Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-70 Pelukkan Khalid


__ADS_3

"Kholid, kenalin ini suami aku" ucap Zemira memperkenalkan Nizam.


"Nizam" sapa Nizam mengulurkan tangannya.


"Kholid, laki-laki yang hampir menjadi suaminya namun sayang dia milih laki-laki yang lebih baik dari gue" jawab Kholid.


"Apaan sih kamu, aku engga penah ada fikiran kalau suami aku lebih baik dari kamu. Karena aku tau kamu pasti punya hal yang cukup lebih baik untuk orang yang tepat" ucap Zemira.


"Bener apa yang dibilang Zemira, kamu akan bertemu orang yang tepat nantinya" tambah Nizam.


"Lagian aku engga pernah khawatir kalau kamu sama Zemira masih tetap berhubungan baik, asalkan tahu batasan pertemanan kalian" lanjut Nizam.


"Boleh gue minta satu hal untuk yang terakhir?" tanya Khalid.


"Apaan sih kamu, emang kita engga bakal ketemu lagi apa" jawab Zemira.


"Besok gue terbang ke Jepang" ucap Khalid.


"Jepang?" tanya Zemira.


"Jauh banget, mau ngapain?" lanjut Zemira.


"Gue bakal kerja disana, sekalian biar bisa ngelupain luh juga. Dan yang pasti gue engga tau bakal bisa balik atau engga" jawab Kholid.


"Apaan sih, emang kerja disana kontrak kerjanya selamanya?" tanya Zemira.


"Peluk gue untuk yang terakhir kalinya Zee!!" ucap Khalid.


"Kamu ngaco ya, disebelah aku ada suami aku loh. Masa iya aku peluk laki-laki lain" jawab Zemira.


"Biar aku wakilin tanpa kamu peluk istri aku" ucap Nizam sedikit kesal.


"Gue minta Zemira bukan loh" jawab Kholid.


"Engga bisa gitu dong Khalid" ucap Zemira.

__ADS_1


"Cuma sebentar Zee, untuk terakhir kalinya" jawab Kholid.


"Aku izinkan kamu istriku, memeluk khalid sebatas saudara" ucap Nizam sedikit tidak rela.


"Tapi ka" jawab Zemira.


Nizam kembali meyakinkan Zemira seolah mengatakan tidak papa, dan akhirnya perlahan Zemira memeluk Khalid yang saling berbalas peluk air mata jatuh dipipi Kholid namun langsung ia usap agar Zemira tidak tahu tapi Nizam melihatnya dan sedikit cemburu.


"Terimakasih Zee" ucap Khalid.


"Eeemm" jawab Zemira.


"Gue minta loh jagain Zemira, jangan ampe loh sakitin dia, apalagi ngecewain dia, atau ampe buat Zemira nangis" ucap Khalid.


"Gue cuma mau bilang, Zemira tipe orang yang kalau udah sayang dan cinta itu pasti tulus. Dan loh beruntung, gue harap loh bisa jaga amanah yang udah Allah kasih ke loh" lanjut Khalid.


"Insyaallah, do'ain biar aku bisa jagain amanah yang udah Allah kasih ke aku" jawab Nizam.


"Loh engga perlu khawatir, Zemira adalah wanita yang cukup pengertian dan juga mandiri. Dan gue percaya kalau Zemira engga bakal macem-macem dibelakang loh, justru gue takut loh yang macem-macem dibelakang Zemira" ucap Khalid.


"Yaudah, gue pergi" ucap Khalid.


"Hati-hati bro" jawab Nizam tersenyum.


Nizam memeluk Kholid tanda persaudaran bukan permusuhan, lalu Khalid pergi.


#Diperpustakaan rumah


Nizam sedang sibuk membaca buku lalu Zemira masuk sambil menghantarkan segelas kopi biasa yang sering Nizam minum.


"Ehem"


"Kamu kenapa sayang?" tanya Nizam.


"Engga, engga papa" jawab Zemira.

__ADS_1


Nizam masih fokus pada buku yang ia baca, Zemira pura-pura melihat beberapa buku.


"Ada yang mau kamu tanyakan?" tanya Nizam.


"Ada banyak" jawab Zemira tersenyum.


Nizam mendengar jawaban Zemira lalu tertawa, dan ditambah senyum manis melihat Zemira.


"Oke, kamu mau nanya apa?" tanya Nizam.


"Kamu kenapa sih sering pulang engga nentu?" jawab Zemira mulai bertanya.


"Aku lupa ngasih tau kamu, aku jadi dokter 24 jam diigd. Karena aku tidak punya pilihan, pemilik rumah sakit memberikan syarat itu agar aku bisa kerja tetap disana. Mungkin juga karena rumah sakit itu kurang dokter" ucap Nizam.


"Jadi artinya, kamu akan standbye 24 jam" jawab Zemira.


"Engga juga sayang, kan dokter 24 jam bukan hanya aku aja ada yang lain juga. Tapi kalau sewaktu-waktu rumah sakit telfon dan butuh aku, itu aku harus siap" ucap Nizam.


"Ribet ya jadi dokter" jawab Zemira.


"Engga ko sayang, apa lagi aku akan punya gelar ganda nantinnya beberapa bulan lagi jadi aku bakal jadi dokter serba bisa dalam beberapa spesialis" ucap Nizam.


"Kakak engga capek apa?" tanya Zemira.


"Capek sayang, tapi kalau udah ketemu kamu rasanya capeknya ilang" rayuan Nizam.


"Apaan sih bisa aja ya gombal kaya gitu, pasti sering ngerayu cewe-cewe" ucap Zemira.


"Engga gitu sayang, kalau engga percaya tanya deh sama Kevin dia tau semua kalau tentang aku" jawab Nizam.


"Iyadeh percaya, oh ya. Aku minta maaf ya ka soal Khalid tadi" ucap Zemira.


"Engga papa sayang, aku rasa ada hal yang pengen Khalid sampein ke kamu. Lagian kan cuma pelukkan doang, it's ok aku bisa ngerti asalkan jangan lama-lama" jawab Nizam.


"Kamu mau makan apa hari ini?" tanya Zemira.

__ADS_1


Keduanya mulai membicarakan soal makan yang akan dimakan hari ini, Zemira selalu punya bahan untuk ngobrol dan bicara dengan Nizam. Bahkan Nizam sampai lupa kalau dia sesang baca buku, ketika sedang berbicara dengan Zemira.


__ADS_2