Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-60 Pesan Dari Zemira


__ADS_3

Nizam tidak kembali kerumah sakit melainkan dia izin pulang untuk istirahat, setelah sampai dirumah paman Ahmed. Oma dan mama Hana yang melihat Nizam kembali kerumah lagi jadi bingung.


"Loh ko udah pulang?" tanya Oma.


"Nizam akan penuhi keinginan oma tentang Zemira" jawab Nizam lalu melangkah masuk kedalam kamar.


"Hana, ada apa dengan Adiyaksa?" tanya Oma terheran-heran.


"Bukannya itu yang oma inginkan, sekarang Nizam udah menyetujuinya ko oma mala bingung" jawab mama Hana.


" Hana!! Kamu sebagai mamanya harus tahu apa yang diinginkan anak kamu dan mana yang tidak dia inginkan" nasihat oma kesal.


"Aku ngerti Nizam oma, dia mencintai Zemira. Namun ada tembok besar yang mengalanginya yaitu oma" ucap mama Hana lalu melangkah pergi.


Mama Hana mendekati kamar Nizam dan berusaha mengetuk pintu kamarnya.


Tok.. tok.. tok..


"Nizam mama mau ngobrol sama kamu nak" ucap mama Hana.


"Nanti aja ma, jangan sekarang" sahut Nizam dari dalam kamar.


Akhirnya mama Hana menuruti keinginan Nizam karena mama faham kalau Nizam butuh waktu untuk sendiri.


Sekitar jam sembilan malam, ditempat kerja Zemira sudah tiba untuk pulang. Zemira pulang ketoko milik kakak perempuaannya karena tidak ada pilihan lain, dan tidak mungkin juga dia pulang kerumah.


Sesampainya didepan toko langkah Zemira terhenti karena Fadil sudah berada tepat dipinggir jalan tokonya.


"Ka Fadil" panggil Zemira menghampiri Fadil yang tengah berdiri diselah motor miliknya sembari menatap Zemira yang melangkah mendekat.


"Ngapain kesini?" tanya Zemira sembringan.


"Mau ngeliat kamu" jawab Fadil membalas dengan senyuman.


"Aku serius tau ka" ucap Zemira.


"Iya iya deh, aku kesini disuruh ibu bawain bekal makan malam buat kamu" jawab Fadil.


"Ngapain repot-repot sih ka, kamu besok mau jadi pengantin loh" ucap Zemira.


"Apa kita perlu bikin party malam ini, melepas hari terakhir kejombloan aku" jawab Fadil menghibur Zemira.


"Apaan engga ada, nanti besok bangun kesiangan yang ada nanti Zemira yang disalahin ibu" ucap Zemira tertawa.


"Engga papa, biarin aja. Tapi kayanya engga mungkin banget deh kalau ibu marahin kamu, aku tahu betul kamu tuh anak kesayangan. Pasti aku yang bakal kena marah" jawab Fadil.


"Udah sana pulang" perintah Zemira.


"Engga bisa apa, seenggannya aku temenin kamu makan" ucap Fadil.


"Oh iya aku lupa, nanti dokter Nizam cemburu lagi" lanjut Fadil.


"Kakak mau kesitu dulu engga" tanya Zemira sembari menujuk kearah sebrang toko.


"Ngapain?" tanya balik Fadil.

__ADS_1


"Liat bintang" jawab Zemira.


Zemira memarkirkan sepedannya didepan motor milik Fadil, lalu keduanya melangkah menyebrang dan duduk dikursi panjang yang menghadap kearah sawah yang hijau dan diterangi lampu kerlap-kerlip warna putih kekuningan.


"Indah kan?" tanya Zemira.


"Hhmm.. lumayan" jawab Fadil.


"Ka, Zemira mau nanya deh sama ka Fadil" ucap Zemira.


"Nanya apa?" tanya Fadil.


"Apa yang harus dilakuin kita agar orang yang engga suka sama kita" jawab Zemira.


"Mungkin lebih tepatnya membuat orang itu bisa suka sama kita, gimana caranya?" lanjut Zemira.


"Hahaaa..." Fadil tertawa seolah dia mendengar hal yang lucu.


"Ko ketawa sih? Aku serius tau" ucap Zemira.


"Iya iya maaf" jawab Fadil.


"Habisnya seorang Zemira ada gitu yang engga suka, setahu aku semua orang akan suka kalau ketemu kamu" lanjut Fadil.


"Engga semua ka, pasti ada diantara mereka yang engga suka sama Zemira" jawab Zemira.


"Ini tuh bukan kamu banget tau Zee" ucap Fadil.


"Zemira Nurruddin itu adalah wanita yang bodo amat, engga perduli sama omongan orang, tanggapan orang, komentar orang, saran dan kritik orang" lanjut Zemira.


Zemira menarik nafas dalam-dalam dan menghelannya secara perlahan sambil menikmati angin malam sawah.


"Rasanya sulit ka harus berdiri bersebelahan sama dokter Nizam yang banyak lebihnya ketimbang Zemira banyak kurangnya" cerita Zemira.


"Kamu itu cukup sempurna Zee, semua diciptakan sama. Engga ada tuh yang banyak kurangnya dan lebihnya, yang membedakan itu cuma satu yaitu dibidang pekerjaan dan bakat seseorang" ucap Fadil.


"Dokter Nizam itu terlalu perfect sampe Zemira susah buat ngeimbanginnya ka" jawab Zemira.


"Engga usahlah Zee, dengarin omongan orang soal kamu sama dokter Nizam. Kamu ko yang ngejalanin bukan mereka" ucap Fadil.


"Rasanya sulit ka" jawab Zemira.


"Emangnya siapa yang engga suka sama kamu Ze?" tanya Fadil.


"Keluarganya dokter Nizam?" lanjutnya.


"Kalau iya, kenapa dia berani nikahin kamu sebelum berunding dengan keluarganya sampai kamu yang harus dibenci oleh keluarganya" tambah Fadil.


"Ka Fadil, pernikahan ini terjadi karena Zemira. Zemira harap kakak engga ada tuh nyalah-yalahin dokter Nizam kaya gini" bela Zemira.


"Aku bersyukur Zee, karena kamu sudah mencintai laki-laki lain selain aku" ucap Fadil.


"Iya aku juga lega karena akhirnya, aku akan benar-benar melepaskan perasaan aku sendiri ke ka Fadil" jawab Zemira.


"Lalu apa yang membuat kamu khawatir? Aku rasa dokter Nizam juga menyukai kamu" ucap Fadil.

__ADS_1


"Dokter Nizam itu terlalu sempurna" jawab Zemira sedih.


"Kamu pernah nanya belum alasan kenapa dokter Nizam milih nikahin kamu dari pada wanita lain?" tany Fadil.


"Aku pernah nanya ka, tapi belum dijawab sama ka Nizam" jawab Zemira.


"Nah itu, kamu harus taggih jawabannya sama dokter Nizam" ucap Fadil.


"Kayanya rasa kamu ke aku dulu engga sampe segitunya deh, beda sama rasa yang kamu kasih buat dokter Nizam" tambah Fadil.


"Bedanya adalah cinta ke kamu itu haram sedangkan cinta ke ka Nizam itu halal" jawab Zemira.


"Seharusnya Zemira engga boleh ada perasaan memiliki ka Nizam dia kan hanya titipan" lanjut Zemira.


"Udah-udah ah, kenapa jadi panjang lebar gini sih" tambah Zemira.


"Engga papa lagi Zee, sekali-kali kan kita punya waktu berdua ngobrol kaya gini" jawab Fadil.


"Kakak kan besok mau menikah, masa iya ikut begadang. Nanti aku disalahin ibu lagi" ucap Zemira.


"Engga berani ibu salahin kamu, orang anak kesayangan" jawab Fadil.


"Oh ya, kamu besok hadir kan sama dokter Nizam?" tambah Fadil.


"Emm.. engga tau ka soalnya, besok kan acara kakak besok laginya acara sepupu aku dan aku udah ambil izin sehari dipernikahan sepupu aku jadi engga bisa deh kalau harus ambil izin lagi sehari untuk pernikahan kamu" jelas Zemira.


"Ko gitu sih, bentaran aja emang engga bisa banget" ucap Fadil.


"Engga tau ka, liat nanti aja" jawab Zemira.


"Kamu baik-baik aja kan Ze sama dokter Nizam?" tanya Fadil.


"Eemm" jawab Zemira sembari menganggukkan kepalannya.


"Aku rasa engga, pasti kalian bertengkar gara-gara omanya ka Nizam" ucap Fadil.


"Engga ka" jawab Zemira.


Fadil belum tahu soal video dirinya dan Zemira yang sedang berpelukan, karena saat itu Fadil mengambil cuti sehari sebelum pernikahan dan empat hari setelah menikah. Justru gara-gara kamu ka aku sama ka dokter berantem, batin Zemira.


"Bagus deh kalau kalian engga berantem" ucap Fadil lega.


"Yaudah sana pulang, sampein sama ibu makasih banyak makanannya" jawab Zemira.


Akhirnya Fadil pergi menaiki motor miliknya, Zemira juga masuk kedalam toko sambil membawa sepeda miliknya.


Setelah bersih-bersih dan selesai makan malam yang dibawakan Fadil dia pun berbaring ditempat tidur yang hanya muat satu orang.


Zemira memainkan ponselnya secara bete dan kesal, karena menunggu pesan atau telfon dari Nizam namun sama sekali tidak ada. Lalu Zemira mengirim pesan pada Nizam.


Zemira💌


Ka, maafin semua kesalahan yang Zemira udah lakuin, hari ini. Mohon rindho dan maaf kakak untuk Zemira yang belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu.


Setalah mengirim pesan Zemira tertidur pulas, karena lama menunggu balasan dari Nizam.

__ADS_1


__ADS_2