Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-56 Mama Hana & Oma


__ADS_3

Sekitar jam dua siang, Nizam sudah siap untuk bekerja bahwa Zemira juga sudah menyiapkan bekal untuk pertama kalinya.


"Ka aku minta izin mau pergi ke toko mbaku nanti sekitar jam tiga, boleh ya" ucap Zemira yang sedang duduk dipinggiran tempat tidur sambil melihat kearah Nizam yang tengah merapihkan rambutnya didepan cermin.


"Mau apa kesana?" tanya Nizam yang masih fokus merapihkan rambutnya.


"Mau ngecek beberapa model pakaian, dan aku juga mau sekalian gabungin ide yang udah lama aku punya sih" jawab Zemira.


"Model pakaian?" tanya Nizam merasa bingung lalu menghampiri Zemira dan duduk disebelahnya.


Zemira menganggukkan kepalannya.


"Ok, aku izinkan" ucap Nizam.


"Aku pergi dulu, kamu istirahat ya" tambah Nizam bangkit dari duduknya dan mengelus lembut kepala Zemira.


''Aku anterin sampe depan ya" jawab Zemira bangkit dari duduknya.


"Engga usah sayang, kamu istirahat aja. Tidur siang sana" ucap Nizam membelai lembut kepala Zemira.


"Tapi aku mau anterin kamu sampe depan" renggek Zemira menempelkan wajahnya kedada Nizam dan sedikit mendonggokkan kepalannya menatap wajah Nizam.


"Yaudah ayo!!" jawab Nizam sembari merangkul Zemira.


Keduanya melangkah keluar rumah, Zemira mengantar Nizam sampai masuk kedalam mobil bahkan sampai perlahan mobil Nizam meninggalkan pekarangan rumahnya.


Namun tidak lama kemudian, mobil tidak dikenal berhenti tepat dihadapan Zemira yang masih berdiri didepan rumah. Satu persatu orang keluar dari mobil.


Seorang wanita tua menghampiri Zemira namun dengan ekspresi bingung Zemira akhirnya membantu wanita tua saat berdiri.


"Mana cucu saya?" ucap wanita tua itu sembari memegang tangan Zemira.


"Maaf, nenek cari siapa?" tanya Zemira.


Wanita yang keluar dari mobil yang sama langsung menghampiri wanita tua itu.


"Mama tolong jaga sikap mama" ucapnya.


"Mana Adiyaksa hah?" tanya wanita tua itu.


"Oh dokter Nizam?" jawab Zemira.


"Nizam? beraninya kamu memanggilnya Nizam" ucap wanita tua itu.


"Kamu pasti Zemira ya?" tanya wanita yang memanggil wanita tua itu mama.


"Oh, iya betul" jawab Zemira.

__ADS_1


Wanita tua itu langsung melepaskan peganggannya pada tangan Zemira bahkan menepis dengan kasar tangan Zemira.


"Jadi kamu wanita yang telah membuat cucu saya kurang ajar" ucap wanita tua itu.


"Maksudnya Nenek apa? Zemira engga ngerti" tanya Zemira.


"Hana bantu Mama masuk kerumah itu, pasti Adiyaksa ada didalam" pinta wanita tua itu.


"Mama tolong tenang" ucap anak wanita tua itu.


"Dokter baru aja pergi kerumah sakit tadi" jawab Zemira.


"Mari masuk duduk, biar ngobrol didalaa aja" tambah Zemira memepersilahkan untuk masuk.


Anak wanita tua itu menuntun ibunya masuk kedalam rumah Zemira dan membantunya duduk diruang tamu lesehan.


"Mau minum apa nek?" tanya Zemira.


Dengan muka tidak suka bahkan mengabaikan Zemira sudah menjadi jawaban untuk Zemira agar tidak terlau banyak bertanya.


"Zemira akan menelfon dokter Nizam untuk pulang kalau begitu" lanjut Zemira.


"Zemira, kenalkan ini omanya Adiyaksa dan saya mamanya" ucap wanita itu memperkenalkan diri.


"Oh maaf saya tidak tahu" jawab Zemira langsung mencium tangan mama Nizam namun oma tetap tidak ingin menyalami Zemira akhirnya Zemira memutuskan tidak bersalaman dengan oma.


Zemira langsung menelfon Nizam diruang tamu bahkan disaksikan mama dan oma Nizam. Beberapa detik kemudian tersambung.


Nizam : Wa'alaikumussalam, kenapa kamu telfon, baru juga pergi. Udah kagen aja (bisa-bisanya dia bercanda sedang aku disini udah degdegan sama sikap omanya, ucap Zemira dalam hatinya)


Zemira : Mama sama oma kamu ada dirumah, kamu harus pulang sekarang.


Nizam : Ko mendadak, mama juga engga bilang apa-apa


Zemira : Aku engga tau, pertanyaanya sekarang kamu bisa pulang sekarang engga.


Tiba-tiba dengan kasarnya oma merebut ponsel milik Zemir yang sedang tersambungkan dengan Nizam.


Nizam : Tapi sayang,,


Oma : Ceraikan dia sekarang!!! oma tidak akan memberi kamu restu, faham.


Nizam : Oma tenang dulu, jangan sakiti Zemirs dengan kalimat oma tolong!!


Oma : Lalu kamu membiarkan oma terluka karen perbuatanmu, anak kurang ajar kamu ya. Pulang sekarang.


Nizam : Maaf oma, sekarang Nizam akan melakukan operasi sesar pada pasien jadi nanti setelah selesai Nizam izin untuk pulang.

__ADS_1


Tut.. tut.. tut..


"Hallo!! Hallo Adiyaksa Ishara!!" ucap oma kesal karen telfonnya diputus oleh Nizam.


"Sudahlah ma, Nizam sedang bekerja" jawab mama Hana langsung mengambil ponsel milik Zemira dan memeberikan ponselmya pada Zemira.


"Oma mau istirhat, dimana kamar Adiyaksa?" tanya oma yang terlihat lelah.


"Zemira antar oma" tawar Zemira.


"Tidak perlu, berikan saja kluenya oma cari sendiri" ucap oma.


"O-oh, kamar pertama yang sebelah-sebelahan dengan perpustakan. Disitu kamarnya" jawab Zemira.


Lalu oma bangkit dari duduknya yang dibantu mama Hana dan melangkah menelusuri ruangan menuju kamar Zemira. Mama Hana hanya mengikuti dari belakamg.


Tidak lama kemudian mama Hana datang kembali dan menghampiri Zemira yang masih duduk diruang tamu.


"Mama seneng akhirnya bisa melihat langsung wanita pilihan Nizam" ucap mama Hana menyentuh tangan Zemira.


Zemira hanya tersenyum malu mendengar ucapan wanita yang telah melahirkan suaminya itu.


"Untuk pertama kalinya Nizam mengatakan bahwa dia menemukan seseorang yang sangat cocok menjadi istri yang baik, dan itu kamu" lanjut mama Hana.


"Zemira yang memaksa dokter Nizam untuk menikah, itu karena situasi" jawab Zemira.


"Tidak sama sekali putriku, Nizam jatuh cinta denganmu. Sebab itu dia melamar kamu padahal kamu tolak, lalu tiba-tiba kamu memutuskan untuk menerimannya sampai dia harus melewatkan peluang besar bekerja dan kuliah dirumah sakit yang mewah dan universiti yang bagus. Dan memilih universiti yang biasa agar bisa online. Nizam juga memilih profesor Ali untuk menjadi mentornya" jelas mama Hana.


"Jadi itu alasan kenapa dia pulang waktu itu, apa dokter juga cerita banyak soal Zemira" tanya Zemira penasaran karena mama Hana tahu semua.


"Tentu, bahkan dari pertama kali dia masuk kamar kamu" jawab mama Hana.


Zemira membalasnya hanya dengan senyum, mama Hana memeluk hangat Zemira.


"Mama sebaiknya istirahat nemenin oma, dirumah lagi engga ada orang cuma ada Zemira sama ponakan jadi anggap aja rumah sendiri" ucap Zemira.


"Kamu pergi naik apa?" tanya mama Hana.


"Naik motor, tapi Pratama yang nyetir karena tangan Zemira sedikit sakit" jawab Zemira.


"Owalah, mama engga enggeh karena ketutup baju kamu yang kegedean" ucap mama Hana melihat luka ditangan Zemira.


"Engga papa ko ma" jawab Zemira.


"Biar sopir mama aja yang antar kamu, dia ada didepan" ucap mama Hana.


"Engga usah ma, Zemira lebih nyaman naik motor jadi engga papa" jawab Zemira.

__ADS_1


"Kalau begitu, hati-hati" pesan mama Hana tersenyum.


Zemira membalas senyum mama Hana dan juga bersalaman dengan mama Hana, lalu pergi dengan Pratama naik motor abang Hasan. Zemira juga mengirim pesan pada abi dan semua anggota rumah kalau dirumah kedatangan mama Hana dan oma bahakn Zemira menelfon paman Ahmed untuk datang juga.


__ADS_2