Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-62 Pernikahan Fadil


__ADS_3

Keesokan harinya, dipernikahan Fadil dan Indah satu persatu teman, sahabat, kerabat dan keluarga memberikan selamat dan do'a terbaik untuk keduanya.


Sekitar jam setengah duabelas siang, Nizam datang bersama Kevin dan Bella.


"Selamat ya Dil" ucap Nizam senyum.


"Loh kemana Zemira? Dia engga dateng bareng sama dokter" tanya Fadil karena melihat dokter Nabila menggandeng tangan Nizam.


"Dia kayanya engga bisa hadir, karena kerja" jawab Nizam.


"Kita mending foto dulu deh buat kenangan" ucap Indah.


"Betul tuh" jawab Kevin mengiyakan.


"Lah itu Zemira sama temennya" ucap Indah.


"Zemira" panggil Indah sembari melambaikan tangannya.


Mata Nizam langsung menemukan keberadaan Zemira disana bersama teman-temannya, Zemira datang dengan Selina dan Helena karena Windah shift pagi.


"Ko pacarnya Fadil kayanya akrab banget sama mba?" tanya Selina penasaran karena sama-sama menyukai Fadil.


"Akrab banget sih engga, tapi kenal aja" jawab Zemira.


"Itu yang namanya dokter Nizam? Tampan banget" tanya Helena menatap Nizam.


"Tapi siapa perempuan yang gandeng tangan lengannya suami mba?" tambah Selina.


"Katanya sih itu mantannya" jawab Helana.


"Ko mba Helena tau sih" tanya Selina.


"Udah, tujuan kita disini buat kondangan bukan buat ngegosip" jawab Zemira menghentikan obrolan keduanya.


Langkah Nizam mebdekati Zemira, mata Helena dan Selina pun melongo karea melihat tingkah Nizam yang langsung mendekati Zemira dan menempelkan telapak tangannya dikening Zemira.


"Apa panasnya sudah hilang?" tanya Nizam khawatir.


Zemira hanya mengedipkan kedua matanya karena terkejut melihat tindakan Nizam didepan umum, karena banyak yang melihat ditambah Helena dan Selina harus melihat adegan ini.


"Emm.. u-uudah engga papa ko" jawab Zemira memundurkan badannya agar tidak terlalu dekat dengan Nizam.


Bahkan degup jantung Zemira semakin kencang, tidak normal pada umumnya dan itu membuat Zemira salah tingkah karena mendapat tatapan Nizam yang melihat dirinya dengan penuh cinta.


"Maaf, aku engga izin sama kamu mau kesini. Tadinya mau engga dateng karena kerja, tapi bos ngasih waktu untuk kondangan sebentar terus langsung pergi kerja" jelas Zemira sebelum Nizam tanya macam-macam dan membuatnya marah.


"It's ok, pulang sama aku ya. Aku anter kamu ketempat kerjaan" jawab Nizam.


"A-aku naik motor ka, engga mungkin motornya aku tinggal gitu aja" ucap Zemira.


"Yaudah aku nebeng sama kamu" jawab Nizam.

__ADS_1


"Hhmmm" ucap Zemira masih mikir.


"Kelamaan mba mikirnya, udah dok iya boleh nebeng aja sama Zemira" jawab Selina.


"Pak dokter kita kesana dulu ya, Zemira kita pinjam dulu" ucap Helana.


Helena dan Selina langsung membawa Zemira menemui Fadil dan Indah, walaupun sakit hati yang dirasakan Selina namun Zemira menguatkannya dengan menggandeng tangannya.


"Sini peluk aku" ucap Fadil.


Selina dan Helana bengong karena ucapan Fadil yang minta peluk oleh Zemira.


"Engga papa Zee aku engga akan cemburu ko, Fadil udah cerita semuanya" jawab Indah.


"Kakak liat, tatapan ka dokter. Ada hati yang harus aku jaga" ucap Zemira.


"Emang dokter Nizam seposesif itu Ze?" tanya Indah.


Zemira hanya membalas dengan senyuman, sembari sesekali manatap Nizam yang sedang duduk dengan Kevin dan Nabila.


"Aku rasa kamu juga akan lebih posesif Zee, kamu liat tuh dari tadi tatapan dokter Nabila sama suami kamu" ucap Indah sembari tertawa meledek.


Helena dan Selina bingung sendiri karena ternyata Zemira begitu akrab dengan Fadil dan Indah.


"Makasih ya udah dateng" tambah Indah.


"Sama-sama ka" jawab Zemira memeluk ka Indah.


"Minta sama ibu aja Zee berkatnya ya, ibu ada disana sekalian dia rindu katanya sama kamu" jawab Fadil.


"Yaudah aku kesana dulu ya ka" ucap Zemira.


Zemira menghampiri ibu Fadil yang tengah menyambut beberapa tamu lalu langsung memeluk ibu Fadil.


"Yaa Allah, anak ibu baru ketemu lagi. Apa kabar sayang?" ucap ibu sembari mengelus kepala Zemira bahkan sesekali mendapat ciuman dipipi kanan dan kiri.


"Alhamdulillah baik ibu" jawab Zemira tersenyum.


"Makan dulu nak, mau ibu temenin" pinta ibu.


"Zemira engga bisa lama-lama bu, karena harus kembali kerja" jawab Zemira.


"Yasudah bawa berkat ya" ucap ibu mengambil beberapa nasi kotak.


"Jangan lupa makan yang banyak, ibu engga mau kamu sakit" pesan ibu tersenyum keduanya kembali berpelukan.


"Iya ibu insyaallah" jawab Zemira.


Setelah berpamitan pulang dengan ibu, Zemira dan temannya langsung pergi karena harus kembali kewarung. Helena dan Selina sudah duluan sembari membawa kotok berkat, sedangkan Zemira masih menunggu Nizam keluar dari tempat acara.


"Maaf sayang lama ya" ucap Nizam.

__ADS_1


"Kakak yang nyetir ya" jawab Zemira memberikan kunci motornya.


"Kakak punya satu pertanyaan" ucap Nizam.


"Ka, boleh engga jangan sekarang" jawab Zemira.


"Ok" ucap Nizam.


Keduanya menaiki motor yang disetir Nizam, perlahan tangan Zemira memeluk Nizam.


"Aku minta maaf ka" ucap Zemira menempelkan pipinya dipungung Nizam yang sedang menyetir.


"Kamu beneran udah baikan, atau masih ada sedikit sakit yang kamu rasa?" tanya Nizam.


"Udah engga papa ka, jangan khawatir ya" jawab Zemira.


"Aku lega dengernya" ucap Nizam.


"Lebih lega lagi, aku tahu kamu udah engga marah sama aku soal video itu" jawab Zemira.


Zemira langsung melepaskan tangannya dari pinggang Nizam karena sudah akan sampai didepan warung dan takut lagi semua temannya akan melihat karena Zemira masih merasa kalau Nizam terlalu perfect untuknya.


"Ko dilepas?" tanya Nizam.


"Sebentar lagi kan sampai" jawab Zemira.


Motor sampai diparkiran tempat kerja Zemira, Nizam mengembalikkan kunci motornya pada Zemira lalu pergi begitu saja menyebrang kembali kerumah sakit.


Dirumah sakit, ruangan Nizam. Kevin sudah berada dikursi milik Nizam, sembari memakan nasi kotak.


"Engga nyangka gue, loh bisa sebucin ini" ucap Kevin.


"Ngapain loh diruangan gue?" tanya Nizam.


"Numpang makan, noh loh juga dikasih tuh nasi kotak dipernikahan Fadil. Buru-buru pulang demi pulang bareng Zemira, bucin tau engga luh" jawab Zemira.


"Brisik luh makan yang kenyang" ucap Nizam.


"Zam" panggil Kevin.


"Eemm" sahut Nizam.


"Ko dulu loh pacaran sama Nabila engga kaya gini deh" ucap Kevin.


"Kaya gini gimana maksud loh?" tanya Nizam.


"Dulu, loh engga pernah tuh mempermasalahkan Nabila deket sama laki-laki mana pun, dan dulu juga Nabila sering tuh pelukan sama temen-temen laki-lakinya. Engga ada yang loh posesifin dia" jawab Kevin.


"Beda Vin, Zemira sekarang istri gue. Apapun yang dia lakuin gue ikut mempertanggung jawabkan kelak nanti dihadapan Tuhan" ucap Nizam.


"Wiih.. ternyata loh bisa bijak juga" jawab Kevin tertawa meledek.

__ADS_1


Keduanya mengakhiri pembicaraannya, Nizam mulai menikmati nasi kotak yang sama dengan Kevin.


__ADS_2