
Kini nama Fadil menjadi terkenal dikalangan patner Zemira, bahkan bosnya saja tahu akan nama Fadil. Itu semua karena keemberan teman-teman Zemira yang terus menjadi mak comblang diantara Zemira dan Fadil tentunya.
Kekompakan semua patner kerja Zemira yang terus berusahan untuk mendekatkan keduanya, walaupun harapan dan permintaan Zemira hanya sekedar tahu namanya saja. Tapi tidak dengan teman-temannya tentu mereka menginginkan agar Zemira bisa mendapatkan cintanya, yaitu Fadil.
Akhirnya temannya menemukan salah satu akun sosian media laki-laki itu, dan benar namanya Fadil. Mulailah mereka mencari tahu informasi tentang laki-laki itu, Fadil kelahiran 1997 sedangkan Zemira tahun kelahiran 1996 hanya beda sekitar satu tahun.
Fadil adalah seorang atlet silat, beliau juga ikut organisai pilang remaja. Zemira merasa minder dengan banyaknya prestasi yang Fadil raih, sedangkan dirinya siapa? hanya wanita biasa yang tulus menyukainya.
"Engga nyangka ya Zee dia dibawa kamu umurnya, tapi keliatannya udah om-om ternyata salah" ucap salah satu teman Zemira.
"Emm iya juga, tapi engga kaya om-om banget tau cukup abang-abang dehh" jawab Zemira.
Semua temannya yang mendengar jawaban dari Zemira tertawa, gurau mereka pun silih berganti dan saling tertawa.
Salah satu teman Zemira yang bernama Asiyah memberanikan diri berkenalan lewat akun laki-laki itu, dan tidak disangka dengan cepat laki-laki itu membalasnya.
Tentu saat itu Zemira dibutahkan oleh cinta sampai dia lupa bahwa apa yang telah dia lakukan adalah tindakan yang salah, namun tidak bisa dibohongi bahwa dia bahagia karena laki-laki itu merespon.
__ADS_1
Asiyah membalas pesan berikutnya dengan menyuruh laki-laki itu keluar dari IGD jika memang benar pemilik akun ini adalah laki-laki yang dimaksud Zemira, hingga semuanya menegang menatap pintu IGD yang tepat didepan mata.
Hitungan ketiga Fadil keluar sambil memegang ponsel miliknya bahkan sesekali menoleh ke arah kanan dan kirinya seperti mencari-cari sumber pesan itu berasal karena tahu akan keberadaanya dan profesinya, semua teman Zemira tertawa puas melihat kebingunan diraut wajah Fadil yang tengah berdiri sambil menoleh padahal tanpa dia sadar sumber pesan itu berada didepannya yang sedang memperhatikan dari jauh.
Zemira senyum-senyum sendiri menatap Fadil dari cela-cela yang dimilikinya, saatnya Zemira pulang saat itu namun percakapan antara Asiyah dan Fadil masih berlanjut bahkan sampai pada dititik Asiyah memberikan nomer wathsap Zemira pada Fadil.
Zemira kaget karena tidak menyangka secepat ini dia bisa memisahkan jaraknya dengan Fadil, laki-laki itu mengirim pesan pada Zemira dengan sopan menuliskan salam dan dijawab oleh Zemira dengan perasaan yang campur aduk.
"Aku tidak menyangka bisa berada ditahap ini, padahal aku cuma mau tau namanya aja. Kenapa bisa sampai chattingan seperti ini? bagaimana kalau abi tau" ucap Zemira yang masih menggenggam ponselnya.
"Mba Zeee" panggil Zahra dari setengah balik pintu.
"Masuk Zaah sini" jawab Zemira.
Zahra mendekat kearah Zemira yang sedang bersandar ditempat tidurnya, lalu duduk dipinggir tempat tidur menghadapkan badannya kearah Zemira.
"Temenin yuk mba" ajak Zahra.
__ADS_1
"Kemana? kalau buat ketemu kang Faisal aku engga mau" terka Zemira.
"Ngadirin maulid mba, kalaupun ketemu kang Faisal emang kenapa mba" ucap Zahra.
"Engga papa, maaf aku engga bisa" jawab Zemira.
"Yah jadi Zahra engga bakal dapet izin deh dari Bapak" renggek Zahra.
"Ajak Cahaya aja dia mau tuhh" saran Zemira.
"Yaudah deh aku ke rumah Cahaya dulu mba, assalamu'alaikum" ucap Zahra bangkit dari duduknya lalu pergi.
"Wa'alaikumussalam, hati-hati" jawab Zemira.
"Apakah aku menyukai laki-laki itu hanya pelampiasan karena kekecewaanku kepada kang Faisal, kalaupun iya. Yaa Allah aku minta untuk segera mengambil kembali perasaan ini, karena aku takan sanggup menyakiti perasaan siapapun" ucap Zemira yang masih terus membalas chattingannya dengan Fadil.
Pertanyaan demi pertanyaan terus diajukan Zemira agar mengenal siapa laki-laki yang disukainya itu, bahkan dengan mudah Fadil meresponnya tanpa risih meskipun tidak berbalik tanya tentang siapa Zemira.
__ADS_1