Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-21 Lamaran Kholid


__ADS_3

Satu minggu berlalu, Zemira bersiap untuk pulang kerumah abinya.


"Makasih ya de udah bantuin kakak" ucap kakak ipar Zemira.


"Iya ka sama-sama" jawab Zemira sambil memakai sepatu miliknya.


"Pamit ya ka, assalamu'alaikum" lanjut Zemira mencium pungung tangan kakak iparnya dan ka Davin.


"Wa'alaikumussalam" jawab kakak ipar dan ka Davin.


"Hati-hati Zee, kalau udah sampai kabarin kakak" pesan ka Davin.


"Iya ka siap" jawab Zemira.


"Hati-hati ya dee" ucap kakak ipar Zemira.


"Iya ka" jawab Zemira tersenyum.


Zemira pergi menaiki ojeg, jarak kerumah Abinya hanya sekitar setengah jam baru sampai. Zemira sampai didepan rumahnya, namun langkahnya terhenti karena melihat dua mobil yang terparkir didepan rumahnya.

__ADS_1


"Ada apa ini?" tanya Zemira tidak tahu.


"Ko ada dua mobil, mobil siapa itu?" lanjut Zemira.


Langkah Zemira mulai ragu namun ia tetap harus melangkah agar pertanyaannya terjawab, setelah diambang pintu masuk rumahnya terlihat ada paman Ahmed.


"A-assalamu'alaikum" ucap salam Zemira.


"Wa'alaikumussalam" jawab semua orang yang sedang berbicara dengan Abi diruang tamu.


"Zemira masuk nak" ucap Abinya.


"Ada apa ini Abi, ko ada Kholid dan papahnya?" tanya Zemira sambil melirik kedua orang itu.


"Duduk dulu nak" perintah Abi.


Zemira menurut, dia akhirnya duduk disebelah paman Ahmed yang menyambutnya dengan senyuman hangat.


"Tujuan nak Kholid datang kesini untuk melamar kamu nak, namun pilihan tetap Abi serahkan sepenuhnya kepadamu" ucap Abi bijak.

__ADS_1


"Maaf Abi Zemira menolaknya, Zemira saat ini ingin memikirkan masa depa Zemira dulu Bii. Zemira belum kefikiran untuk menikah" jawab Zemira.


"Tidak perlu terburu-buru nak, kalian masih muda. Saling kenal dan berteman saja dulu, namun om dan kholid datang kesini ingin menyampaikan niat dan maksud om dan Kholid" ucap papah Kholid.


"Zemira engga ada masalah ingin berteman dengan siapa saja om, asalkan dia tahu batasannya" jawab Zemira.


"Tapi pah, Kholid engga setuju karena Kholid pengen milikin Zemira pah. Kholid pengen nyentuh Zemira secara halal dan tidak terhalang" ucap Kholid agresif.


"Kamu gila ya, terus kalau kamu udah milikin aku dengan itu kamu bakal ngerasa senang dan puas. Kamu hanya melihat aku dengan nafsu belaka, itu sebabnya kamu berambisi buat miliki aku" aduh lawan Zemira pada ucapan Kholid.


"Sudah-sudah abi tidak setuju dengan pertemanan antara laki-laki dan perempuan karena tentunya pasti akan ada syaithan yang mengajak pada arah yang tidak baik, Zemira sudah menyampaikan jawabannya saya harap anda bisa mengerti dan tolong hargai keputusan Zemira" ucap Abi bijak dan sopan.


"Tapi kita bisa bicarakan nanti, lagian Kholid masih belum cukup dewasa untuk mengambil tangung jawab dalam pernikahan. Jadi tolong jangan nikahkan Zemira dulu dengan laki-laki lain, jujur saja saya sangat menyayangi dia seperti putri saya sendiri dan itu sebabnya saya dulu ingin menjodohnya dengan Kholid" jawab papah Kholid menolak lamarannya ditolak oleh Zemira.


"Zemira sangat menghormati om bahkan Zemira udah kaya anggap paman sendiri, tapi keputusan menikah dengan Kholid bukan keputusan satu-satunya om. Jadi tolong hargai pilihan Zemira" ucap Zemira sangat hati-hati karena takut melukai perasaan papah Kholid.


"Dan untuk kamu Kholid, aku yakin masih banyak perempuan diluar sana yang lebih baik dari aku. Dan tentunya yang akan mencintai kamu karena Allah bukan karena ketampanan apalagi kekayaan. Percaya deh sama aku, asalkan kamu mau berubah menjadi lebih baik dan aku yakin jodohmu juga pasti akan lebih baik juga" pesan Zemira untuk Kholid.


Kini pandangan Kholid mulai berkaca-kaca menatap Zemira, papah Kholid pun tersenyum mendengar ucapan Zemira. Dan disambung oleh senyum paman Ahmed dan Abi. Akhirnya Kholid bisa melepaskan cinta pertamannya dengan ikhlas, begitu juga dengan papah Kholid yang mulai menghargai pilihan Zemira walaupun berat karena impian menjadikan Zemira menantu telah gagal.

__ADS_1


__ADS_2