Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-42 Ijab dan Qobul


__ADS_3

"Hah? jam berapa ini" ucap Zemira yang baru bagun dari tidurnya.


"Bikin kaget aja kamu Ze, emangnya kenapa? kamu ada janji sama orang" tanya abang Hasan.


"Beneran bang, sekarang jam berapa?" tanya serius Zemira yang setengah merem.


"Jam lima sore, kata abi kamu lagi haid jadi abang engga bangun-bangunin kamu sholat duhur ampe sholat ashar" jawab abang Hasan.


"Oh, jam lima" ucap Zemira masih setengah sadar.


Beberapa detik kemudian,


"Hah? jama lima" ucap Zemira kembali, kini badannya terduduk.


" kenapa sih Zee?" tanya abang Hasan bingung.


"Abang" panggil Zemira.


"Iya kenapa sih?" tanya abang Hasan.


"Dokter Nizam udah pergi belum?" tanya balik Zemira.


"Maksudnya pergi?" tanya balik abang Hasan.


"Aduh abang, tinggal jawab aja. Dokter Nizam udah pergi belum?" tanya kembali Zemira.


"Udah Zee tadi habis sholat duhur" jawab istri Hasan yang langsung menjawab.


"Beneran?"


"Serius" ucap Zemira panik langsung bangkit dari duduknya dan mengecek kekamar miliknya.


"Tapi semua barangnya masih ada" tambah Zemira lirih.


"Dokter pergi kerumah sakit Zee, katanya ada yang mau diurus sebelum pindah ke Aceh" jawab istri Hasan.


"Owalah, pergi kerumah sakit rupanya" ucap Zemira perasaannya kembali lega mendengar hal itu.


"Makasih ya ka, Zemira pergi dulu. Pinjam motor abang" tambah Zemira langsung pergi.


Zemira pergi ke rumah sakit mengendarai motor milik abang Hasan, namun Zemira sama sekali tidak berani mendekat kehalaman rumah sakit. Dia hanya menunggu diwarung yang berada dekat dirumah sakit, lebih tepatnya warung yang memiliki moment indah dengan Fadil.


Zemira💌


Ka aku ada diwarung sebelah rumah sakit, bisa kesini engga?


Zemira mengirim pesan pada Fadil, yang kebetulan saat itu Fadil sedang jaga di IGD sangat dekat dengan warung.


"Woy" panggil Fadil.


"Aku kira siapa" sahut Zemira.


"Ngapain kesini?" tanya Fadil.

__ADS_1


"Hem.. dokter Nizam ada dirumah sakit engga ka" tanya balik Zemira.


"Dokter Adiyaksa? tadinya sih ada tapi lagi pada pergi makan-makan sama staf yang lain katanyanya kan dokter Adi mau dipindah ke Aceh" jawaban Fadil.


"Makan-makan dimana ka?" tanya Zemira semakin penasaran.


"Aduh kurang tau Ze kalau dimana-dimananya mah" jawab Fadil.


"Ka Indah berarti ikut makan-makan dong ka" ucap Zemira.


"Oh Indah, iya dia ikut" jawab Fadil.


"Kalau gitu minta tolong dong ka telefonin terus tanyain direstoran mana, please" Zemira memohon pada Fadil.


"Emangnya ada urusan apa sih Zee ko segitunya banget mau ketemu dokter, bukannya kamu bisa ketemu dia dirumah abi kamu" tanya Fadil.


"Aduh ka Fadil ini bukan waktu yang tepat buat nanya kaya gitu, jadi please bantu aku sekali ini" jawab Zemira.


"Ok aku telfon" Fadil patuh.


Fadil : Halo yang, assalamu'alaikum


Indah : Wa'alaikumussalam, iya yang kenapa?


Fadil : Kamu makan direstoran mana?


Indah : Loh kenapa? ko tumben


Fadil : Zemira nih ngebet banget mau ketemu


Indah : Oh gitu, nih ngomong langsung aja dia ada disebelah aku


Nizam : Tunggu saya dirumah


tut.. tut.. tut..


telfon dimatikan dengan sengaja oleh Nizam, Zemira kesal dan sangat marah.


Akhirnya dia memutuskan untuk pulang kebutik membawa motor milik abangnya, karena dia sudah terlalu lelah memikirkan semuanya. Bahkan tindakannya hari ini diluar kendalinya.


Setelah sampai dibutik Zemira mandi dan mengganti pakaiannya, lalu pergi kerumahnya untuk mengembalikan motor milik abangnya.


Sesampainya dirumah, terlihat sekali rumah begitu rameh tampak dari luar.


"Ada acara apaan nih, ko rameh banget motor" tanya Zemira pada dirinya sendiri.


Langkahnya mulai mendekat dan masuk kedalam rumah, semua orang sudah berkumpul diruang tamu bahkan abi dan paman Ahmed juga ada disana ditambah lagi Nizam yang sudah duduk dihadapan abi dan paman Ahmed.


"Ini dia mempelai wanitanya" ucap paman Ahmed menyambut Zemira.


"Hah mempelai wanita? paman bercanda ya" tanya Zemira.


"Bukannya kamu yang bilang, terserah saya yang menentukan. Maka saya pilih malam ini untuk menikah sama kamu" jawab Nizam.

__ADS_1


"Putriku duduklah disebelah Nizam" pinta abi.


Zemira masih sedikit bingung, namun langkahnya sesuai kata hati sekalipun logikanya ingin sekali menolak namun langkahnya telah tak terkendalikan lagi olehnya. Akhirnya Zemira duduk disebelah Nizam, akad nikah keduanya berjalan lancar penuh dengan khidmat.


Bahkan Zemira melihat Nizam secara dekat apalagi saat Nizam mengucapkan qobul rasanya Zemira jatuh cinta berkali-kali pada Nizam saat itu.


Kalimat sah terdengar keras menjadikan kedua insan resmi menjadi suami istri, dilengkapi dengan do'a dan juga ditambah dengan Zemira mencium tangan Fadil.


Pakaian yang keduanya gunakan seala kadarnya tanpa gaun pernikahan tanpa acara yang mewah, keduanya resmi menjadi suami istri.


"Sekarang putriku Zemira kamu sudah menjadi istri dari Adiyaksa Nizam Ishara, abi harap kamu bisa menjadi istri yang baik mejalani tugas kamu dengan baik" pesan abi pada putrinya.


Zemira memeluk erat abi dengan linangan air mata yang menghujani pipinya, Nizam memegan tangan Zemira dengan penuh kasih sayang.


Satu persatu semua orang pergi meninggalkan kediaman rumah Zemira, bahkan keluarga paman Ahmed juga sudah pulang karena memang sudah malam juga.


"Abi apa Zemira tadi nikah siri?" tanya Zemira.


"Kamu tenang aja, Nizam sudah mendaftarkan pernikahannya dinegara. Sedang diproses dan setelah sudah jadi buku nikahnya, Nizam juga berencana untuk mengadakan resepsinya sekaligus mengundang mamah dan papahnya. Jadi biarkan saja dulu Nizam menyelesaikan kuliah spesialisnya dulu" jawab abi.


"Sebaiknya kalian istirahat dan tidur" tambah Abi.


"I-iya abi" jawab Zemira terbata.


Diruang tamu hanya ada Nizam dan Zemira namun suasana menjadi hening karena keduanya tidak ada yang mau mengalah untuk memulai obrolan.


Namun beberapa menit setelah semuanya sudah benar-benar masuk kedalam kamar masing-masing, barulah Nizam bangkit dari duduknya.


"Kamu tidur duluan saja dikamar, aku akan mengerjakan sesuatu diperpustakan milik kamu sebentar" ucap Nizam melangkah pergi ke perpustakan yang berada disebelah kamar.


Setelah Nizam ingin membuka knop pintu ruang perpustakan, Nizam baru sadar kalau Zemira mengikutinya dibelakang.


Duk..


"Aw sakit tau" ucap Zemira baru menabrak pungung Nizam dari arah belakang.


Nizam membalikan badannya menghadap kearah Zemira yang berdiri tepat didepannya.


"Ngapai kamu ngikutin saya?" tanya Nizam.


"Emang engga boleh ya?" tanya balik Zemira.


"Sebaiknya kamu tidur, besok kamu kerja kan" perintah Nizam.


"Besok kamu juga pergi kan?" tanya Zemira.


"Emm" jawab Nizam.


"Emm? engga ada jawaban yang lebih panjang apa" ucap Zemira.


Nizam menarik nafasnya "Ok, kamu mau apa sekarang?" tanya Nizam.


Zemira langsung melingkarkan kedua tanganya pada perut Nizam, lalu memeluk erat Nizam. Bahkan tangan Nizam reflex dan membalas pelukan Zemira.

__ADS_1


"Aku temenin kamu" ucap Zemira mendongokan kepalanya menatap Nizam yang jauh lebih tinggi dari dirinya.


Nizam membalasnya dengan senyum lalu menggandeng tangan Zemira lalu keduanya masuk keruang perpustakaan.


__ADS_2