Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-48 Nizam Kembali


__ADS_3

"Zemira" panggil Nizam tersenyum kearah Zemira.


Zemira tidak membalas hanya tertawa karena disitu semua temannya ada disebelahnya, Nizam menghampiri Zemira bahkan dengan reflexnya Nizam memeluk Zemira.


"Haii dok" sapa Zemira melepaskan pelukannya.


Zemira memberi kode dengan kedipan matanya yang berkali-kali.


"Dokter Adiyaksa ya? yang terkenal itu, ternyata ganteng banget aslinya" ucap Selina.


"Iya bener ternyata bener-bener cakep, pinter lagi" tamabah Helena.


"Senang bertemu kalian, kita duluan ya" jawab Nizam menggandeng tangan Zemira sedangkan Zemira berusaha melepaskan gandengannya.


"Hah? ko bisa kalian bareng?" tanya Selina.


"Kita serumah" jawab Nizam.


"Hah? serumah" ucap Selina dan Helena bersamaan.


"Dia itu ponakan paman Ahmed yang tinggal dirumah abi jadi makannya kita serumah" jelas Zemira.


"Bukannya kitaa" ucap Nizam yang langsung ditutup mulutnya dengan tangan Zemira.


"Aku duluan ya kalian hati-hati" lanjut Zemira kemudian menarik Nizam masuk kedalam mobil.


Keduanya masuk kedalam mobil, perlahan mobil melaju meninggalkan halaman tempat kerja.


"I miss youu" ucap manja Zemira memeluk Nizam yang sedang menyetir.


"Tadi aja engga mau dipeluk" jawab Nizam.


"Semua orang kan belum tau kalau kamu suami aku" ucap Zemira yang belum melepaskan pelukkannya.


"Aku mau makan nasi goreng itu" tambahnya sambil menunjuk kearah penjual nasi goreng yang berada dipinggir jalan.


"Itu engga sehat tau" ucap Nizam.


"Tapi aku mau" renggek Zemira.


Akhirnya mobil pun berhenti, Nizam memenuhi permintaan Zemira untuk membeli nasi goreng.


"Pak nasi goreng pedas banget satu ya dibungkus aja" ucap Zemira memesan.


"Kamu engga mau?" tanya Zemira.


"Engga" jawab Nizam sibuk membalas chatting.


Zemira hanya manyun sedikit, keduanya menungu nasi goreng matang.


"Oh ya, aku mau dengar cerita kamu kenapa bisa pulan hari ini? bukannya kata kamu harus kuliah offline disana ko tiba-tiba ambil jalur online" ucap Zemira.


"Loh ko kamu tau aku ambil jalur online" jawab Nizam sedikit terkejut.


"Oh ternyata orang pertama yang kamu kasih tau itu bukan aku ya" sindir Zemira mulai kesal.


"Maksud kamu apa?" tanya Nizam.


"Kamu tau dari mana" tambah Nizam menatap Zemira.


"Lupain aja" jawab Zemira.

__ADS_1


"Mba ini sudah selesai" ucap penjual nasi goreng.


"Oh iya pak, ini uangnya" jawab Zemira.


Namun segera Nizam menahan uang yang akan diserahkan oleh penjualnya, lalu mengambil dompet disaku kanannya.


"Aku aja yang bayar" ucap Nizam.


"Eemm" jawab Zemira lalu melangkah masuk mobil duluan.


"Makasih ya pak" ucap Nizam lalu menyunsul Zemira masuk kedalam mobil.


Sisa perjalanan menuju rumah keduanya hanya diam, hening terdengar didalam mobil. Zemira ataupun Nizam tidak ada yang mengawali bicaranya lagi.


Setelah mobil sampai dipekarangan rumah, Zemira langsung turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah.


"Ze!"


"Zee!!"


"Zemira!!!" panggil Nizam ketiga kalinya dan membuat langkah Zemira terhenti.


Segera Nizam menghampiri Zemira lalu memegan lengan tangan Zemira, keduanya saling bertatapan.


"Zemira capek dok mau istirahat" ucap Zemira mengalihkan tatapannya.


"Kamu kenapa?" tanya Nizam.


"Seharusnya aku engga denger dari orang lain, apalagi dia mantan kamu yang engga bisa kamu lupain" jawab Zemira menepis tangan Nizam.


"Aku mau tidur sendiri, terserah kamu mau tidur dimana" tambah Zemira lalu melangkah pergi masuk kamarnya.


"Zee ini nasi gorengnya?" ucap Nizam menenteng kresek yang berisi nasi goreng.


Tiba-tiba abi datang menghampiri Nizam yang berdiri didepan pintu kamar Zemira.


"Nizam kenapa? apa ada masalah" tanya abi.


"Oh, engga ko bi. Nizam ada materi malam ini jadi mau keperpustakan dulu" jawab Nizam.


"Oh gitu, kalau ada apa-apa bilang aja sama abi" pesan abi.


"Iya bi siap" jawab Nizam tersenyum.


Lalu abi melangkah pergi, dan Nizam masuk keruang perpustakaan. Nizam membuka leptop miliknya dan mulai memulai dengan videocall dengan salah satu profesornya.


Disela-sela break videocall dengan profesornya, tiba-tiba perut Nizam lapar dan kebetulan ada bungkusan nasi goreng diatas mejanya. Akhirnya Nizam memakan nasi gorengnya dengan lahap.


"Hemm rasanya lumayan" ucap Nizam sambil mengunyah nasi gorengnya.


Tiba-tiba Zemira membuka pintu ruang perpustakaannya, Nizam hanya melirik sebentar dan masih menikmati nasi gorengnya.


Perlahan Zemira mendekat kearah Nizam dengan manja Zemira duduk dipangkuan Nizam dengan keduan tangannya melingkari leher Nizam.


"Kata itu engga sehat, dimakan juga" ucap Zemira.


"Habisnya aku laper" jawab Nizam.


"Sisain napa buat aku" renggek Zemira.


"Zemira awas! aku lagi videocall nih sama prof aku" ucap Nizam.

__ADS_1


"Hah? emang iya" tanya Zemira langsung menenggelamkan wajahnya didada Nizam karena malu.


"Hahaa...." tiba-tiba Nizam tertawa puas melihat reaksi Zemira yang malu-malu.


plak..


"Kamu bohong ya" ucap Zemira menabok dada Nizam.


"Gemes liat kamu kaya tadi" jawab Nizam mencubit kedua pipi Zemira.


Zemira mencium bibir Nizam untuk pertama kali, keduanya hanya saling melempar pandangan. Zemira memeluk Nizam dengan penuh kerinduan.


"Kamu sih nyebelin" ucap Zemira memukul dada Nizam.


"Kenapa mesti cewe itu, yang tau duluan kamu bakal pulang hari ini" lanjut Zemira.


"Cewe yang mana?" tanya Nizam pura-pura tidak tahu.


"Emangnya berapa banyak cewe yang kamu kenal?" tanya balik Zemira.


"Banyak, istrinya paman Ahmed, teteh kamu, kakak ipar kamu, ponakan kamu, mama aku.." jawab Nizam terputus.


"Emang siapa lagi mantan terindah kamu kalau bukan cew itu" ucap Zemira kesal.


"Oh Bella maksud kamu?" tebak Nizam.


"Alah pura-pura engga tau" jawab Zemira.


"Zemiraa!! ini masih online loh telfonnya, cuma aku matiin cameranya" ucap Nizam.


"Hallo dokter Nizam, masih disitu?" suara terdengar dari leptop.


"Iya prof masih" sahut Nizam.


"Sebentar lagi kita lanjut dok, silahkan selesaikan urusannya dulu" jawab suara dari leptopnya lagi.


Nizam mengangkat kedua alisnya yang tebal, memberi kode pada Zemira untuk segera turun dari pangkuan Nizam dan pergi kekamarnya.


"Kenapa kamu engga bilang" bisik Zemira.


"Sayang" panggil lembut Nizam.


"Kapan selesainya" tanya Zemira dengan suara yang sangat pelan.


"Kamu tunggu dulu dikamar ya, sebentar lagi aku nyusul" jawab Nizam.


Akhirnya Zemira menurut sambil membawa bungkusan nasi goreng yang setengahnya sudah dimakan oleh Nizam, namun Zemira tidak masuk kamarnya. Justru dia mala duduk disoffa panjang yang ada diperpustakaan, dengan santai dia mulai memakan nasi gorengnya.


"Maaf prof Ali tadi agak sedikit berisik" ucap Nizam membuka cameranya


"It's ok Nizam, kamu sudah merried?" tanya prof Ali dari balik layar leptop.


"Iya prof alhamdulillah" jawab Nizam.


"Kenapa tidak undang saya?" tanya prof Ali.


"Insyaallah prof akan saya adakan resepsi kalau semuanya udah kelar, termasuk sebentar lagi saya skripsi" jawab Nizam.


"Oh gitu, jadi istrinya belum diumumin kepublik nih ceritanya. hahaaa.." ucap prof Ali sembari tertawa.


"Insyaallah prof secepatnya" jawab Nizam tersenyum.

__ADS_1


"Yasudah kita lanjut baru sampai mana tadi?" mengalihkan pembicaraan.


Nizam kembali fokus pada mata kuliahnya secara online, sedang Zemira setelah selesai makan dia bosan dan scroll-scroll beranda yang engga jelas dan akhirnya dia capak beralih dari duduk disoffa dia duduk dilantai sembari menyenderkan kepalannya dimeja dengan tangan sedakep. Perlahan matanya tertutup, lalu tertidur pulas.


__ADS_2