Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-40 Daffa


__ADS_3

Suasana didalam mobil begitu mencekang, setiap perjalanan tidak ada obrolan sepata katapun. Bahkan bertanya akan jawaban apa yang Zemira berikan pada Nizam, itu semua sama sekali tidak terjadi. Dingin AC didalam mobil sangat mencekram seperti sikap Nizam pada Zemira yang begitu dingin.


Mobil memasuki halamana rumah Zemira, kemudian masih dengan diam Nizam keluar dari mobil lalu perlahan melangkah masuk kedalam rumah.


"Buset itu orang lagi PMS apa ya, apa dia marah sama aku. Dasar aneh" dumel Zemira sambil keluar dari mobil.


Zemira melangkah masuk kedalam menyusul Nizam, namun ternyata abi dan paman Ahmed sudah berada diruang tamun menunggu kedatangan Zemira. Sedang Nizam langsung masuk kedalam kamar setelah bersalaman dengan abi dan pamannya.


"Ini dia yang ditunggu" sambut paman Ahmed.


"Assalamu'alaikum" ucap Zemira kemudian mencium pungung tangan abi dan paman Ahmed.


"Wa'alaikumussalam warrohmatullahi wabarrokatuh" jawab abi dan paman Ahmed secara bersamaan.


"Ada apa abi nyuruh Zemira pulang?" tanya Zemira pada inti pembahasan.


"Ini untuk kamu" jawab abi menyodorkan sebuah kotak cincin.


"Ini apa abi?" tanya Zemira lalu mengambil kotak dihadapannya.


"Cincin" ucap Zemira setelah membukan kotaknya.


"Ini maksudnya apa bi?" tanya lagi Zemira.


"Tadi siang keluarga Faisal datang kerumah minta kamu dinikahkan dengan Faisal, abi tidak bisa menjawabnya langsung. Namun pihak sana meminta untuk menyimpan cincin itu setelah kamu menjawab, kamu bisama memakainya berarti itu tandanya kamu menerika jika dikembalikan itu artinya kamu menolak" jawab abi menjelaskan.


"Kalau begitu kembalikan lagi pada keluarganya bi" ucap Zemira segera menutup kembali kotak cincinnya dan menyodorkan kembali kepada abi.


"Kenapa kamu menolaknya?" tanya abi.


"Karena Zemira tidak ingin menikah dengan laki-laki yang berawalan dengan bercandaan, menikah itu tentang keseriusan bi" jawab Zemira.


"Abi tidak mengerti maksud kamu apa, namun abi fikir ada baiknya kamu menerima Faisal. Apa kamu tidak ingin menyusul Milla? Anne saja sebentar lagi akan menikah dan ditambah Fadil juga sudah menetapkan tanggal pernikahannya. Lalu kamu? kenapa kamu masih terus banyak memilik" tanya abi panjang lebar.


"Ka Fadil akan menikah?" Zemira terkejut.


"Lupakan Fadil dan cintai orang yang mencintai kamu, jika kamu menolak Faisal maka mau tidak mau kamu harus menikah dengan laki-laki pilihan abi. Tidak perduli kamu mau setuju atau tidak" acam abinya pada Zemira.


"Abi Zemira udah punya pilihan" jawab spontan Zemira.


"Siapa pilihan kamu? apa kamu diam-diam pacaran tanpa sepengetahuan abi?" terka abi macam-macam.


"Engga abi, dia teman Zemira dia akan serius sama Zemira tapi tunggu dia siap untuk menikahi Zemira" jawab Zemira mengarang.


"Kalau begitu bawa dia besok menghadap abi, besok kamu libur kan? suruh laki-laki itu datang. Faham!! kamu boleh pulang" ucap abinya.


"Yaudah Zemira pulang, assalamu'alaikum" jawab Zemira pamit lalu mencium punggung tangan abi dan paman Ahmed.


"Wa'alaikumussalam" jawab keduanya.

__ADS_1


"Kamu engga mau makan dulu sayang?" tanya paman Ahmed penuh perhatian sambil mengelus lembut kepala Zemira yang terbalut hijab.


"Engga paman makasih" jawab Zemira lalu melangkah keluar rumah.


Terpaksa mau tidak mau dia harus berjalan kaki untuk sampai dibutik tempat semantara ia tinggal.


Tut.. tut..


Dering telfon berbunyi memanggil seseorang, dengan berjalan kaki menelusuri jalanan malam Zemira berusaha menelfon seseorang yang bisa ia gunakan sebagai alasan menolak lamaran Faisal.


Zemira : Hallo Daff?


Daffa : Eeemm


Zemira : Kamu lagi ngapain sih? jawabnya ko gitu


Daffa : Baru bangun tidur, kenapa emang?


Zemira : Mau minta tolong dong


Daffa : Apaan?


Zemira : Sok cuek tau gah sih loh


Daffa : Habisnya giliran gue telfon loh engga


loh lebih jutek dari gue jawabnya. Nah


sekarang loh tiba-tiba butuh bantuan gue,


kan gue jadi mikir yang engga-engga.


Zemira : Iya-iya maaf


Daffa : Yaudah iya buruan apaan?


Zemira : Jadi pacar pura-pura aku


Daffa : Sejak kapan istila pacar ada didalam


hidup loh?


Zemira : Bacot tau gah sih kamu, ini buat gagalan


lamaran orang sama aku.


Daffa : Kenapa mesti pura-pura sih?


Zemira : Maksud kamu gimana?

__ADS_1


Daffa : Kenapa engga dibuat beneran aja sih


Zee, loh tau kan dari dulu gue suka sama


loh. Tapi loh selalu aja nolak gue.


Zemira : Aku engga pernah nolak kamu ya,


kamunya aja yang engga pernah yakin


sama satu cewe.


Daffa : Itu sih cuma alasan loh aja biar nolak


gue, terus gue mesti gimana?


Zemira : Besok kerumah aku, dan yakinin abi aku


soal kamu mau serius sama aku dan


bakal nikahin aku. Intinya buat lamaran


aku itu ditolak, pokonya kamu mesti


bantu aku.


Daffa : Jadi loh mau ketemuin gue sama abi luh,


terus gimana kalau dia nanya agama gue


apaan. Terus apa lagi kalau dia nanya


tentang berbau-bau islami gimana, rumit


tau loh tau kan kalau gue kristen. Yang


ada rencana loh bakal jadi bumerang buat


diri loh sendiri.


Zemira : Aaahhhh bener-bener nelfon kamu


engga ada solusi sama sekali.


Zemira langsung menutup telfonnya dengan kesal dan marah, Daffa adalah teman SMKnya dulu dia memeng berbeda agama dengan Zemira. Tapi Daffa adalah teman yang baik dan asik bahkan sangat menjaga Zemira layaknya abang sendiri.


Namun pada saat itu keduanya saling jatuh hati namun dinding besar mengalangi perasaan keduanya yaitu agama yang berbeda, pada akhirnya Daffa memutuskan mengungkapkan perasaannya namun Zemira ingin sekali membalas perasaan yang dimiliki Daffa. Akan tetapi peraturan abinya sangat ketat, dan memutuskan untuk menjauh dari Daffa sejauh-jauhnya.


Langkah kakinya mulai berjalan menuju tempat yang ia tuju namun fikirannya terus berfikir cara apa yang akan ia gunakan besok untuk menolak lamaran Faisal.

__ADS_1


__ADS_2