatanya dia itu munafiq. Sebelas duabelas sama pelakor" perempuan itu ngumpat dengan nada marah.


"Ada apa ini?" tanya Zemira dari balik pungung perempuan itu yang baru saja sampai.


"Udah diem!!" jawab perempuan itu semakin menjadi-jadi.


"Mana sih yang namanya Zemira secantik apa orangnya" omel kembali perempuan itu.


"Ada apa mba mencari aku?" tanya Zemira.


Perempuan itu sedikit mematung setelah mendengar pengakuan bahwa Zemira tepat berada dibelakangnya, seketika perempuan itu membalikkan badannya menghadap Zemira.


Plak..


tamparan terlempar tepat pada pipi Zemira, seketika semua teman kerja Zemira terkejut dan berusaha menahan perempuan itu agar tidak terjadi hal yang lebih lagi dari ini.


"Mba tolong tenang!!" ucap Windi yang menahan tangan kiri perempuan itu.


"Iya mba tolong tenang! mba bersalah karena melakukan kekerasan" tambah Helena yang menahan tangan kanan perempuan itu.


"Mba kamu engga papa?" tanya Selina.


"Aku mau kasih pelajaran sama ini perempuan biar dia tau diri, engga sepantesnya dia nyakiti Indah" ucap perempuan itu yang berusaha melepaskan kedua tangannya.


"Ka Indah yang mba maksud?" tanya Zemira tenang meskipun dia menahan rasa sakit dipipinya.


"Bagus kalau udah inget, dan engga pura-pura bego" jawab perempuan itu.


"Apa ka Indah yang nyuruh mba datang kesini dan menampar aku?' tanya lagi Zemira.


"Asal kamu tau ya, Indah selalu cerita tentang kamu sama Fadil dan dia selalu nangis kalau cerita tentang kalian. Dan itu udah nyakitin Indah, mungkin kamu dan Fadil engga peka" jawab perempuan itu.


"Keyla!!" panggil Indah yang baru saja datang dan menghampiri kerumunan.


Bahkan ada beberapa orang yang menangkap video keduanya yang sedang berseteru bahkan saat perempuan itu menampar Zemira.


"Indah biar aku kasih pelajaran sama ini perempuan" ucap perempuan itu yang masih emosi.


"Ka Indah menyuruhnya melakukan ini?" tanya Zemira menatap Indah.

__ADS_1


"Aku memang membencimu dan sangat membencimu tapi aku masih punya rasa hormat terhadap permpuan lain, engga ada niatan sedikitpun aku mau melakukannya apalagi menyuruh orang lain" jawaban Indah.


"Kalau ada waktu kita bisa saling ngobrol, dan untuk kali ini tolong bawa perempuan ini keluar dari sini" ucap Zemira.


Indah akhirnya berhasil membawa Keyla pergi dari tempat kerja Zemira, sedangkan Zemira menghadap bosnya untuk meminta maaf untuk kekacauan hari ini.


Hanya beberapa menit saja, video Zemira menjadi trending topik dirumah sakit tempat indah dan Fadil bekerja.


"Indah" teriak Fadil yang menghampiri Indah yang sedang mengobrol dengan beberapa orang.


"Fadil aku bisa jelasin, nanti jangan sekarang" ucap Indah seolah tahu tujuan Fadil memanggil dirinya.


"Aku bener-bener kecewa sama kamu" jawab Fadil langsung pergi.


"Fadil"


"Fadil!!"


"Tunggu dulu"


Indah berusaha mengentikan langkah Fadil yang pergi namun tidak berhasil, dan Fadil pergi tanpa perdulikan Indah.


"Zemiranya ada?" tanya Fadil yang sudah berada ditempat kerja Zemira.


"Zemiranya lagi izin sampe minggu depan" jawab Helena.


"Oh engga Dil, engga usah khawatir Zemira izin bukan karena pacar kamu tapi sepupunya nikah secara bergantian jadi mau engga mau dia harus izin ditambah adiknya Abdulallah juga mau nikah" jelas Helena sejelas-jelasnya.


"Oh gitu, makasih yaa" ucap Fadil langsung pergi.


Zemira pulang ke toko bukan rumahnya, karena dia teringat ucapan abinya untuk tidak pulang sebelum abinya menyuruh pulang.


Zemira : Assalamu'alaikum abi?


Abi : Wa'alaikumussalam Ze, ada apa nak?


Zemira : Besok Mila menikah bi, Zemira mau


pulang boleh?


Abi : Kebetulan tadi ponakan paman Ahmed


telfon, selama tiga hari kedepan dia akan


sibuk dan sementara tinggal dengan


temannya yang kebetulan tempat

__ADS_1


tinggalnya deket dari rumah sakit. Jadi


kamu bisa pulang malam ini.


Zemira : Beneran abi? Zemira happy banget.


Kalau gitu Zemira pulang malam ini


tut.. tut...


"Hah ko terputus" ucap Zemira yang kemudia mendapat pesan bahwa pulsanya habis.


"Abi sih masih jadul aja, jaman sekarang masih belum pake wathsap" omel Zemira pada ponsel genggamnya.


Dua jam sebelumnya, dirumah sakit.


"Hey bro lagi ngapain?" tanya Kevin pada Nizam yang terus memainkan pulpen ditangannya.


"Sibuk nih sama pulpen" tambah Kevin.


"Gue nginep ditempat luh ya tiga hari" ucap Nizam tiba-tiba.


"Hah? ko tumben, kenapa nih? ada apa?" tanya Kevin curiga.


"Berisik jangan banyak nanya" jawab Nizam.


"Oh gue tau, luh udah liat video yang lagi trending dirumah sakit ini. Oh iya gue inget itu cewe anaknya orang yang punya rumah tempat loh tinggal ya" terka Kevin macam-macam.


"Loh mau ngehibur dia dengan cara dia balik kerumah dan ngorbanin loh tinggal ditempat gue, itu tandanya sih loh udah mulai tertarik sama dia bro" tambah Kevin.


"Sekarang gue ada jadwal buat operasi jadi sebaiknya loh keluar dari ruangan gue sekarang" usir Nizam dengan halus.


"Yaelah alesan itu mah" jawab Kevin.


tok.. tok..


"Masuk!" jawab Nizam.


"Dokter Adiyaksa pasien sudah siap untuk operasi sekarang" ucap seorang suster.


"Baik sus" jawab Nizam.


Dan itu membuat Kevin percaya dan akhirnya keluar untuk mengurus urusannya dan begitu juga dengan Nizam yang akan mengoprasi pasiennya.


"Dengan kamu pulang kerumah, sekiranya orang-orang dirumah akan memberikan energi positif yang akan memudahkan lukamu untuk sembuh" ucap Nizam lirih.


Nizam sengaja berbohong pada abi Zemira semata-mata agar Zemira bisa pulang kerumahnya dan bertemu dengan keluarganya sehingga hatinya akan sedikit terhibur itu niat Nizam.

__ADS_1


__ADS_2