Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-52 Berselisih Temu


__ADS_3

Sekitar jam setengah sepuluh, Zemira baru selesai dengan pekerjaannya. Waktunya pulang, seperti biasa dia pulang naik sepeda seperjuangannya.


Sesampainya dirumah semua penghuni sudah berada didalam kamar masing-masing, Zemira langsung masuk kedalam kamar mandi lalu tiduran ditempat tidur.


Rasanya sepi karena Nizam tidak ada dirumah, dia akan pulang malam itu fikir Zemira. Akhirnya tanpa sadar Zemira tertidur pulas, padahal sebenarnya dia sedang menunggu Nizam pulang.


Keesokaan harinya..


Sekitar jam empat pagi, menjelang subuh. Zemira terbangun dari tidurnya, lalu melihat disebelahnya ternyata Nizam tidak ada disampingnya. Segera Zemira mengambil ponsel miliknya yang berada dimeja sebelah tempat tidur.


"Jam empat?" ucapnya terkejut.


"Dia engga mau pulang atau gimana sih? Engga inget waktu kalau kerja, apa lagi kalau nanti aku berhenti kerja pasti aku bakal ditinggal terus sama dia" lanjutnya mengomel.


Zemira bangun dari tidurnya, meraih kerudungnya lalu keluar dari kamar menuju pintu utama.


"De mau kemana?" tanya kakak perempuan Zemira.


"Loh mba udah pulang?" tanya balik Zemira.


"Orang nanya ditanya balik gimana sih kamu, tadi mba nyampe sini jam tiga siang Icha sama Arfa udah tidur kasian pasti kecapean" jawab kakak perempuan.


"Oh gitu, mba jangan tidur bentar lagi subuan" ucap Zemira sambil melihat kesekeliling.


"Kamu cari siapa?" tanya kakak perempuan.


"Cari dokter Nizam mba, dia belum pulang ya?" jawab Zemira.


"Loh emang dikamarnya engga ada? kan kamu istrinya" ucap kakak perempuan.


"Yaudah mba aku susul dia kerumah sakit dulu" jawab Zemira sembari mengambil kunci mobil milik abang Hasan.


"Kamu emang udah bisa masuk rumah sakit?" tanya kakak perempuan.


"Engga sih mba, paling aku tunggu diluar aja" jawab Zemira.


"Yaudah sih de, engga usah disusulin nanti juga pulang dokter Nizam bukan anak kecil lagi jadi engga usah takut nyasar" ucap kakak perempuan.


"Beda cerita kalau kamu rindu sama dia" ledek kakak perempuan.


"Apaan sih ka, aku cuma takut dia kenapa-kenapa. Udah ahh susah ngomong sama mba" jawab Zemira lalu melangkah keluar.


Mobil perlahan pergi meninggalkan halaman rumah menuju rumah sakit.

__ADS_1


Dirumah sakit, Nizam ketiduran diruangannya. Kevin teman sekaligus sahabatnya masuk kedalam ruangan Nizam, dan melihat temannya yang sedang tidur pulas sampai tidak tega dia bagunkan.


Namun tiba-tiba, gerakan Kevin membuat Nizam terbangun dan melihat keberadaan Kevin.


"Jam berapa Vin?" tanya Nizam yang setengah sadar.


"Jam empat" jawab Kevin.


"Jam empat? astagfiruallah 'al'adzim" ucap Nizam sembari memegang kepalannya.


"Loh engga papa Zam? gue liat kayanya loh engga fokus dan agak fit jug badan loh" tanya Kevin.


"Engga papa ko Vin, gue emang lagi agak sedikit sakit kepala aja istirahat juga sembuh ko" jawab Nizam.


"Kalau loh kurang sehat mending loh off kerja aja deh, biar nanti dokter Bella gantiin loh shift malam" ucap Kevin.


"Gila loh dia perempuan ditambah dia lagi hamil, udah engga usah. Gue engga papa, gue balik dulu ya kasian Zemira pasti nungguin" jawab Nizam meraih kunci mobilnya lalu melangkah keluar dari ruangan.


"Tunggu Zam!! Gue ikut sekalian mau beli kopi" ucap Kevin menyusul langkah Nizam yang sangat cepat.


Nizam meninggalkan rumah sakit menuju rumah, sedangkan mobil Zemira baru saja sampai didepan igd dan memarkirkannya disebelah warung pinggir jalan lalu Zemira keluar dari mobil.


"Zemira" panggil Kevin yang sedang diwarung itu.


"Dokter Kevin, dokter Nizam ada didalam engga?" tanya Zemira.


"Baru aja dia pulang Zee" jawab Kevin.


"Kayanya dia lagi engga enak badan, makannya sampe ketiduran diruangannya seharusnya pulang jam duabelas malam mala sekarang pulang jam empat pagi. Engga biasanya dia kaya gitu Ze" jelas Kevin.


"Yaudah Zemira pergi dulu dok, makasih ya infonya" jawab Zemira lalu melangkah masuk kembali kemobil.


Mobil Zemira perlahan meninggalkan depat igd menuju rumah, sedangkan mobil Nizam sudah sampai dihalaman rumah Zemira.


"Loh dok, Zemiranya nyusulin dokter loh kerumah sakit" ucap kakak perempuan Zemira yang saat itu membukakan pintu.


"Ngapain nyusulin mba?" tanya Nizam.


"Mungkin udah engga tahan kali rindunya" jawab kakak perempuan sedikit tertawa.


"Yaudah mba saya masuk kedalam dulu mau mandi bentar lagi subuh" ucap Nizam lalu masuk kedalam kamarnya.


Tidak lama kemudian mobil Zemira sampai dihalaman rumah, bahkan Zemira melihat mobil Nizam terparkir didepan rumah itu semakin membuat Zemira yakin kalau Nizam sudah didalam rumah. Segera Zemira keluar dari rumah dan masuk kedalam, adzan berkumandang untuk sholat subuh.

__ADS_1


Setelah Zemira masuk kedalam kamarnya dia tidak menemukan keberadaan Nizam, lalu dia keluar dari kamarnya melewati ruang keluarga.


"Cari siapa Zee?" tanya istri Hasan.


"Dokter Nizam? udah dimusolah ya ka?" jawab Zemira.


"Iya barusan aja tadi adzan" ucap istri Hasan.


Zemira langsung melangkah kearah mushola, dan melihat dari kejauhan bahwa Nizam sedang sholat qobliyah subuh dua rakaat. Hati Zemira merasa lega karena melihat suaminya dalam keadaan baik-baik saja. Zemira kembali kekamarnya, karena dia sedang haidh jadi tidak ikut sholat bersama.


Zemira merapihkan kamarnya menyapuhnya dan mengumpulkan baju kotor yang akan dia cuci hari ini.


Tiba-tiba Nizam membuka knop pintunya lalu masuk kedalam kamar, Zemira langsung menoleh kearah Nizam berada.


"Sudah selesai sholatnya" tanya Zemira tersenyum.


"Sudah" jawab Nizam.


Zemira mendekat kearah Nizam untuk mencium punggung tangannya lalu menyodorkan tangannya.


"Tangan kamu kenapa?" tanya Nizam yang belum juga meraih tangan Zemira.


"Ini engga papa ko udah diobatin" jawab Zemira.


"Sini aku liat" ucap Nizam meraih pergelangan tangan Zemira lalu menuntunnya untuk duduk dipinggiran tempat tidur.


"Ka dokter, maafin semua segala kesalahan Zemira yang disegaja atau tidak disegaja. Maaf karena Zemira engga nurut sama ka dokter, minta ridhonya" tiba-tiba Zemira mengucapkan isi fikirannya sambil maraih kedua tangan Nizam lalu mencium punggung tangan Nizam.


"Iya sudah aku maafkan, semua yang kamu lakukan aku sudah meridhoi karena aku yakin kamu tau batasan-batasannya" jawab Nizam mengusap kepala Zemira.


Nizam membuka perban ditangan Zemira lalu mengganti dengan perban yang baru, setelah selesai Nizam menghampiri lemari.


"Aahhh.. kamu ko buka baju sih kan ada aku disini" ucap Zemira terkejut sembari menutupi matanya dengan kedua tangannya.


Nizam tiba-tiba melepaskan pakaiannya dan mengganti dengan kaos polos biasa dan melepaskan sarung yang dia pakai untuk sholat, setelah mendengar ucapan Zemira. Nizam hanya tersenyum, lalu mendekat kearah Zemira yang masih menutupi wajahnya dengan kedua tangan mungilnya.


Muach..


Ciuman diberikan Nizam ditangan kanan Zemira yang terluka dan ditutupi perban, Zemira perlahan membuka kedua tangannya. Nizam dengan bersemangat tidur dikasur.


"Kamu mau tidur?" tanya Zemira.


"Eemmm" jawab Nizam yang sudah memejamkan matanya.

__ADS_1


Zemira perlahan menghampiri Nizam, bahkan tidak segan-segan Zemira yang memeluk Nizam. Keduannya tidur bersama dengan sangat nyamam, aroma tubuh Nizam sangat candu dihidung Zemira.


__ADS_2