Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-49 Joging Pagi


__ADS_3

Setelah kurang lebih sekitar tiga jam Nizam dan profesor Ali saling berdiskusi, akhirnya pelajaran berakhir. Nizam melihat kearah Zemira yang sudah tertidur pulas dengan wajah yang sangat lucu.


"Cantik banget sih kalau lagi tidur" ucap Nizam melihat kearah Zemira.


Perlahan langkah Nizam mendekat kearah Zemira, lalu mengangkat badan Zemira menuju kamar.


Namun saat badan Zemira sudah ditaruh diatas tempat tidur, tiba-tiba Zemira terbangun dan mengunci badan Nizam dengan kedua tangannya.


"Kamu mau kemana lagi?" tanya Zemira dengan mata setengah sadar.


"Aku ganti baju dulu ya Ze" jawab Nizam berusaha melepaskan tangan Zemira namun susah.


"Kamu tahu engga sih, sebenernya tadi aku mau ngajak kamu itu" ucap Zemira melantur.


"Ngajak itu apaanya Zee?" tanya Nizam tidak mengerti.


"Masa kamu engga ngerti, iihh" jawab Zemira.


"Udah ya kamu tidur lagi, aku ganti baju sebentar" ucap Nizam kembali berusaha melepaskan tangan Zemira namun tetap susah.


"Masa kamu engga mau ngelakuin hubungan suami istri kaya suami istri diluar sana" jawab Zemira.


Nizam hanya membalas dengan senyum, lalu mencium kening Zemira sambil melepaskan peniti dihijabnya. Perlahan melepaskan hijabnya dan membuka ikat rambutnya, bahkan Nizam juga melepaskan kunci pengkait dibra Zemira agar tidak bahaya untuk kesehatannya.


"Besok lagi aja ya sayang, sekarang kamu tidur" ucap Nizam sembari membelai lembut rambut Zemira.


Lalu perlahan Zemira melepaskan tangannya dari leher Nizam, yang membuat Nizam tertahan olehnya.


"Lucu banget sih kamu" Nizam menyentuh hidung Zemira.


Nizam menganti bajunya lalu tidur disebelah Zemira, bahkan memeluk Zemira dari arah belakangnya.


Keesokan harinya, sekitar jam tujuh pagi alrm Zemira berbunyi kenceng banget.


Kriiiinggggg...


"Aduh.. berisik banget sihh" Zemira kesal menutupi telingannya dengan bantal.


Kemudia dia berfikir ko alrmnya tiba-tiba bunyi padahal dia engga pernah ngatur alrm. Zemira meraih alrm yang ada diatas meja dekat kasur lalu mematikannya, Zemira melihat kearah angkah jam itu.


"Hah? jam tujuh, ko engga ada yang bagunin sih" keluh Zemira kesal.


Zemira melihat kesebelahnya, Nizam sudah tidak ada disebelahnya. Akhirnya dia turun dari ranjang, tiba-tiba dia kaget dan baru nyadar kalau kancing pengkait branya itu terlepas dan dia juga ngaca kalau dia bangun dangan rambut berantakan tanpa hijabnya.


"Semalem aku ngelakuin apa sama dokter Nizam?" tanya pada diri sendiri.


"Engga, engga, engga mungkin. Aku inget ko, aku ketiduran pas diperpustakan. Dan engga mungkin dong dia ngelakuin hal itu pas aku lagi tidur, itu engga masuk diakal sih" lanjutnya.


Bergegas Zemira mengikat rambutnya, membenarkan kunci pengkait branya, dan mengambil hijabnya lalu keluar dari kamarnya menuju ruang makan.

__ADS_1


"Kakak ipar, ka dokter mana? dia udah berangkat ya sepagi ini" tanya Zemira menanyakan keberadaan Nizam.


"Dia lagi joging de sama temennya" jawab abang Hasan.


"Oh, temennya cowo apa cewe?" tanya Zemira duduk disebelah ponakannya.


"Cowo satu cewe satu tan" sahut Pratama ponakan Zemira.


"Cewe yang mana?" tanya Zemira penasaran.


"Namanya kalau engga salah, dokter Nabila" jawab istri Hasan.


Zemira langsung bangkit dari duduknya, lalu keluar dari rumah dan menelusuri komplek yang biasa banyak orang pada joging.


"Beraninya ya tuh cewe joging sama laki orang" omel Zemira kesal, namun langkahnya tiba-tiba terhenti karena melihat Fadil dihadapannya.


"Mau kemana?" tanya Fadil.


"Ka Fadil ngapain kesini?" tanya balik Zemira.


"Ditanya malah nanya bali gimana sih" ucap Fadil.


"Oh iya maaf ka, ini aku mau joging. Iya joging" jawab Zemira


"Tumben mau joging, pake baju tidur kaya gini?" tanya Fadil.


"Tunggu! sebelum aku jawab, ka Fadil jawab dulu dong kenapa kakak joging disini? kan ini tempatnya jauh dari rumah ka Fadil" ucap Zemira mengalihkan pembicaraannya.


"Hah? suami" Zemira terkejut.


"Husstt.. jangan bilang ke siapa-siapa dulu ka, ini rahasia" Zemira memelankan ucapannya.


"Ka Fadil udah tau? dari siapa?" tanya Zemira berbisik.


"Jadi bener tebakan aku, padahal aku cuma asal nebak aja" jawab Fadil.


"Aku akan tetap menikah dengan Indah Zee, semua berkat kamu yang buat nyadari aku. Makasih yaa" tambah Fadil.


Zemira hanya tersenyum sembari menghela nafasnya melihat kearah Fadil.


"Kabar yang baik ka, aku seneng dengernya" ucap Zemira tersenyum.


"Makasih ya Zee, kamu cukup terluka dengan semua ini. Tapi aku percaya kamu adalah istri yang baik dan berhak bahagian dengan laki-laki yang baik. Dan aku lihat dokter Nizam memang cocok sih sama kamu, tapi.." jawab Fadil tiba-tiba terputus.


"Tapi kenapa?" tanya Zemira.


"Udah lupain aja!" jawab Fadil.


"Pasti ini soal mantannya, engga papa lagi ka. Aku udah biasa terluka" ucap Zemira tersenyum.

__ADS_1


"Engga ko Zee, aku yakin dokter akan jaga perasaan kamu" nasehat Fadil.


"It's ok ka" jawab Zemira.


"Aku pulang dulu, dah.." tambah Zemira melangkah pergi dari hadapan Fadil.


Fadil kembali berbaur kelapangan yang dekat taman berkumpul bersama staf dan karyawan yang lainnya.


Bahkan Fadil melihat kearah Nizam yang sedang berolahraga ringan dengan alat seadaannya dengan Kevin, disatu sisi lain Fadil juga melihat Nabila yang terus melihat kearah Nizam.


"Aku rasa bukan dokter yang engga bisa move on tapi sang mantan yang engga bisa move on dari si dokter" ucap lirih Fadil.


"Kamu ngomong apa sayang?" tanya Indah.


"Oh, engga. Aku engga ngomong apa-apa" jawab Fadil.


"Tadi perasaan kamu bilang dokter sama sang mantan ya?" tembak Indah.


"Oh itu, aku lagi nginget alur cerita difim gitu makanya masih terbanyang dan penasaran episode berikutnya" jawab Fadil mengarang.


"Tumben, sejak kapan kamu suka film romantis kaya gitu" tanya Indah merasa aneh.


"Mulai dari ke-kemaren, iya kemaren" jawab Fadil berbohong.


"Pasti udah ketularan Zemira nihh" ucap Indah tertawa.


Fadil hanya membalas dengan senyuman, dan pandangannya tetap terus mengawasi Nizam dan Nabila dari tempatnya berada.


brug..


"Dok, tolong ini dokter bella pingsan" ucap seorang staf panik.


Semua orang pun mendekat, lalu mengangkat Nabila.


"Kita mau bawa kemana ini dok?" tanya staf yang mengangkat Nabila.


"Bawa kerumah mertua saya saja" jawab Nizam spontan.


"Hah? mertua" ucap semua orang yang mendengar terkejut.


"Dokter udah merried?" tanya Indah.


"Nanti saja nanyanya ya, kita bawa doktee Bella dulu" jawab Nizam.


Akhirnya staf yang mengangkat Nabila pun mengikuti Nizam menuju rumah abi Zemira dan Kevin juga ikut.


"Letakan saja disitu" perintah Nizam setelah sampai didalam rumah dan menunjuk ruang tamu yang lesehan.


"Ok, makasih ya. Kamu boleh kembali kesana" ucap Nizam.

__ADS_1


"Iya dok sama-sama" jawab staf itu.


Staf itu kembali bergabung dengan yang lain, semua orang disana bertanya-tanya perihal siapa istri dokter Nizam dan semakin penasaran.


__ADS_2