
Malam sekitar jam setengah sebelas, Nizam baru pulang dari rumah sakit dan disambut hangat oleh Zemira yang berdiri didepan pintu dengan senyuman. Nizam tersenyum melihat Zemira. Pelukan hangat diberikan Nizam untuk Zemira.
"Sejak kapan kamu berdiri disitu?" tanya Nizam merangkul Zemira masuk kedalam rumah.
"Engga lama ko, setelah denger suara mobil kamu" jawab Zemira.
Keduanya masuk kedalam kamar, Nizam membuka satu persatu kancing kemejanya.
"kak" panggil Zemira.
"Emm" sahut Nizam yang berdiri didepan kaca.
"Zahwa punya hubungan apa sama dokter Kevin?" tanya Zemira.
Nizam tersenyum lalu mendekat kearah Zemira yang duduk dipinggir tempat tidur.
"Kamu engga rindu sama aku? Ko ngebahas yang lain" tanya balik Nizam mala menggoda.
"iihh apan sih ka, dia adik kamu tau bukan orang lain" jawab Zemira memalingkan tatapnya dari Nizam.
"Aku mau mandi, kamu mau ikut?" ucap Nizam.
"Apaan sih, ini udah malem tau kamu mau mandi engga baik" cegah Zemira.
"Aku bau rumah sakit, nanti kamu engga nyaman peluk aku" jelas Nizam.
"Ganti baju yang baru aja terus pake minyak wangi nanti juga engga bau lagi" saran Zemira.
Muachh..
__ADS_1
Ciuman diberikan Nizam dipipi Zemira.
"I love you" ucap Nizam masuk kedalam kamar mandi.
Zemira tersenyum malu melihat tingkah Nizam, padahal dia sangat cool dan cuek.
"Kamu mau kemana?" tanya Zemira melihat Nizam membuka pintu kamar setelah dari kamar mandi.
"Kamu tidur duluan aja, ada yang harus aku urus diperpustakaan" jawab Nizam lalu keluar.
Zemir manyun melihat Nizam yang masih bisa-bisanya sibuk saat dia sudah pulang.
Tok.. Tokk...
Zemira mengetuk pintu perpustakaan.
"Iya sayang" sahut Nizam dari dalam.
Zemira menutup laptop Nizam dengan marah, Nizam menatap kesal Zemira.
"Kamu kenapa sih? Ada sesuatu yang aku urus. Engga bisa dong kamu main tutup leptop aku aja kaya gitu" ucap Nizam.
"Aku engga perduli kamu diluar rumah berapa jam atau bahkan engga pulang sekalian. Aku cuma minta sama kamu kalau udah pulang kerumah yaudah waktu kamu buat aku, kita bisa cerita banyak hal, ngobrol apapun itu tapi please jangan bawa kerjaan kamu kerumah" jelas Zemira.
"Maaf" kata terakhir Zemira lalu keluar dari ruang perpustakaaan.
Nizam hanya menghela nafas, lalu dengan cepat menyelesaikan urusannya.
"Sayang" panggil Nizam saat membuka pintu kamar.
__ADS_1
Namun Zemira tidak ada dikamarnya, Nizam langsung kekamar Aisyah keponakan Zemira.
"Om dokter" panggil Icha dari arah dapur.
"om cari tante Zemira ya?" tanya Aisyah.
"Iya, kamu liat engga" jawab Nizam.
"Dia dikamar aku, bawa dia masuk kamarnya aku merasa terganggu" ujar Aisyah.
Nizam hanya mengangguk lalu membuka pintu kamar, melihat Zemira tertidur dikasur.
Nizam membopong Zemira pergi kekamarnya lalu meletakannya perlahan, sembari memeluk Zemira.
"Eeemmm" ucap Zemira menahan dada Nizam mendekat kearahnya.
"Kamu ngapain sih bawa aku kesini" tambah Zemira.
"Kita tidur bareng ya sayang" ucap Nizam.
"Kamu ngerasa engga sih, kalau Zahwa menutupi sesuatu" tanya Zemira.
"Engga sayang, engga ada yang dia tutupi. Kalau ada sekalipun dia pasti bilang sama aku" jawab Nizam.
"Tapi aku yakin dia engga bisa bilang kesiapa-siapa, dia butuh kamu" ucap Zemira.
"Udah, kita tidur aja ya" jawab Nizam.
"Aku engga bisa tidur, kalau mikirin Zahwa. Takut kalau dia punya problem yang harus dihadapi sendiri" ucap Zemira.
__ADS_1
Nizam menghela nafas, lalu mencium kening Zemira.
"Makasih ya kamu udah perduli sama dia" jawab Nizam lalu tertidur.