Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-23 Memaksa Terluka


__ADS_3

Hari demi hari Zemira semakin kesal dengan sifat Selina entah terkadang marah karena Selina selalu membuatnya kesal dan terkadang marah tanpa alasan, namun hati Zemira terkadang punya jawaban untuk semua tanya difikirannya.


Mungkinkah karena dia juga suka dengan Fadil? hati Zemira berkata.


"Selina, emm.." panggil Zemira ragu-ragu.


"Kenapa mba? mba mau nanya sesuatu sama aku." tanya Selina.


"Emm engga jadi" jawab Zemira dengan ekspresi ala kadarnya.


"Mba mau nanya soal Fadil ya?" tebak Selina.


"Hemm.. bisa jadi, tapi aku bingung mau mulai dari pertanyaan mana dulu. Jadi lupain aja" jawab Zemira.


"Loh ko gitu mba, engga papa tanya aja. Lagian aku kalau bisa jawab bakal aku jawab dan sebaliknya kalau engga bisa aku jawab ya aku engga akan jawab" ucap Selina.


"Apa bener kamu suka sama Fadil?" tanya Zemira to the point.


"Oh soal itu, hemm.. mungkin iya tapi cuma sekedar suka sih mba engga ngarep lebih dari hanya sekedar kagum sama dia" jawab Selin.


Perasaan Zemira terluka sebenernya namun berusaha ia tutupi dengan balas dengan senyuman, pertanyaan demi pertanyaan Zemira berusaha memenuhi semua tanya yang berada difikirannya.


"Apa yang membuat kamu menyukainya?" lanjut Zemira bertanya.


"Dia itu keren mba, senyumannya juga manis tapi sayangnya dia itu sombong banyak yang suka sama dia tapi dianya jual mahal banget. Dan lebih banyak lagi yang patah hati karena cintanya engga terbalas sama dia, kaya mba gitu" jawab Selina.

__ADS_1


Lagi-lagi Zemira hanya membalas dengan senyum tipis ucapan Selina, namun hati Zemira berkata bahwa dia telah sadar akan mencintai orang yang salah.


***


"Abi, assalamu'alaikum" ucap Zemira yang baru pulang kerja sambil menelusuri ruang-ruang rumah mencari keberadaan abinya.


"Abi mana sih, semua orang juga pada kemana sih. Tumben banget lagi pergi barengan gini" ucap Zemira.


Kring.. kring.. kring..


telfon masuk diponsel Zemira ternyata panggilan masuk dari kakak iparnya suami dari kakak perempuannya.


Zemira : iya bang kenapa?


Adam : kamu dimana? udah pulang belum, abi sama yang lain lagi silahturrahmi nih dirumah temen abi


Adam : abang jemput sekarang ya siap-siap aja dulu, bentar lagi otw


Zemira : engga usah bang nyusahin, Zemira dirumah aja istirahat


Adam : abi yang suruh buat jemput kamu, pokonya siap-siap aja dulu


tut.. tut..


panggilan berakhir, Zemira tidak memiliki pilihan lain selain bersiap untuk ikut clue dari sang kakak ipar suami dari mba Zelina.

__ADS_1


"Dek, Zemira" panggil Adam yang berada didepan pintu kamar Zemira.


"Iya bang" sahut Zemira segera membuka pintu kamarnya.


"Udah siap belum?" tanya Adam


"Udah bang, ada siapa aja disana bang?" ucap Zemira.


"Udah nanti juga kamu tahu, udah ayo" jawab Adam.


Zemira akhirnya menurut dan ikut dengan kakak iparnya menuju salah satu rumah yang katanya teman dari abinya, mobil berhenti didepan warung kecil dan dibelakang warung terdapat rumah yang sederhana.


"Ini ruamah siapa bang?" tanya Zemira sebelum turun.


"Rumah temennya abi, udah ayo turun" jawab Adam.


Zemira mengikuti kakak iparnya yang sudah terlebih dahulu turun duluan, terlihat ramai dirumah itu. Pandangan Zemira mencari kebaradaan orang-orang yang mungkin dia kenal, namun tak disengaja saat langkahnya mengikuti kakak iparnya. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berjalan mundur kakak iparnya sempat menghindar, namun seketika itu badan Zemira tertabrak oleh punggung badan laki-laki itu.


"Aaww"ucap Zemira terkejut.


Laki-laki itu spontan membalikkan badannya menghadap Zemira, pandangan Zemira sempat tertunduk namun seketika pandangannya bertemu dengan laki-laki itu.


"Ma-maaf, kamu baik-baik aja?" ucap laki-laki itu.


"Ka-ka Fadil?" Zemira terkejut.

__ADS_1


Fadil hanya membalas dengan senyuman.


__ADS_2