Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-26 Perdebatan


__ADS_3

"Kamu sih mba ngomporin mulu, kamu juga Hel ikutan aja. Kasian tau Selina pasti hari ini kesel banget, lagian juga ngapain sih ka Fadil kesini segala" omel Zemira ikut kesal sekaligus ngerasa bersalah.


"Ko jadi marah-marah gitu sih, aku udah baik dateng jemput kamu tau. Kalau engga kamu mau pulang gimana sama siapa?" Fadil tidak mau kalah dia juga mengomel.


"Kita duluan ya Ze, kalian lanjutin aja berantemnya" ucap Helena.


"Yaudah hati-hati ya" jawab Zemira.


Windi dan Helen pergi bersama, menyisahkan Zemira dan Fadil yang masih perang dingin dalam diam karena kesal.


"Jadi kamu mau ikut apa engga?" tanya Fadil mulai sedikit mengalah.


Sedang Zemira mulai berusaha menghubungi adiknya berkali-kali tapi tetap juga tidak diangkat.


"Kalau kamu berubah fikiran, bilang aja. Aku mau kewarung seberang dulu mau makan mie sekalian mau ngobrol sama temen-temen ku" ucap Fadil lagi.


"Terus aku gimana?" tanya Zemira bingung.


"Terserah kamu maunya gimana" jawab Fadil mulai menyalakan starter motornya.


Lalu akhirnya Fadil pergi menuju warung yang berada tepat didepan Zemira tinggal menyebrang saja, terlihat Fadil mulai memesan sesuatu diwarung itu lalu kemudian mulai berbincang dengan beberapa temannya. Namun sesekali Fadil juga menatap Zemira yang berada disebrang jalan tepat dihadapannya sambil tersenyum, namu tidak direspon balik dengan senyuman oleh Zemira karena saat ini Zemira kesal dengan Fadil.


"Pantes aja aku benci kamu, dasar nyebelin. Emang engga niat buat jemput aku" ngedumel Zemira sendirian.


Dari sebrang sana salah satu teman Fadil memergoki Fadil yang lagi-lagi melirik kesebrang jalan yang tepat Zemira berada yang terus berusaha menghubungi adiknya, lalu temannya bertanya dia bernama Kevin.


"Dil dari tadi lirikin dia mulu, kalau Indah tau dia bisa cemburu nanti" ucap Julianto tertawa.


"Indah itu pengertian, lagian aku engga akan suka sama dia jadi tenang aja" jawab Fadil.


"Lah terus ngapain tadi kamu nyamperin dia, mau ngejemput atau gimana? kasian tuh dia berdiri mulu" tanya Juli mulai kepo.


"Iya niatnya mau ngejemput disuruh abinya, karena adik yang biasa jemput dia lagi mendadak ke bandung ada urusan mendadak tapi dianya malah keke buat nolak aku jemput" jawab Fadil sambil menerima mie instan yang baru saja matang.


Tiba-tiba motor berhenti didepan Zemira, sosok laki-laki asing yang belum pernah Fadil lihat apa lagi temui dan kini pandangan Fadil menatap sebrang jalan dimana Zemira berada.


"Siapa tuh Dil?" tanya Juli yang juga melihat kearah Zemira.

__ADS_1


Fadil segera meletakan mangkon yang berisi mie itu, lalu bergegas menyebrang jalan untuk menghampiri Zemira yang sudah melempar senyum bahagia kepada laki-laki yang baru saja berhenti dihadapannya lalu memberikan helem untuk dikenakan oleh Zemira. Lalu Zemira hendak memakaikan helemny dengan segera Fadil merebut helem tersebut lalu mengembalikan pada sosok laki-laki itu.


"Ka Fadil apa-apaan sih" keluh Zemira.


"Siapa dia?" tanya Fadil.


"Bukan urusan kakak" jawab Zemira.


Zemira berusaha meraih kembali helem yang ada dilaki-laki itu namun Fadil kembali meghalanginya, dan akhirnya laki-laki itu turun dari motornya dan mendorong Fadil sampai bergeser.


"Punya hak apa kamu, sampai melarang Zemira" ucap laki-laki itu.


"Kang Faisal apa-apan sih pake dorong-dorong segala" jawab Zemira.


"Aku cuma engga suka Ze sama sikap dia, pacar bukan, siapa-siapa juga bukan engga ada hak dia buat larang kamu" ucap Faisal.


"Loh ya bener-bener" jawab Fadil marah.


Tojokan mulai dilayangkan oleh Fadil, namun tangannya terhenti karena Zemira mengahalanginya. Bahkan Zemira dengan berani menatap kearah Fadil tanpa rasa takut kalau tonjokan tangan Fadil tidak bisa terkenali dan mengenai dirinya. Fadil sangat marah dan juga kesal, tangannya dihempas begitu saja tidak meneruskan pukulannya pada Faisal.


"Kamu apa-apaan sih Ze" ucap Fadil marah.


"Aku tau kamu jago berantem tapi engga harus apa-apa selalu diselesain pake berantem-berantem segala kaya anak kecil tau engga" lanjut Zemira.


"Aku cuma jalani apa yang disuruh sama abi kamu buat ngejemput kamu, tapi kamu mala engga tau diuntung dan mala nyuruh laki-laki lain buat jemput" jawab Fadil.


"Terserah deh ya loh mau pulang sama siapa gue engga perduli" lanjut Fadil marahnya udah tingkat pool karena udah pake loh gue.


Fadil kembali nyebrang untuk kembali ke warung yang ada disebrang depan tempatnya berdiri, Zemira merasa bersalah dan bingung harus gimana.


"Kang maaf, aku pulangnya bareng ka Fadil aja. Karena abi udah nyuruh dia jemput, maaf banget ya kang dan maaf juga udah ngerepotin" ucap Zemira mulai menyusul Fadil menyebrang.


"Tapi Zee" jawab Faisal yang belum selesai.


Akhirnya Faisal pergi, dan Zemira menyusul Fadil menyebrang.


"Aku fikir kamu bakal berantem sama itu cowo cuma demi perempuan itu" ucap Juli.

__ADS_1


"Apaan sih engga segitunya lagi" jawab Fadil dan melanjutkan makannya.


Zemira menghampiri Fadil yang sudah duduk kembali makan menikmati mie instan pesananya padahal Fadil tidak berselera lagi, bahkan Fadil hanya menatap Zemira yang berdiri didepannya.


"Duduk mba sini" ucap Juli ramah.


"Oh iya makasih" jawab Zemira duduk disebelah Julianto.


Fadil melirik sebentar, lalu pura-pura membuang muka saat ketahuan Zemira. Zemira hanya diam sambil sedikit memanyunkan mulutnya karena bingung harus ngomong apa, sedang Julianto yang berada ditengah-tengah keduanya juga lebih bingung karena hanya hening yang ada.


"Mba namanya siapa?" tanya Julianto mulai membuka obrolan.


"Zemira ka" jawab Zemira dengan senyuman.


"Oh mba Zemira, mau pesen minum engga biar nanti aku bayarin" tawar Juli.


"Sebelumnya engga usah panggil mba kayanya lebih tua kakak ketimbang aku, dan soal minum makasih tapi aku engga haus" jawab Zemira.


"Engga papa manggil mba juga biar sama-sama menghormati mba" ucap Juli melempar senyum.


"Oh gitu ya ka, nama kakak sendiri siapa?" tanya balik Zemira.


"Nama aku Julianto, boleh tukeran nomer engga" jawab Juli.


"Udah kenalannya?" tanya Fadil ditengah obrolan keduanya sambil bangikit dari duduknya.


"Kalau udah kita pulang abi udah wathsap" lanjut Fadil.


"Yaelah ganggu aja kamu Dil" jawab Juli.


"Mana nomer kamu" tanya Juli.


"Emm, gimana ya" jawab Zemira bingung.


"Dia udah jawab emm aja itu tandanya engga boleh, udah ah lagian kamu Jul semua cewe digodain" ucap Fadil nimbrung.


"Udah ayo" ajak Fadil.

__ADS_1


"Iya, duluan ya ka" ucap Zemira.


Fadil menyodorkan minuman yang belum sempat dia habiskan, Zemira menerimanya. Motor melaju menuju rumah Zemira, tanpa disadari Zemira menghabiskan minuman milik Fadil.


__ADS_2