Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-63 Pulang bersama


__ADS_3

Jam bekerja Nizam selesai, seharusnya dia yang ngelembur namun Kevin rela menggantikannya untuk ngelembur. Nizam keluar dari ruangannya, namun langkahnya terhenti.


"Nizam" panggil Nabila.


"Iya, kenapa Bel" sahut Nizam.


"Aku ikut bareng kamu ya pulangnya" ucap Nabila tersenyum.


"Eemm, bareng Kevin aja Bell" jawab Nizam.


"Vin sini" panggil Nizam yang melihat Kevin.


"Kenape sih luh manggil gue?" tanya Kevin.


"Bell kamu bareng Kevin aja ya pulangnya, aku ada urusan" ucap Nizam.


"Lah ngapa jadi bareng sama gua sih Zam, luh engga lupa kan gua hari ini ngelembur" jawab Kevin menolak.


"Anterin bentarlah Vin, lagian luh kan sekarang lagi jam istirahat sekalian loh keluar cari makan" bujuk Nizam.


"Kalau bukan demi luh Zam gue males tau engga, awas aje luh ya kalau adek luh pulang engga kasih kabar ke gua. Gue tabok luh" ancam Kevin.


"Udah hayo buru" lanjut Kevin.


"Duluan Zam" pamit Nabila.


"Iya, hati-hati" jawab Nizam.


Kevin dan Nabila melangkah keluar bersama dari rumah sakit, dan tidak lama kemudian Nizam ikut keluar dari rumah sakit dan menyebrang jalan menuju warung makan tempat kerja Zemira.


Nizam duduk dibangku panjang yang ada didepan warung, menunggu Zemira selesai bersih-bersih Nizam memainkan games kecil diponsel miliknya.


Tidak lama kemudian Zemira, Helena dan Selina keluar dari pintu warung saat semua lampu sudah mati.


"K-ka Nizam" panggil Zemira.


"Ngapain disini?" tanya Zemira.


"Kita pulang bareng" jawab Nizam.


"A-aku nganter Helena pulang dulu ka, jadi engga bisa bareng deh" ucap Zemira.


"Eh, apaan Zee engga papa lagi aku bareng Selina aja" jawab Helena.


"Iya mba, kita duluan ya" ucap Selina.


"Dahh.." tambah Helena dan Selina bersamaan.


Helena dan Selina pergi bareng berboncengan menaiki motor milik Selina.


"Yaudah, kalau gitu. Aku anterin kakak pulang dulu kerumah paman Ahmed setelah itu nanti Zemira pulang sendiri ke tokoh" ucap Zemira mengeluarkan kunci motornya.

__ADS_1


"Loh kenapa harus kaya gitu" jawab Nizam.


"Yaaa-yah terus?" tanya Zemira.


"Kenapa kita engga pulang kerumah paman aja bereng" jawab Nizam.


"Hah? Rumah paman Ahmed, kakak tau ka oma engga suka sama Zemira. Aku engga ya, nanti bakal ribut-ribu. Aku capek dan aku mau istirahat" ucap Zemira.


"Terus sampai kapan kita harus umpet-umpetan kaya gini" tanya Nizam.


"Sampai kamu bener-bener ngelepasin aku ka" jawab serius Zemira.


"Kamu ngomong apa Zee? Apakah perpisahan yang kamu inginkan?" tanya Nizam.


"Aku minta maaf ka, aku tidak cukup berani mengambil resiko untuk mencintai kamu" jawab Zemira.


"Apa karena oma kamu akan menyerah?" tanya Nizam.


"Bukan hanya karena oma ka, tapi semuanya. Aku bukan wanita yang cocok untuk kamu, kamu terlalu sempurna sampai aku lelah memikirkan kedepennya kalau harus tetap sama kamu" jawab Zemira.


"Kenapa harus memikirkan jauh kedepan? Sedang kita aja engga ada yang tau kedepannya, kalau kamu hanya ingin melakukan sesuatu yang orang lain suka kamu engga akan pernah bahagia" ucap Nizam.


"Aku tanya sama kamu untuk terakhir kalinya, apa kamu serius ingin kita pisah?" tanya Nizam.


Zemira mulai menangis, perlahan air matanya menetes bergantian. Dengan singgap badan Nizam segera mendekat dan menempelkan kening Zemira didadannya karen tinggi badan Zemira hanya sampai dada Nizam.


"Aku tau, kamu sudah cukup banyak masalah. Tadi pagi sebelum kepernikahan Fadil aku kerumah mencari kamu, abi menceritakan semuanya. Dan disitulah aku baru tahu bahwa ada luka laka yang membuat kamu sangat terluka, dan aku menambahkannya soal video kamu dengan Fadil lalu aku marah itu membuat kamu merasa semua capek" ungkap Nizam sembari perlahan mendekat Zemira.


"Are you ok?" tanya Nizam.


"Eeemmm" jawab Zemira yang masih menenggelamkan wajahnya didada Nizam sambil memangguk.


Keduanya melepaskan pelukkannya, Nizam membantu Zemira memakaikan helem. Lalu keduanya pergi menaiki motor menuju rumah paman Ahmed.


Beberapa menit kemuadian sampailah motor itu didepan halaman rumah paman Ahmed, Nizam kembali membantu Zemira melepaskan helemnya.


"Boleh engga besok lagi aja ketemu omanya?" tanya Zemira terlihat grogi.


"Kenapa?" tanya balik Nizam.


"Aduh engga tau, aku rasa belum siap aja gitu. Ditambah aku belum mandi pasti bau" jawab Zemira mencari alasan.


"Karena bau? Tadi kamu peluk aku, dan aku engga cium bau tuh dibadan kamu. Jadi kamu engga punya alasan" ucap Nizam.


"Ayo masuk!" lanjut Nizam langkahnya terhenti karena melihat Zemira yang masih mematung.


"Ayo!!" Ajak Nizam yang menggandeng Zemira.


Krekk...


"Assalamu'alaikum" salam Nizam.

__ADS_1


"Wa'alaikumusaalam" jawab mama Hana dan oma yang tengah duduk diruang tengah.


"Putriku" sambut mama Hana yang langsung dengan pelukan.


"Maaf ma Zemira belum mandi" ucap Zemira langsung melepaskan pelukkannya lalu mencium punggung mama Hana.


"Apa kamu tidak diajarkan sopan santun untuk bersalaman" jawab oma dengan ketus.


"O-oh maaf oma" ucap Zemira langsung bersalaman dengan oma.


"Loh oma yang lain pada kemana?" tanya Nizam.


"Paman Ahmed sedang pergi dan yang lain sudah masuk kamar untuk tidur, ini kan sudah jam setengah sepuluh" jawab oma.


"Kalian sudah makan belum? Kalau belum mama temenin kalian makan" tanya mama Hana penuh perhatian.


"Hana!! Engga baik makan jam segini, tidak sehat. Sudah sana masuk, bersih-bersih dan istirahat" jawab oma.


"Sebenernya ada yang mau aku dan Zemira omongin sama oma" ucap Nizam.


"Nanti saja besok lagi, kasian kalian pasti capek" jawab oma.


"Bener apa yang dibilang oma, sebaiknya kalian istirahat dulu" ucap mama Hana.


"Yaudah, Nizam sama Zemira masuk kamar dulu. Oma sama mama istirahat juga, selamat malam" jawab Nizam.


"Selamat malam juga sayang" ucap oma dan mama Hana.


Keduanya masih bergandengan saat beranjak berpergi mesuk kedalam kamar.


"Uuuhhhhhh... aku lega" ucap Zemira melepaskan gandengannya lalu duduk dipinggir tempat tidur.


Nizam tertawa melihat tingkah Zemira, dengan salah tingkah Zemira langsung diam.


"Kenapa ko ka dokter ketawa?" tanya Nizam.


"Kamu lucu aja kalau lagi cemas kaya tadi, gemes tau engga" jawab Nizam


"Ka, sini ka duduk dulu!! Ada banyak yang mau Zemira tanyain" pinta Zemira menepuk pinggir kasur.


"Nanti aja kamu bisa nanya apa aja sambil pelukkan nanti sambil tidur, sekarang aku mau mandi" jawab Nizam.


"Dimana kamar mandinya ka?" tanya Zemira.


"Ada dideket dapur" jawab Nizam.


"Mau mandi bareng?" tanya Nizam.


"Apaan sih, engga malu" jawab Zemira.


"Bukannya kita pernah ngelakuin sebelumnya" ucap Nizam tersenyum malu.

__ADS_1


Lalu Nizam keluar dari kamarnya sambil membawa handuk untuk mandi.


__ADS_2