
Hasan hanya mengikuti Kholid dari belakang karena memang tidak tahu tempat yang akan ditujunya itu, Kholid akhirnya berhenti disalah satu caffe dan restoran. Terlihat tempat itu untuk anak mudah sekali dengan musik yang bergema alunan lagu pop yang terdengar jelas, bahkan ramainya orang-orang yang berdatangan.
"Abang Zemira engga nyaman deh ditempat ini" bisik Zemira pada Hasan.
"Kamu tenang aja dek, ada abang disini bakal jagain kamu" jawab Hasan merangkul Zemira yang kebetulan tingginya hanya sebahu Hasan.
"Ayo Zee, temen-temen aku udah nungguin" ajak Kholid.
Zemira hanya tersenyum terpaksa, mengikuti langkah Kholid yang menjadi petunjuk. Mereka masuk kedalam restoran melewati beberapa meja, dan Zemira melihat seseorang yang dia kenal lalu berhenti tepat dimeja seseorang itu. Hasan yang dibelakangnya ikut berhenti, bahkan Kholid yang ada didepannya jadi berbalik dan menghampiri Zemira yang berhenti.
"Kenapa berhenti Zee?" tanya Kholid.
"Zemira" panggil seseorang itu, yang saat itu sedang mengandeng perempuan seketika langsung dilepas setelah melihat keberadaan Zemira.
"Kang Faisal" sahut Zemira membalas panggilannya.
"Kamu ngapain disini?" tanya Faisal.
"Aku kesini diajak seseorang untuk makan bareng" jawab Zemira.
__ADS_1
"Zee aku bisa jelasin, dia itu" ucap Faisal belum selesai.
"Kamu engga perlu mejelaskan apapun kang, aku engga punya hak untuk tau penjelasan apapun" jawab Zemira lebih dulu menghentikan Faisal yang ingin menjelaskan tentang wanita yang tadi dia gandeng.
"Dia itu temen kampus aku Zee, aku sama dia engga ada hubungan apapun" paksa Faisal menjelaskannya.
"It's ok kang, aku engga ada hak" jawab Zemira.
"No!! kamu berhak tahu" ucap Faisal.
"Please kang, menjauhlah" pinta Zemira.
"Eh bro, loh engga dengar dia bilang apa" ucap Kholid menjauhkan Faisal dari hadapan Zemira.
"Apaan kamu Kholid, kamu bukan calon buat adikku ya" ucap Hasan tidak terima.
"Udah-udah kita kesini tujuannya mau makan, ayo kita pergi Kholid" pinta Zemira segera menggandeng Hasan.
Mereka pun pergi dari meja itu, Kholid menghampiri sekumpulan anak muda bahkan dengan pasangannya masing-masing. Dengan gaya mereka saling bersalaman menyapa satu sama lain, bahkan temannya sudah menyiapkan kursi untuk Kholid dan dua tamu istimewanya Zemira dan Hasan.
__ADS_1
"Sorry bro telat gue, siapa aja yang belum dateng" tanya Kholid yang sudah duduk.
"Luh sama pak diness dong yang belum dateng" jawab salah satu temannya.
"Biasalah yang lagi dines mah telat dikit dimaklumin, nah lohh dines apaan telat kaya gini" ucap salah satu temannya lagi.
"Bersik loh pada, kenalin ini Zemira dan yang itu abangnya namanya abang Hasan" ucap Kholid memperkenalkan.
"Sorry telat" seseorang yang bergegas mengambil bangku kosong yang ternyata didepan Zemira.
Dengan PDnya laki-laki itu duduk didepan Zemira, sedangkan Zemira yang terus-terusan menatap sosok itu yang tidak lepas dari pandangannya segera Zemira mengalihkan pandangannya saat laki-laki itu mulai menatap Zemira yang didepannya.
"Kamu? kamu Zemira kan" tanya laki-laki itu.
"Wiih ternyata loh banyak dikenal laki-laki ya Zee, engga nyangka gue loh ternyata fuckgirls" ucap Kholid dengan mulut tajamnya.
"Jaga mulut loh!!" laki-laki itu marah dan bangkit dari duduknya sambil memukul meja menatap Kholid.
"Santai bro, kenapa loh marah" jawab Kholid santai.
__ADS_1
"Udah-udah jangan berantem disini" salah satu temannya memisahkan keduanya.
Akhirnya laki-laki itu mengalah pindah duduk dari hadapan Zemira, agar tidak terlibat perkelahian dengan Kholid.