Izinkan Aku Membencimu

Izinkan Aku Membencimu
Part-57 Pergi Ataukah Pulang?


__ADS_3

Setelah selesai merapihkan semua baju Nizam, Zemira dan Nizam keluar dari kamar sembari membawa dua koper milik Nizam kembali keruang tamu.


Sopir mama Hana membantu Nizam membawakan koper masuk kedalam mobil.


"Oma sama mama duluan aja kerumah paman Ahmed, Nizam akan kembali kerumah sakit karena ini tanggung jawab Nizam sebagai dokter" ucap Nizam.


"Kamu pulang jam berapa sayang?" tanya mama Hana.


"Pulang jam dua belas malam, ma" jawab Nizam.


"Ingat ya Nizam, oma minta kamu untuk tidak bertemu wanita itu. Dan jangan pulang lagi kerumah ini" ucap oma yang langsung melangkah keluar rumah menuju mobil.


"Zemira maafin oma ya" pinta mama Hana meraih tangan Zemira.


"Mama engga perlu minta maaf, ma. Oma engga lagi buat salah sama Zemira ko" jawab Zemira.


"Nizam memang tidak pernah salah milih kamu ya" ucap mama Hana lalu memeluk Zemira sebentar, Mama Hana menyusul oma kedalam mobil.


"Paman" panggil Zemira.


"Zemira minta tolong agar paman tidak bilang sama abi soal ini, apalagi soal oma" pinta Zemira.


"Paman merasa bersalah sama abi Zemira kalau paman nanti berbohong" jawab paman Ahmed.


"Ini demi kebaikan paman, insyaallah" ucap Zemira.


"Kalau gitu paman tidak akan cerita dulu sama abi soal ini" jawab paman.


"Makasih paman" ucap Zemira.


"Kamu memang anak yang baik" jawab paman Ahmed mengelus lembut kepala Zemira yang terbalut hijab.


Paman Ahmed menyusul mama Hana dan oma masuk kedalam mobil, perlahan mobil meninggalkan halaman.


"Aku engga yakin kalau aku bisa pegang janji aku ke oma" ucap Nizam yang masih berdiri disebelah Zemira.


"Kamu pasti bisa" jawab Zemira.


"Aku akan berusaha, kamu jaga diri baik-baik. Dan inget kalau ada apa-apa kamu harus telfon aku" pesan Nizam.


"Iya bawel" ucap Zemira sambil menyentuh hidung Nizam dengan senyuman.


"Kiss" pinta Nizam mendekatkan pipinya diwajah Zemira sambil menujukkan kearah bibir Zemira.


Muachh..


"Udah sana kerja" ucap Zemira salah tingkah.

__ADS_1


"Aku engga janji nanti malam akan pulang kerumah paman Ahmed" jawab Nizam sambil memberikan ciuman dibibir Zemira dengan cepat lalu melangkah pergi.


Perlahan mobil Nizam juga meninggalkan halaman rumah Zemira.


"Aku tidak tahu harus dengan cara seperti apa untuk membujuk oma" ucap Zemira menghela nafasnya dalam-dalam.


Zemira mendapat pesan dari kakak perempuannya, bahwa abi dan yang lain tidak bisa pulang malam ini.


"Syukurlah, setidaknya aku belum siap kalau abi harus tahu" tambah Zemira lalu melangkah masuk kedalam rumah.


Zemira dan Pratama makan malam berdua dengan nasi goreng handalan Zemira, karen dia sangat jago kalau masak nasi goreng.


"Semua keluarga ka dokter udah pergi tan?" tanya Pratama disela-sela makan.


"Mereka nginep dirumah paman Ahmed" jawab Zemira.


"Oh gitu" ucap Pratama.


"Sampe ka dokter juga disuruh pindah ya tan?" tanya lagi Pratama penasaran.


"Aku harap kamu engga akan cerita sama abi atau sama ibu kamu soal kejadian tadi siang dan tadi sore" jawab Zemira.


"Kenapa?" tanya Pratama.


"Takut kalau kakek tahu anak perempuannya dibanding-bandingin sama wanita lain" tambah Pratama.


"Kamu nguping ya?" tanya balik Zemira.


"Tante, izinin aku pergi ya selesai makan malem" pinta Pratama.


"Janji deh engga bakal bilang kakek soal tadi, ya?" tambah Pratama membuat kesepakatan dengan Zemira.


"Kamu mau nongkrong? engga inget besok masih hari apa" tanya Zemira seikit nada tinggi.


"Engga ada, pokonya tetep dirumah. Belajar, istirahat dan tidur udah selesai" lanjut Zemira.


"Yaudah aku bakal bilang ke kakek soal tadi" ancam Pratama.


"Coba aja kalau berani, aku juga bisa aduin ke ibu kamu kalau kamu kalau dikamar engga pernah belajar dan bisannya main game terus" ancam balik Zemira.


"Tante terlalu keras sama aja kaya ayah" ucap Pratama.


"Jangan samain aku sama tante, aku ini masih anak smp yang butuh banyak temen, main, jalan-jalan bukannya tante yang kerjaannya ngurung dikamar temenan sama buku-buku" tambah Pratama.


"Kamu beneran mau pergi?" tanya Zemira.


"Iyalah, aku udah janji sama temen-temen aku. Mumpung ibu sama ayah engga ada" jawab Pratama penuh dengan harapan.

__ADS_1


"Ok, kita pergi bersama kalau gitu" tawar Zemira.


"Hah? engga, engga mau" tolak Pratama.


"Apaan sih tante dikira aku anak tk mesti dijagain" tambahnya.


"Tante juga mau tau, anak jaman sekarang kalau nongkrong itu ngapain" ucap Zemira.


"Engga bisa tante, pokonya Pratama engga mau ngajak tante" jawab Pratama.


"Yaudah engga perlu tuh nongkrong-nongkrong" ucap Zemira mengangkat kedua alisnya.


"Ok, asalkan tante cuma nganter ampe depan aja engga ada duh pake acara ikut duduk-duduk" jawab Pratama yang masih berusaha mendapatkan izin.


"Engga mau, sekali-kali dong tante nongkrong sama teman-teman kamu" ucap Zemira yang masih kekeh.


"Ok fine, aku engga akan pergi" jawab Pratama menyerah.


"Mana kunci motornya?" tanya Zemira sembari menyodorkan telapak tangannya.


"Tante" jawab Pratama.


"Kenapa?" tanya Zemira.


"Kamu mau aku paksa ayah kamu yang bilang" tambah Zemira mengancam.


Pratama akhirnya menyerah dan memberikan kunci motornya pada Zemira, Pratama menyelesaikan makannya dan kembali kekamarnya. Zemira mengecek semua pintu dan jendelan yang terkunci semua karena takut terlewatkan.


Kring..


Pesan masuk diponsel milik Zemira, ternyata dari abinya.


Abi 💌


Putriku, kunci pintu rumah jangan digantung ya biar nanti tidak menyusahkan orang untuk membukannya.


"Loh bukannya mba bilang engga pulang malam ini ya?" tanya Zemira pada dirinya sendiri.


Namun Zemira menuruti perintah abinya mengambil kunci rumahnya dan meletakannya dilaci ruang tamu, lalu melangkah masuk kedalam kamarnya. Bahkan Zemira memeluk bantal disebelahnya yang biasa digunakan Nizam saat tidur.


"Aromanya masih tercium jelas dibantal ini" ucapnya lirih sambil memeluk erat bantalnya.


Jam terus berputar, waktu terus berkurang. Jam menujukan pukul duabelas lewat limas belas menit waktu indonesia barat, mobil terparkir dihalaman rumah.


Krek...


Knop pintu rumah terbuka dan yang masuk kedalam rumah bukan abi dan keluarga Zemira yang lain melainkan Nizam, langkahnya mendekati kamar Zemira setelah mengunci kembali pintu.

__ADS_1


Setelah masuk Nizam melepaskan beberapa kancing kemejanya dibagian atas, Nizam melihat pungung Zemira yang terbaring membelakangi dirinya berada.


Perlahan langkahnya mendekat, dan tidur disebelah Zemira bahkan sembari memeluk Zemira dari belakang dan menempelkan tubuh Zemira ketubuhnya.


__ADS_2